
Jika memikirkan hal itu Bu Hanna sangat takut. Apa lagi dengan kondisi Ari saat ini. Beliau takut jika di tolak Aisyah akan memperburuk keadaan Ari.
"Semoga saja Ari tidak mengungkap kan perasaan nya terhadap Aisyah." batin bu Hanna.
"Bu...! ibu kenapa melamun " ujar Aisyah.
"Nggak apa-apa nak. ibu hanya lagi memikirkan Kak Ari saja. " jawab bu Hanna.
" Ibu yang sabar ya bu. Semoga kak Ari segera sembuh dan cepat kembali ke Indonesia lagi" ujar Aisyah.
"Ya nak. Aamiiiin. Semoga saja seperti itu " Jawab bu Hanna.
Saat mereka tengah ngobrol tiba-tiba terdengar klakson mobil
"Tiiiiiiin..... " suara klakson di depan gerbang.
"Bu seperti nya itu Kak Dinda. Aish pamit dulu ya bu" ujar Aisyah sambil mencium tangan bu Hanna.
"Iya nak. Hati-hati ...." ujar bu Hanna.
"Iya bu. Assalammu'alaikum... " ujar Aisyah.
"Wa'alaikumsalam... " jawab Bu Hanna.
__ADS_1
Aisyah buru-buru keluar rumah. Lalu menghampiri Dinda.
"Hy kak..! " ujar Aisyah.
"Hy...., Ayo" ujar Dinda sambil membuka kan pintu mobil.
Aisyah pun masuk kedalam mobil sambil tersenyum.
" Kok agak rame dek kostan Aish? " tanya Dinda.
"Itu Kak. Kak Ari mau berangkat ke Singapur untuk berobat " jawab Aisyah.
"Ooh! memang nya sakit apa sih kak Ari itu? tanya Dinda lagi.
"Aish kurang tahu kak. Tapi seperti nya penyakit Kak Ari cukup serius. Soal nya Kak Ari itu sekarang kurus dan pucat banget " jawab Aisyah.
"Iya kak" jawab Aisyah lagi.
Tidak terasa mereka sudah sampai di sebuah Mall besar di kota pempek itu.
Dinda memarkir mobil nya. Mereka lalu berjalan masuk ke dalam Mall tersebut.
Di dalam mall mereka menuju ke tempat penjual sepatu. Dinda membeli beberapa pasang sepatu. Dinda juga membelikan sepatu untuk Aisyah. Walaupun Aisyah menolak Dinda tetap membelikan nya.
__ADS_1
Setelah mendapat kan sepatu mereka berjalan menuju tempat penjual baju. Dinda juga membeli beberapa baju. Setelah itu Dinda membawa Aisyah pergi ke penjual baju muslimah. Dinda membelikan baju yang cocok untuk Aish. Walau Dinda tidak berhijab dia tahu baju mana yang pantas untuk Aisyah.
"Kakak mau beli baju muslimah juga? tanya Aisyah ragu-ragu.
"Kakak belum siap dek untuk berhijab " jawab Dinda.
"Lalu kakak mau beli untuk siapa? tanya Aisyah.
"Untuk Aish lah " jawab Dinda.
"Nggak usah kak. Baju Aish sudah ada kok. Nanti terlalu banyak mubazir nggak terpakai " ujar Aisyah.
"Nggak apa-apa. Kalau banyak kan Aish bisa gonta - ganti baju setiap hari. " ujar Dinda
"Tapi Kak. Aish nggak enak. Kakak sudah membelikan Aish sepatu " ujar Aisyah sambil sedikit memanyunkan bibir nya.
" Udah nurut aja. Lagi pula kakak itu senang bisa belikan Aish sepatu dan baju. Kakak merasa punya adik sekarang " ujar Dinda.
"Oke deh kalau begitu terserah kakak aja " ujar Aisyah.
"Nah gitu dong baru adik nya Kak Dinda. Kalau nurut gitu " ujar Dinda.
Aisyah hanya nyengir kuda aja. Dinda membayar semua belanjaan mereka. Setelah selesai mereka pergi ke Caffe yang ada di mall tersebut.
__ADS_1
Saat di Caffe Dinda memesan makanan favorit nya dan tidak lupa Dinda juga memesan kan makanan Favorit Aisyah. Setelah terlebih dahulu bertanya pada Aisyah tentu nya. Dinda dan Aisyah bertukar cerita selama menunggu pesanan mereka.
Ma'af ya untuk pembaca setia Elna Si Gadis Desa Yang Malang Beberapa hari ini Author tidak up karena Author sibuk dengan pekerjaan baru Author. Karena terus terang dari menulis ini Author belum dapat apa-apa Sementara Author perlu biaya yang lumayan untuk Anak-anak Author.