
"Alhamdulillah Dok. Terima kasih " ujar mama Maryam berbinar binar karena senang mendengar keadaan menantu nya sudah membaik.
" Sama-sama bu. Kami permisi dulu " ujar sang dokter.
"Silahkan dok! " jawab mama Maryam.
Setelah dokter keluar mama Maryam kembali duduk di samping Elna.
"Syukur lah nak sekarang Elna sudah membaik. Elna harus bangun. Mama tahu Elna orang yang kuat " ujar mama Maryam sambil memegang tangan menantu nya.
Di ruang dokter
" Sus pantau terus perkembangan pasien atas nama ibu Elna. Kalau pasien sudah sadar segera kasih tahu saya.
Beliau harus mendapatkan penanganan kusus karena pasien tengah mengandung.
Ini merupakan sebuah keajaiban. Sebenarnya saat saya periksa tadi siang pasien di pasti kan dalam keadaan koma.
Hanya saja saya belum menyampaikan hal itu ke pihak keluarga takut akan membuat mereka semakin khawatir.
Tidak di sangkah secepat itu kondisi pasien membaik. " ujar sang dokter pada suster nya.
" Mungkin ini lah yang namanya ke ajaiban dok! ujar suster.
"Iya " jawab sang dokter
Dalam perjalanan kembali ke rumah sakit tiada henti nya Fahrizi melakukan ke baikan bahkan dia rela turun dari mobil hanya untuk membantu seorang nenek menyeberang jalan.
Setiap kebaik kan yang di lakukan Fahrizi. dia ikhlas kan untuk kesembuhan sang isteri.
Bagi Fahrizi apa pun akan dia lakukan asalkan isteri nya bisa pulih kembali.
🌼
🌼
Di kota B
Sepasang kekasih sedang memadu kasih.
Mereka melakukan pergulatan hebat di atas ranjang. Mereka yang sama-sama haus akan kepuasan.
Si pria dengan binal nya melahap habis semua nya. tanpa terlewati sejekal pun. bahkan dengan berani nya dia banyak meninggal kan jejak di setiap tempat yang di lalui nya.
Tanpa rasa takut sedikit pun terhadap pemilik yang sesungguhnya.
__ADS_1
Selly mendesah dalam kenikmatan. Membuat Fabian semakin bergairah. Dia melancar kan serangan nya menghentakkan senjata nya dengan sedikit kasar membuat Selly menjerit.
" Ooh honey" ujar Selly
"Kau puas honey? tanya Fabian
"Tentu honey. Kau tidak kalah gaga nya dengan suami sirih ku itu" ujar nya
Fabian semakin liar karena diri nya kesal mendengar Selly menyebut kata-kata suami di dalam aktifvitas percintaan mereka.
Fabian terus melakukan nya walau Selly telah kelelahan dan tidak berdaya. Sehingga Fabian beberapa kali menyemburkan lahar nya. Sampai dia sendiri kelelahan.
Kini kedua nya terbaring lemah karena kelelahan.
🌼
🌼
Di kota A
Dinda yang baru pulang kerja memutuskan untuk tidak kuliah hari ini. Dia ingin menjenguk kakak ipar sekaligus sahabat karib nya itu ke rumah sakit.
Sebelum ke rumah sakit Dinda mampir ke kios buah untuk membeli kan buah kesukaan Elna yaitu Leci.
Dinda tidak hanya membeli Leci dia juga membeli berbagai macam buah di bungkus nya.
Di tengah perjalanan menuju rumah sakit Dinda melihat kakak nya Fahrizi sedang berjongkok di pinggir jalan.
Dinda menepi kan mobil nya lalu turun menghampiri kakak nya.
Betapa tersentuh nya hati Dinda menyaksikan adegan dimana seorang direktur rela berjongkok hanya untuk mengobati kaki seorang anak kecil yang mungkin habis terjatuh sehingga kaki nya luka dan sedikit berdarah.
Dinda tertegun menyaksikan itu. Dia tahu kalau kakak nya memang rendah hati dan suka berbagi tapi kali ini dia melihat sisi lain dari kakak nya.
Fahrizi melakukan itu penuh dengan kasih sayang dan ketulusan. Setelah mengobati anak tersebut Fahrizi juga memberikan sejumlah uang.
Lalu Fahrizi pergi. Dinda yang tadi nya berniat menghampiri kakak nya mengurungkan niat nya.
Dinda kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan ke rumah sakit.
Di rumah sakit mama Maryam sedang membaca alqur'an di samping Elna. Tiba-tiba terhenti karena suara seseorang memanggil nya.
Mama Maryam kenal akan suara itu tapi beliau kurang yakin.
Beliau menoleh ke sumber suara. Ternyata benar beliau tidak salah dengar yang memanggil beliau adalah Elna.
__ADS_1
" Elna syukur lah nak, Elna sudah sadar" ujar mama Maryam sambil menangis karena terharu.
Elna jangan banyak gerak dulu. Mama akan panggil dokter. Supaya dokter periksa Elna " ujar mama Maryam sambil buru-buru berlari mencari dokter yang menangani Elna.
" Sus tolong kasih tau dokter. Pasien bernama Elna sudah sadar" ujar mama Maryam.
"Baik bu. Dokter akan segera ke sana " jawab si suster.
Mama Maryam kembali keruang IGD di mana Elna di rawat. tidak lama dokter pun datang.
" Kami periksa dulu ya bu " sapa sang dokter ke pada Elna. Elna tersenyum dan mengangguk.
"Oke. sekarang apa yang ibu rasakan? tanya dokter.
"Hanya sedikit pusing dok !" jawab Elna.
" Baik lah. Nanti ibu akan kita pindah kan ke ruang rawat inap. Tapi sebelum nya silahkan pihak keluarga urus dulu administrasi nya" ujar sang dokter.
"Baik Dok saya akan segera urus administrasi nya" jawab mama Maryam.
"Ma..., Mas mana? tanya Elna.
"Fahrizi sedang berikhtiar untuk mu nak" jawab mama Maryam.
Mama Maryam menghubungi Fahrizi.
Mama : Assalammu'alaikum... nak !
Fahrizi : Wa'alaikumsalam ma. Ada apa ma?
Mama : Segera kembali kerumah sakit ya nak!
Fahrizi : Ada apa ma? Elna baik - baik aja kan ma? Elna nggak apa-apa kan ma? cerca Fahrizi pada mama nya.
Mama : Iya nak. Isteri mu baik - baik aja sekarang dia sudah sadar dan mencari kamu!
Fahrizi : Yang benar ma? tanya Fahrizi setengah tidak percaya.
Mama : Iya sayang. masak mama bohong. ya udah cepat ya. mama mau ke admin dulu karena Elna akan segera di pindahkan ke ruang rawat inap.
Fahrizi : Suruh dokter siap kan kamar yang paling nyaman ya ma. berapa pun biaya nya nggak masalah kalau untuk isteri dan anak ku " ujar nya.
Mama : Kamu tenang aja mama juga mau yang terbaik untuk anak dan cucu mama.
ujar mama Maryam
__ADS_1
Fahrizi melaju kan mobil nya dengan kecepatan tinggi karena tidak sabar lagi ingin bertemu isteri nya.