
Elna turun ke bawah untuk menyiapkan makan malam. Sementara Fahrizi masih bersih - bersih. Setelah selesai membersih kan diri Fahrizi mengenakan baju santai kaos putih dan Celana pendek warna cream. Kemudian turun ke bawah.
"Selamat malam Pak! " ujar bi Wati.
"Malam bik... " jawab Fahrizi.
"Kemana ibu bik? tanya Fahrizi.
"Ada tamu pak di depan. Ibu lagi bersama tamu di ruang tamu " jawab bi Wati.
"Siapa tamu nya bi? tanya Fahrizi.
"Tidak tahu tuan siapa. Tapi tamu nya seorang perempuan " jawab bi Wati.
"Oh ya sudah bik. terima kasih" ujar Fahrizi.
"Siapa ya yang datang? Ya allah siapa pun itu semoga bukan orang dari masa lalu ku. Karena aku tidak ingin menyakiti hati isteri ku lagi " batin Fahrizi.
Fahrizi pun pergi ke ruang tamu untuk memastikan siapa yang datang. betapa kaget nya Fahrizi ternyata yang datang benar-benar orang dari masa lalu nya yaitu Yuni. Fahrizi terdiam untuk sesaat sampai akhirnya lamunan buyar karena di panggil Elna.
__ADS_1
"Mas ini ada Yuni dia datang hanya untuk memastikan kalau mas benar-benar sudah punya isteri dan anak " ujar Elna.
Fahrizi kikuk serba salah. Fahrizi tidak tau harus berbuat apa. Namun dia berusaha tenang. Fahrizi duduk di samping isteri nya. Lalu berkata
" Yuni kenal kan ini isteri ku Elna dan ini putra kami Axel " ujar Fahrizi.
"Iya kami sudah berkenalan " jawab Yuni dengan tatapan licik nya.
"Sekarang kamu sudah tahu kehidupan rumah tangga ku. Tolong jangan lagi mencari aku. Karena kita bertemu di saat aku lupa ingatan dan hanya sebatas penjual dan pembeli. Ku harap kamu mengerti maksud ku " ujar Fahrizi.
Yuni terdiam lalu berdiri dan pamit pulang.
"Saya permisi " ujar Yuni dengan tatapan membunuh.
Elna kembali masuk ke dalam rumah. Fahrizi menunggu dengan berjuta rasa takut atas apa yang baru saja terjadi.
Namun ketakutan Fahrizi sama sekali tidak terjadi. Elna bersikap seakan akan tidak terjadi apa-apa.
"Ayo mas kita makan. Kasihan makanan nya lama nunggu kita " ujar Elna dengan santai.
__ADS_1
Fahrizi hanya mengekor sambil mengendong putra nya Axel. Sampai di meja makan Elna langsung menyiap kan makanan di piring untuk Fahrizi.
"Mas makan nya mau sama apa? tanya Elna sambil tersenyum.
"Terserah adek aja. Kalau masakan adek semua nya pasti habis mas makan " ujar Fahrizi.
"Oke kebetulan hari ini Elna masak makana kesukaan mas" ujar Elna sambil menyendok kan makanan ke piring Fahrizi.
"Axel sama Umi ya. Abi mau makan dulu " ujar Elna sambil mengambil Axel dari gendongan Fahrizi.
"Sini bu den Axel biar sama bibi " ujar bi Wati.
" Nggak usah bi. Biar Axel sama saya aja. Kita makan sama - sama ya. Bibi duduk kita makan " ujar Elna.
"Tapi bu... " ujar bi Wati terputus.
"Nggak usah pakai tapi-tapi bi. Kita makan bersama " tegas Elna sambil mendudukan putra nya di kursi makan.
"Jagoan Umi duduk di sini dulu ya. Mantap nggak boleh nakal" ujar Elna.
__ADS_1
Axel seakan mengerti. Dia pun diam dengan seiris apel di tangan nya. Selama makan mereka tidak banyak bicara terutama Fahrizi. Dia masih memikir kan sikap isteri nya yang tidak marah sama sekali dengan kedatangan yuni.
"Apa sebenarnya yang ada di hati dan pikiran mu isteri ku. Apakah kau menahan amarah mu. atau kah kau tidak mencintai ku lagi. Sehingga kau tidak marah ada perempuan datang mencari ku. " batin Fahrizi berkecambuk.