Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Kerinduan Fahrizi


__ADS_3

Fahrizi mematikan ponsel nya. Kini dia cukup legah Karena sudah mengetahui keberadaan isteri kecil nya. Walaupun dia belum bisa membawa Elna pulang kerumah.


" Siapa bro? "tanya Rian


" Adik ipar gue. ternyata isteri gue ada di kost adik nya Aisyah.


" Loh punya ipar cewek bro. Cantik nggak tu? boleh dong kenalin" ucap Rian sambil senyum devil dan menaik turun kan alis nya.


" Masih kecil broo. nggak pantas buat loh. ketuaan untuk ipar gue yang Super cantik dan imut itu " goda Fahrizi balik


" Tapi serius ni gue penasaran sama ipar loh. Kalau dia kayak isteri loh cantik nya. gue gak apa nunggu sampai dia selesai sekolah. gue nggak akan sejahat loh bro memutuskan cita-cita nya" cibir Rian


Fahrizi diam sejenak benar apa yang di kata kan Rian. Dia jahat Karena telah menghancur kan cita-cita dan harapan Elna. bahkan dia egois memanfaat kan suasana. seandai nya saat itu fahrizi berterus terang sama mama nya Ibu Maryam mungkin dia tidak harus menikahi Elna secepat itu. dan tentu nya Elna bisa menyelesaikan sekolah nya.


"Kenapa loh diam broo? " tanya Rian setelah memperhatikan Fahrizi cukup lama.


" Benar kata loh bro gue jahat. gue dah ngancurin semua nya. gue dah merampas masa remaja sekaligus masa depan Elna.


Elna anak yang baik tidak seharus nya dia mengalami semua ini. dia harus menanggung akibat dari sebuah kesalahan yang tidak pernah dia lakukan " ucap fahrizi


"Maksud loh apa bro? tanya Rian tidak mengerti


" Cerita nya panjang bro. gue takut loh bosan dengarin nya kalau gue cerita" jawab fahrizi.


" Nggak apa bro gue siap jadi pendengar yang baik untuk calon kakak ipar gue yang lagi galau ini " canda Rian


" Brengsek loh. siapa juga yang mau jadi kakak ipar pria lapukan kayak loh. rugi banyak adik ipar gue kalau nikah ama loh " ejek fahrizi.


" Gini-gini gue pria mapan bro. selain mapan gue juga tampan "ucap Rian sambil menaik turun kan alis nya.


"Hmmmm iya mapan. Gimana gak mapan pelit medit gitu" gerutu fahrizi pelan. namun masih bisa di dengar oleh Rian


" Gue bukan pelit bro tapi gue irit. demi masa depan anak dan cucu gue nanti " balas Rian


"Oke deh terserah loh" jawab fahrizi

__ADS_1


"Kata nya loh mau cerita, tentang isteri loh gue siap ni jadi pendengar buat loh. terserah deh sebagai apa. sebagai ipar sebagai teman atau sebagai apa terserah lah yang penting loh mau cerita" ucap Rian


" Kita cari tempat santai dulu bro. gue malas cerita dalam mobil gini. ajak fahrizi


"Kita nyantai di BENTENG KUTO BESAK aja bro. dah lama nggak nyantai di sana. Rindu sama semilir nya angin malam di pinggir sungai" ajak Rian


" Oke juga kedengaran nya.


Fahrizi pun melajukan mobil nya menuju benteng kuto besak. benteng kuto besak merupakan salah satu Aikon ibu kota propinsi Sumatera selatan itu. di sana selalu ramai pengunjung mulai dari orang dewasa, remaja, sampai anak-anak. Walaupun ramai penggunjung tapi tempat itu sangat cocok untuk melepas lelah. Kita bisa merasakan kesejukan angin malam dengan pemandangan sungai yang cukup luas di hiasi rumah - rumah terapung.


Dan lampu warna warni di atas nya.


Kurang dari 30 menit fahrizi sudah memasuki area parkiran untuk memarkir mobil nya. Setelah memarkir mobil Fahrizi dan Rian mencari tempat duduk yang nyaman untuk mereka bisa ngobrol dengan tenang.


Akhir nya mereka memilih duduk di atas tembok pembatas sungai dan perataran taman. setelah duduk mereka sama - sama terdiam sambil memandang sungai yang telihat tenang.


Setelah beberapa menit terdiam akhir nya Rian bersuara.


"Seperti nya masalah loh cukup berat bro " ucap Rian


" Gila loh bro cinta si cinta tapi nggak gitu juga kali cara mendapatkan nya. Walaupun di sini loh juga korban tapi tetap aja loh salah bro apa lagi loh tau alasan adik loh ngelakuin itu. Secara tidak langsung kalian udah kompak ngancurin masa depan dia " ujar Rian


"Iya gue tau itu, maka dari itu selama pernikahan kami gue nggak pernah nuntut hak gue sebagai suami.


" Jangan bilang kalian belum MP Sampai sekarang "ucap Rian


" Baru tadi malam bro, itu juga yang buat gue bi"nggung. apa gara-gara itu isteri gue pergi tanpa pamit. " ucap fahrizi sambil melempar batu kecil ke dalam sungai.


" Bisa jadi bro. mungkin isteri loh nyesal karena dapat loh udah nggak perjaka lagi " ejek Rian pada fahrizi.


" Sialan loh. gue serius juga " ucap Fahrizi lagi.


"Sorry bro, canda doang. Tapi menurut gue loh harus segera mintak ma'af dan loh jelasin semua nya supaya loh tenang bro. loh nggak bisa seperti ini terus. Memintak ma'af saat kita salah itu hukum nya wajib bro.


"Iya loh benar bro. Besok gue akan jemput isteri gue. ngejelasin semua nya dan gue akan mintak ma'af " ucap fahrizi. thanks ya bro untuk malam ini. sekarang kita pulang ini dah malam juga. mama pasti belum tidur sebelum gue pulang.

__ADS_1


" Oke sama-sama bro. santai aja ingat gue akan selalu ada untk loh kapan pun loh butuh teman ngobrol" ucap Rian sambil memeluk Fahrizi.


Fahrizi hanya menggangguk sambil tersenyum devil. Saat ini dia agak sedikit legah setelah bercerita pada Rian tentang unek-unek nya. Fahrizi mengemudikan mobil nya dengan kecepatan sedang. dalam perjalanan kerumah fahrizi selalu ingat Elna. dia sangat ingin segera menjemput Elna dan membawak Elna pulang kerumah. tapi dia juga tidak mau memaksa Elna.


walau pun fahrizi tidak tau apa penyebab Elna pergi dari rumah tapi dia akan memberi waktu pada Elna untuk sendiri.


Sesampai nya di rumah fahrizi lansung masuk kerumah. benar saja apa yang di pikirkan nya mama nya memang belum tidur. duduk di ruang tamu sambil membaca al-qur'an kecil di tangan beliau


" Assalammu'alaikum...., ma " ucap fahrizi


" Wa'alaikumsalam...., nak " jawab Ibu Maryam sambil meletak kan al-qur'an yang tadi beliau baca.


" Gimana nak apa ada kabar tentang isteri mu? tanya mama nya Fahrizi.


" Alhamdulillah ma. Elna ada di kostan nya dulu bersama Aisyah adik nya.


" Alhamdulillah. Syukurlah nak kalau Elna baik - baik saja.


" Iya ma. Oh ya ma mana Dinda? tanya fahrizi


" Ada di kamar nya. tapi seperti nya udah tidur " jawab bu Maryam.


" Apa Elna pergi ada hubungan nya sama dinda ma? tanya fahrizi lagi


" Seperti nya nggak deh nak. Soal nya saat pulang dinda langsung sama mama. begitu lari dari dinda mama ke kamar kalian dan Elna udah nggak ada." jelas bu Maryam.


" Baik ma Fahrizi kekamar dulu. mau istirahat. mama juga istirahat ya dah malam " ucap fahrizi


" Iya nak " jawab bu maryam sambil tersenyum.


Fahrizi masuk ke kamar nya. terasa begitu hampa tanpa kehadiran isteri kecil nya. Fahrizi mengambil ponsel Elna lalu berbaring di atas tempat tidur. Fahrizi membuka ponsel Elna. Dia membuka galery foto di pandang nya foto Elna yang sedang duduk manis waktu acara ultah dinda



Elna mengenakan gaun warna putih dengan rambut coklat nya di biarkan tergerai begitu saja. ingin sekali rasa nya fahrizi membelai rambut isteri kecil nya itu hingga isteri nya terlelap seperti biasa nya. namun malam ini dia tidak bisa melakukan itu Karena Elna belum pulang.

__ADS_1


" Sayang kakak kangen sama kamu. jangan lama - lama ya di Sana Karena kakak nggak sanggup jauh dari kamu. lirih fahrizi


__ADS_2