
"Wa'alaikumsalam... " jawab Rian yang dari tadi memperhatikan Aisyah.
Aisyah tersenyum lalu menuju ranjang Elna. Aisyah memeluk kakak nya sebelum dia pulang.
"Main lagi nanti ya dek " ujar Elna.
"Insyaallah kak " jawab Aisyah.
Tidak lupa Aisyah pun pamit pada Dinda.
"Kak Dinda. Aish pulang dulu ya. Makasih dah jemput Aish " ujar Aisyah.
"Sama - sama dek " ujar Dinda sambil cipika cipiki sama Aisyah.
"Dek mau di antar siapa ini. Rian atau Robby? tanya Fahrizi.
"Nggak usah kak, Aish naik taxi aja " ujar Aisyah sambil berlalu keluar.
"Kalau begitu saya pamit juga bro! ujar Rian.
Rian pun pamit berharap dia masih menemukan Aisyah di depan. Tapi ternyata Aisyah sudah tidak ada.
"Mungkin Aisyah sudah naik taxi " batin Rian.
Rian pun melajukan mobil nya menuju ke toko buku gramedia. Dia akan membelikan buku pesanan Umi. Sebelum Rian berangkat Umi memesan buku tentang tata cara merawat bayi.
Sesampai nya di gramedia Rian langsung menuju ketempat buku yang akan di beli nya. Setelah lebih dulu bertanya pada karyawan toko.
Sampai di sana Rian binggung mau beli yang mana soal nya banyak sekali pilihan buku nya. tiba-tiba Rian di kaget kan suara yang tidak asing bagi nya.
"Yang ini aja Kak. Ini lengkap buku nya mulai dari ibu hamil sampai cara merawat bayi baru lahir " ujar nya.
Rian reflek melepas kan buku yang di pegang nya karena malu.
"Aisyah. Kok di sini? " ujar nya.
"Iya kak. Dari rumah sakit Aisyah ke sini karena lagi cari buku " ujar Aisyah.
"Memang nya isteri kakak sedang hamil ya? tanya Aisyah.
Belum sempat Rian menjawab Aisyah di panggil seseorang.
"Aish.... " panggil seorang cewek pada Aisyah.
Aisyah pun menoleh dan ternyata yang memanggil Aisyah adalah Lia sahabat kakak nya Elna.
"Hai kak " jawab Aisyah sambil berlari ke arah Lia.
"Kata nya kak Elna udah lahiran ya dek? tanya Lia.
"Iya kak. Anak kak Elna cowok" ujar Aisyah berbinar - binar.
"Aisyah... " panggil Rian pada Aisyah.
"Yang Aisyah kasih tadi aja kak lengkap itu " ujar Aisyah.
"Gue bukan mau nanya yang mana Aisyah...., tapi gue ingin bilang. Kalau buku ini buat Umi bukan buat gue. apa lagi isteri gue. Cewek aja nggak punya apa lagi isteri " lirih Rian.
"Siapa tu dek? tanya Lia.
"Itu teman nya kak Fahri, kak" jawab Aisyah.
__ADS_1
"Oooh " ujar Lia.
"Iya " jawab Aisyah lagi
"Dek kapan ketempat kak Elna lagi? tanya Lia
"Belum tahu kak. Soal nya kalau nggak hari libur agak susah untuk ke sana. Karena terkadang Aish pulang kerja nya sore. Memang nya kenapa Kak " jawab sekaligus tanya Aisyah.
"Oooh. nggak apa-apa. kakak hanya nanya siapa tahu Aish mau bareng kakak" ujar Lia
"Lain kali aja kak kalau Aish libur, Aish kabari kakak" ujar Aisyah.
"Oke. kabari ya " ujar Lia
"Oke kakak" jawab Aisyah.
"Dek kita makan dulu yuk! ajak Lia.
"Kita makan apa ni kak. Kalau kita makan sekarang. Siang dah lewat malam masih lama " ujar Aisyah.
"Makan karena lapar ini dek nama nya " jawab Lia sambil tersenyum.
"Ayo dong temani kakak. Kakak lapar banget soal nya " ujar Lia lagi
"Baik kak" jawab Lia sambil tersenyum.
Tidak jauh dari rumah makan yang Aisyah dan Lia tujuh ada seorang wanita muda sedang hamil tua mau nyebrang jalan tidak mengunakan jembatan penyeberangan.
Rian yang menyaksikan itu spontan membantu wanita itu nyeberang jalan. Rian memapa wanita tersebut menuju ke seberang jalan.
Saat mereka mau nyeberang mobil Lia yang di dalam nya juga ada Aisyah pun lewat. Lia pun terpaksa memperlambat laju mobil nya. Aisyah pun melihat Rian bersama wanita tersebut.
"Bukan nya itu laki-laki di gramed tadi dek? tanya Lia.
"Isteri nya sedang hamil tua ya dek " ujar Lia.
"Iya kak. Tadi aja Kak Rian beli buku untuk isteri nya " jawab Aisyah.
"Oh gitu " ujar Lia.
"Iya" jawab Aisyah.
"Dek kita mau makan apa nih? tanya Lia
"Gimana kalau bakso kak? tanya Aisyah
"Aish suka bakso ya? tanya Lia balik.
"Suka banget kak. Bakso itu makanan Favorit Aish" jawab Aisyah.
" Oke kita makan bakso " ujar Lia.
Mereka pun menuju kesebuah kedai bakso. Sesampai nya di sana Aisyah dan Lia langsung memesan menu spesial kedai tersebut yaitu bakso rudal.
"Dek benaran nih bakso nya segede ini. Memang nya habis? tanya Lia
"Kakak tenang aja. Habis kok ini sama Aish " jawab Aisyah.
"Oke kita makan " ujar Lia.
Mereka pun mulai memakan bakso tesebut.
__ADS_1
"Enak nggak kak? tanya Aisyah.
"Enak. Enak banget ini " jawab Lia.
"Aish kalau makan bakso selalu ke sini kak. Soal nya bakso di sini lebih enak dari tempat lain. " ujar Aisyah lagi.
"Kalau begitu lain kali kita kesini lagi ya dek " ujar Lia.
Makan sambil ngobrol tidak terasa isi mangkuk mereka sudah hampir habis.
"Tapi kalau keseringan seperti ini kakak bisa gendut nih dek " ujar Lia
"Kalau begitu jangan sering - sering kak. Nanti kakak jelek kalau gendut. " ujar Aisyah sambil tertawa.
"Iya. Ya apa lagi sekarang kakak udah tua. Elna aja sekarang udah jadi Umi " ujar Lia
"Belum tua kak. hanya saja Kak Elna cepat nikah " ujar Aisyah.
"Dek habis ini Aish mau kemana biar kakak antar " ujar Lia.
"Mau pulang kak soal nya dah sore Aish belum sholat Ashar lagi " jawab Aisyah.
"Oke " kakak antar ya" ujar Lia.
"Oke kakak " jawab Aish lalu menyeruput Jus pokat nya.
Lia pun mengantar kan Aisyah kembali ke kostan nya.
"Saat sampai depan gerbang ada seorang cowok yang mau keluar dari gerbang tersebut. Dia adalah Ari anak ibu kost Aisyah. Ari akan melakukan joging.
"Assalammu'alaikum...kak " ujar Aisyah.
"Wa'alaikumsalam... Jawab Ari sambil membukakan gerbang.
"Makasih kak" ujar Aisyah.
"Sama-sama " jawab Ari.
Aisyah pun masuk ke kost nya. Sebelum masuk Aisyah berpamitan pada Lia.
"Kak Aish masuk ya. Terima kasih untuk hari ini " ujar Aisyah.
"Iya sama - sama dek " jawab Lia.
"Bye.... kak Lia " ujar Aisyah.
"Bye.....
Lia pun meninggal kan kostan Aisyah. Dia juga mau pulang ke rumah karena hari dah hampir magrib.
Di rumah sakit.
"Mas... " panggil Elna.
"Iya sayang ada apa? tanya Fahrizi.
"Elna mau gendong Axel mas" ujar Elna.
" Sebentar ya. Mas ambil Axel nya " ujar Fahrizi.
"Hati - hati ya mas! ujar Elna lagi.
__ADS_1
"Iya sayang" jawab Fahrizi