
"Mau Sampai kapan elna seperti ini nak ?ucap mama mertua nya
Elna hanya diam memang benar apa yang di kata kan mama mertua nya melayani suami itu hukum nya wajib. bahkan jika suami kita mintak di atas punggung Onta sekali pun kita harus memberikan nya.
Karena nasehat mertua nya semalam akhir nya Elna memutus kan malam ini untuk tidur di kamar dia dan fahrizi.
Saat fahrizi masuk kamar dia melihat elna di kamar mereka berbaring di atas tempat tidur tanpa memberi pembatas namun membelakangi nya.
Perlahan fahrizi naik keatas tempat tidur dan mencoba memeluk elna dari belakang walaupun tidak ada respon tapi elna juga tidak menolok saat di peluk fahrizi.
Waktu di peluk fahrizi elna memejamkan mata nya ada rasa aneh menjalar ke seluruh tubuh nya . nyaman dan hangat elna tidak tau itu perasaan apa.
Yang pasti saat ini dia hanya ingin mencoba menjalankan kewajiban nya sebagai seorang isteri.
Fahrizi mengecup puncak kepala elna lalu berbisik
" Apa kakak boleh minta hak kakak ? tanya fahrizi pelan. tidak ada jawaban dari elna fahrizi mencoba membalik tubuh elna untuk menghadap diri nya.
Fahrizi tersenyum sangat lembut setelah mengecup kening elna dan elna pun menikmati setiap sentuhan fahrizi suami nya. Fahrizi memang cukup tampan memiliki kulit putih bersih serta mata yang teduh membuat diri nya semangkin berkarisma.
Fahrizi menaikan alis nya sebagai isyarat mengulangi pertanyaan nya tadi. Elna hanya mengangguk perlahan. dalam hati elna berkata
" ma'af kan elna kak Karena elna telah menahan hak kakak selama hampir tiga bulan ini, walau pun elna sendiri tidak tau ini yang pertama atau kedua soal nya saat itu aku tidak merasa kan apa-apa".ucap elna dalam hati
Setelah mendapatkan izin elna fahrizi mengucapkan sebuah do'a sebelum memulai ritual nya malam itu. fahrizi memulai nya dengan mengecup kening elna berlanjut kebibir fahrizi mendaratkan ciuman yang cukup lama di bibir pink elna. sehingga elna sulit bernapas. saat fahrizi menyadari isteri kecil nya sulit bernapas fahrizi pun melepaskan ciuman itu. dan berlanjut ke dada indah isteri nya.
Fahrizi pun terpana dengan keindahan gunung kembar yang masih sangat asri kerena memang belum pernah terjamah orang lain. fahrizi sangat menikmati keindahan itu. dia menyusup masuk di antara gunung kembar tersebut menghirup wangi nya semesta tempat dimana gunung itu menjulang walaupun gunung nya masih kecil namun sangat menyejukkan mata saat melihat nya.
Fahrizi tidak hanya diam saja dia bermain di gunung kembar tersebut meninggal kan banyak jejak kepemilikan nya.
Elna pun ikut menikmati nya elna merasakan apa yang belum pernah dia rasakan selama ini.
Fahrizi terus menjelajahi setiap jengkal keindahan itu sehingga dia menemukan sebuah bukit kecil yang begitu indah dan sangat bersih tanpa rumput sedikit pun.
Ketika fahrizi menemukan makanan yang dia cari fahrizi lansung melahap nya dengan rakus tanpa bersisa sedikit pun sampai bersih.
Fahrizi kembali mendarat kan kecupan lembut di puncak kepala isteri nya kemudian dia berbisik
" Sayang apakah adek sudah siap kakak ingin melanjutkan perjalanan kita " ucap nya lirih sambil memandang isteri nya dengan mata sayu nya.
__ADS_1
Elna mengangguk sambil tersenyum. Fahrizi pun kembali mendaratkan kecupan lembut di puncak kepala Elna
Fahrizi memulai nya degan sangat hati-hati karena fahrizi tahu jalan itu belum pernah di lalui sama sekali.
Saat fahrizi merasa tepat sasaran dia mulai bergerak masuk perlahan namun karena jalan nya pertama kali di buka oleh diri nya fahrizi mengalami kesulitan untuk masuk
Perlahan fahrizi mulai masuk dengan sedikit memaksa akhir nya jebol juga Elna menjerit sangat keras namun fahrizi membungkam mulut nya dengan cekupan dan ******* di bibir elna
" Ma'af kan kakak ya dek karena sudah menyakiti Adek " ucap nya sambil menatap elna yang masih dalam kukungan nya
Fahrizi takut bergerak dia takut akan menyakiti isteri kecil nya.
" Dek kalau adek nggak mau lanjut nggak papa kita sudahin aja " ucap fahrizi
" nggak apa kak lanjutin aja kakak pasti dah lama nunggu untuk semua ini bukan" ucap elna
Fahrizi tersenyum sembari berkata "kakak lanjutin ya "
"Iya" jawab elna
fahrizi mulai bergerak lagi, elna menjambak rambut fahrizi , Dan menggigit pundak nya. Namun fahrizi membiarkan itu semua karena fahrizi sadar sakit yang elna rasakan jauh lebih sakit dari semua rasa sakit yang Di berikan elna kepada nya.
Setelah beberapa menit kemudian rasa sakit itu bercampur dengan rasa nikmat yang tiada tara di mana selama ini belum pernah elna rasakan. Lain dengan fahrizi yang memang sudah sering melakukan itu
Melihat elna mulai menikmati nya fahrizi bergerak sedikit lincah membuat elna semangkin terbuai dalam ke nikmatan di selah - selah pacuhan nya fahrizi kembali mampir dan menambahkan jejak di gunung kembar nya itu.
Kurang lebih 3 Jam akhir nya pertualangan mereka pun sampai pada puncaknya. mereka kelelahan fahrizi tumbang di samping tubuh isteri kecil nya. di lihat nya sang isteri lalu berkata
" Adek nggak papa? tanya fahrizi
elna tersenyum lalu berkata " nggak papa kak " jawab nya
Sebenar nya elna merasakan tubuh nya terasa remuk semua di tambah bagian bawah nya terasa sangat sakit.
"Sayang makasih ya untuk semua nya " ucap fahrizi sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua
Elna tersenyum sambil mengangguk. fahrizi memeluk elna tidak lama kemudian mereka berdua pun terlelap karena kecapekan.
Sebelum subuh elna sudah terbangun Karena memang sudah menjadi kebiasaan elna bangun sebelum subuh. Namun subuh ini elna merasa kesulitan untuk bangun. Badan nya terasa sakit semua terutama bagian itu nya.
__ADS_1
Elna pun membangunkan fahrizi
" Kak bangun dah subuh " ucap elna
Fahrizi hanya menjawab "em"
" Kak bangun aku mau kekamar mandi tapi aku nggak bisa jalan " ucap elna
Mendengar itu fahrizi lansung bangun memakai celana pendek nya dan kemudian menggangkat tubuh elna menuju kamar mandi. Fahrizi meletak kan tubuh elna ke dalam bathtub lalu mengisikan air hanggat dengan sedikit aromatherapy lalu berkata
" Apa mau kakak yang mandikan? tanya fahrizi
"nggak usah kak aku bisa sendiri " jawab elna
Fahrizi keluar dari kamar mandi menuju tempat tidur dan membereskan tempat tidur mengganti seprai karena seprai yang mereka pakai semalam penuh dengan bercak darah selesai mengganti seprai
Fahrizi kembali ke kamar mandi ingin melihat elna sudah atau belum mandi nya saat fahrizi masuk kamar mandi elna menjerit kuat sehingga mengundang perhatian bu maryam mama mertua nya elna. yang kebetulan juga sudah bangun hendak menuju dapur.
mendengar jeritan elna bu maryam ngetuk pintu kamar anak nya beberapa kali tapi tidak ada jawaban akhir nya ibu maryam masuk ketika melihat seprai berserakan di lantai penuh bercak darah bu maryam sempat tertegun meninggat kejadian tiga bulan lalu
" aapa itu artinya saat itu fahrizi tidak melakukan apa -apa pada elna bu maryam memutar balik ingatan nya di mana saat itu tidak ada bercak darah di tempat tidur bahkan elna kelihatan seperti biasa saja. adapa dengan semua ini " batin bu maryam
"Tapi kenapa bisa mereka berdua dalam satu selimut dengan keadaan tanpa busana " pikir bu maryam lagi.
"Adek ada apa kenapa jerit sayang " tanya fahrizi
" Kakak ngapain aku kan belum selesai mandi, masih polos gini aku kan kaget malu tahu kak" ucap elna
" ngapain malu sayang kan kakak udah lihat semua nya tadi malam " goda fahrizi pada isteri munggil nya itu.
elna cemberut lalu melanjutkan mandi nya fahrizi pun akhir nya ikutan mandi
" Kak jangan lupa mandi wajib kita akan sholat subuh " ucap elna
" Iya isteri ku yang cantik "goda fahrizi lagi
" Gimana bacaan nya dek "tanya fahrizi
" emang kakak benaran gak tau "? tanya elna
__ADS_1
" Kakak lupa " jawab fahrizi sambil nyengir
" Ini kak,( nawaitu gusla lirop'il hadasil akbari anjami'il badani pardol lilahitaallah ) baca sebanyak 3 Kali sambil menyiramkan air keseluruh tubuh dari atas Kepala sampai ke ujung kaki