Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Tentang Elna


__ADS_3

Selesai mandi Fahrizi turun ke bawah menemui bi Wati.


"Bi mana perlengkapan nya? tanya Fahrizi.


"Ini Pak! jawab bi Wati


"Terima kasih bi. Saya pergi dulu " ujar Fahrizi.


"Iya pak. Semoga ibu cepat pulih kembali " ujar bi Wati


"Aamiiin. Makasih bi. Bibi tolong jaga rumah ya! ujar Fahrizi.


"Baik Pak " jawab bi Wati.


Bi Wati membukakan gerbang untuk majikan nya tersebut.


Fahrizi melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang. Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit Fahrizi terus berharap saat dia tiba di rumah sakit isteri nya sudah siuman.


Namun tidak semua ke inginan sesuai harapan kita. Saat Fahrizi tiba di rumah sakit Elna belum siuman juga.


Di lihat nya tubuh kecil itu masih terbaring tidak berdaya. Mama Maryam tertidur di atas kursi di samping ranjang rawat Elna.


Ada rasa ibah di hati Fahrizi melihat mama nya tertidur menunggu Elna.


"Mungkin mama kecapekan" batin Fahrizi


Fahrizi pun membangunkan mama nya.


"Ma... bangun ma!" ujar Fahrizi


Mama Maryam bangun lalu berkata


"Ma'af kak. Mama ketiduran " ujar mama.


"Nggak apa -apa ma. Sebaik nya mama pulang untuk beristirahat. Seperti nya mama kecapekan " ujar Fahrizi.


"Baik. Nanti mama akan suruh Dinda ke rumah sakit. Kalau dia sudah pulang kerja. Untuk menemani kakak " ujar mama Maryam.


"Tidak perlu ma. Biarkan saja Dinda menemani mama di rumah. Fahrizi nggak apa-apa sendiri.


Lagi pula banyak dokter dan suster di sini " ujar Fahrizi.


"Kalau begitu mama pamit ya nak. Assalammu'alaikum... " ujar mama


"Wa'alaikumsalam..., hati -hati ma ujar Fahrizi.

__ADS_1


Mama mengangguk sambil tersenyum.


Fahrizi duduk di samping ranjang Elna di belai nya puncak kepala isteri nya.


"Sayang..., Adek mendengar mas kan. Sayang mas menunggu Adek . Mas butuh adek. Adek harus bangun" ujar Fahrizi


Fahrizi tertidur sambil memegang tangan Elna.


Waktu terus berjalan kini Elna sudah komah selama 2 hari. Fahrizi setia menemani Elna di rumah sakit. Dia menangani pekerjaan nya secara Online. Kecuali jika memang harus secara face to face. baru dia menghadiri nya.


Selama dua hari ini Fahrizi nyaris tidak pernah meninggalkan Elna walau hanya untuk makan saja.


Fahrizi lebih memilih makan di kamar rawat Elna.


Keadaan ini membuat mama Maryam perihatin pada putra nya.


Tidak tega rasa nya melihat putra semata wayang nya harus bergelut dengan kesedihan.


"Ya allah tiada daya dan kekuatan kecuali dengan kekuatan mu ya robb. Tolong angkat lah penyakit anak mantu hambah Elna. Berikan kesehatan untuk nya Aamiiin ya robbalalamin.


Do'a mama dalam hati saat menyaksikan kesedihan putra nya.


Mama Maryam mengampiri Fahrizi. Lalu memeluk Fahrizi untuk memberikan kekuatan untuk buah hati nya.


Walau pun Fahrizi sudah dewasa. Namun bagi seorang ibu anak nya tetap lah seorang anak yang selalu membutuhkan kasih sayang dan pengertian dari diri ibu nya. Begitu pun dengan Fahrizi dia sangat memerlukan kekuatan dan dukungan dari seorang ibu.


"Fahri kamu harus berbaik sangka nak. Tidak boleh berburuk sangka. Ingat allah akan memberikan ke baik kan ke pada hambah nya yang selalu berbaik sangka pada nya. Yakin lah isteri dan anak mu akan baik-baik saja. " ujar mama Maryam.


"Tapi sampai kapan ma, Isteri ku harus terbaring tanpa sadar kan diri seperti ini? ujar Fahrizi.


"Sabar nak. Semua ada waktunya "jawab mama Maryam.


"Mama hari ini Fahri akan melakukan suatu hal untuk Elna. Fahri akan melakukan hal yang sama seperti waktu Elna komah pertama dulu " ujar Fahri.


"Lakukan apa pun yang menurut kakak baik. Mama akan selalu mendukung dan mendo'akan kakak" ujar mama Maryam.


"Makasih ma Fahri pamit. Fahri titip Elna ya " ujar Fahrizi.


"Iya nak semoga usaha mu membuah kan hasil " ujar mama Maryam.


Fahrizi mencium punggung tangan mama nya. Lalu pergi meninggalkan rumah sakit. Kemudian mampir di sebuah mesin atm dia mengambil sejumlah uang untuk di sedekah kan nya.


Kali ini Fahrizi ingin menghabis kan uang satu bulan gaji nya sebagai seorang direktur untuk di bagi-bagikan nya ke pada yang membutuhkan.


Fahrizi memulai nya dari sebuah panti asuhan. Di sana dia memberikan sejumlah uang yang di niat kan untuk kesembuhan sang isteri.

__ADS_1


Tanpa di minta semua anak panti asuhan dan pengasuh nya berdo'a untuk kesembuhan Elna.


Selesai berdo'a seorang anak kecil mendekati Fahrizi dan berkata


"Om Ganteng! jangan sedih ya. Isteri nya Om pasti sembuh kok " ujar nya.


"Makasih cantik. " ujar Fahrizi sambil mencubit pipi anak perempuan itu.


"Om isteri Om pasti cantik. Soal nya nama isteri Om sama seperti nama kakak cantik yang dulu pernah datang ke sini " ujar nya


"Oh ya. kapan kakak cantik itu datang ke sini? tanya Fahrizi.


"Udah lama sih Om. Tapi Aira selalu ingat kakak cantik itu. soal nya selain cantik kakak nya juga baik" ujar Aira dengan tampang gemas nya.


Fahrizi penasaran lalu Fahrizi mengeluarkan ponsel nya.


"Apa kakak nya secantik ini? tanya Fahrizi memperlihatkan foto di ponsel nya.


"Iya Om. Ini kakak cantik nya" ujar Aira


"Jadi kakak cantik ini isteri Om ya? tanya Aira.


"Iya sayang ini isteri nya Om " jawab Fahrizi.


Seorang ibu pengurus panti mendekati Fahrizi dan Aira.


"Ngobrol apa nih sepertinya serius banget " tanya ibu panti.


"Ma'af bu saya mau tanya apa perempuan ini pernah datang kemari? tanya Fahrizi.


Ibu itu terdiam sejenak. Beliau ingat sekali dulu Ari seorang donatur tetap di panti asuhan mengalami perustasi karena di tinggal kan perempuan yang ada di foto itu.


"Iya Pak. Apa itu isteri bapak? tanya ibu panti


"Iya bu. Ini isteri saya Elna


"Dari awal saya sudah menduga saat bapak cerita tentang isteri bapak. " ujar bu panti terputus.


"Menduga apa bu? tanya Fahrizi


"Kalau isteri bapak adalah Elna yang sama dengan Elna yang pernah datang kesini bersama salah satu donatur tetap di panti ini sekitar satu tahun lalu. " Jelas ibu panti


"Apa mereka punya hubungan sepesial bu? tanya Fahrizi lagi


"Kalau itu ibu kurang tahu. Tapi Pak Ari menyukai nak Elna hanya saja waktu itu beliau takut menyatakan perasaan nya karena nak Elna masih sekolah.

__ADS_1


Tidak lama kemudian ibu dapat kabar dari ibu nya Pak Ari kalau Pak Ari mengalami depresi karena di tinggal nak Elna menikah.


Dan ternyata suami nak Elna adalah Pak Fahrizi " ujar ibu panti sambil tersenyum.


__ADS_2