Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Sama


__ADS_3

"Kakak takut menerima kenyataan kalau dia nolak kakak. Lagi pula mana ada perempuan yang mau sama. Laki-laki penyakitan seperti kakak " ujar Ari.


"Kakak jangan pesimis dong harus optimis " ujar Aisyah.


"Aisyah sebenar nya. Orang itu kamu. Apa mungkin kamu akan menerima kakak. Jika kakak mengungkap kan perasaan kakak " batin Ari.


Tidak terasa makanan di piring pun sudah habis. Ari menyantap semua nya. Sudah lama sekali Ari tidak makan sebanyak ini. Bu Hanna sangat senang melihat Ari putra nya makan dengan lahap. Kebahagian seorang ibu adalah di saat dia melihat anak-anak nya bahagia.


Bu Hanna yang dari tadi ngintip dari pintu segera lari kedapur. Beliau takut ketahuan jika Aisyah tiba-tiba keluar.


"Aish Bagaimana dengan kuliah Aish? tanya Ari setelah diam beberapa saat.


"Alhamdulillah kak semua nya baik-baik aja " jawab Aisyah.


"Syukurlah jika begitu " ujar Ari.


"Do'a kan kakak ya dek. Siang ini kakak akan berangkat ke Singapur untuk berobat " ujar Ari.


"Tentu kak tanpa kakak minta pun Aish pasti do'a kan kakak" jawab Aisyah.


"Kak kalau begitu Aish keluar dulu ya" ujar Aisyah.


"Terima kasih ya dek " Ujar Ari.


"Sama-sama kak" jawab Aisyah.

__ADS_1


Aisyah keluar menuju dapur.


"Habis makan nya nak? tanya bu Hanna.


"Alhamdulillah habis bu! " jawab Aisyah.


"Syukur lah. Sudah lama Ari tidak makan sebanyak ini " ujar bu Hanna dengan muka sedih.


"Semoga kak Ari segera pulih ya bu " ujar Aisyah sambil menatap bu Hanna.


"Aamiiiin ya robb. Makasih nak semoga Allah Mendengar dan mengabulkan do'a kita " ujar bu Hanna.


"Iya bu Sama-sama " ujar Aisyah.


Tiba-tiba ponsel Aisyah berdering. Aisyah melihat ponsel nya ternyata yang menelpon nya Dinda.


"Iya nak " jawab bu Hanna.


"Assalammu'alaikum... kak" ujar Aisyah.


"Wa'alaikumsalam dek... " jawab Dinda.


"Aish sibuk nggak dek? tanya Dinda


"Nggak juga kok kak kenapa " tanya Aisyah balik.

__ADS_1


"Bisa nemani kakak nggak? tanya Dinda.


"Kemana kak? tanya Aisyah.


"Kakak mau cari sepatu tapi malas sendirian " ujar Dinda.


"Oh ya udah Kak bisa " jawab Aisyah.


"Oke. Kakak jemput kamu sekarang ya " ujar Dinda.


"Oke. Aish tunggu ya kak " jawab Aisyah.


"Oke. Bye.... " ujar Dinda.


"Bye.... kak" jawab Aisyah.


Aisyah masuk kerumah untuk berpamitan pada bu Hanna. Ibu kost nya.


"Bu.... Aish mau pamit keluar sebentar ya mau nemani kak Dinda cari sepatu " ujar Aisyah apa ada nya.


"Oh ya silakan nak hati-hati ya " ujar bu Hanna.


"Ya bu. Terima kasih " ujar Aisyah.


Aisyah naik ke atas ke kamar nya untuk mengganti pakaian nya. Tidak lupa dia memoles sedikit wajah nya dengan bedak tabur my baby. Aish sebenar nya tidak perlu pakai apa pun karena Aish sudah cantik alami Sejak lahir. Tapi sebagai perempuan dia tetap menjalankan kodrat nya untuk berhias.

__ADS_1


Setelah merasa cukup Aish kembali turun kebawah sambil menunggu Dinda datang Aish membantu bu Hanna menyiapkan makanan di atas meja makan.


"Kamu itu memang cantik dan baik Aish persis seperti kakak mu Elna. Wajar Jika Ari juga menyukai Aisyah. Setelah Ari tidak bisa mendapatkan Elna. Tapi apakah Ari bisa mendapatkan Aisyah. Atau kah Ari akan mengalami hal yang sama " batin bu Hanna.


__ADS_2