Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Bimbang


__ADS_3

Selesai membuat sarapan Elna menata nya di meja makan. Di bantu oleh Dinda dan Aisyah.


Sejak kemarin Dinda dan Aisyah mulai bersahabat satu sama lain. Kedua nya memang tipe periang.


Hanya saja selama ini Aisyah sedikit menutup diri terhadap Dinda karena perbuatan Dinda terhadap kakak nya Elna.


Aisyah mengingat pesan bapak nya sebelum mereka ke rumah Elna. Bapak nya bilang kalau marah itu tidak boleh lebih dari tiga hari.


Kalau lebih dari tiga hari kita tidak bertegur sapa dengan sesama muslim hukum nya dosa. Aisyah sangat takut dengan yang nama nya dosa.


Maka dari itu Aisyah memutuskan untuk berdamai dengan Dinda.


"Dek panggil bapak sama Kak Fahri sebentar bilang sarapan nya sudah siap" ujar Elna.


"Ais aja dek yang panggil Kak Fahri sama Om Mus " ujar Dinda.


"Iya Kak " jawab Aisyah.


Aisyah pun memanggil bapak dan kakak ipar nya.


"Kak Fahri. Kak Elna bilang sarapan nya sudah siap. Kakak dan bapak di panggil Kak Elna " ujar Aisyah.


"Baik dek. kakak dan bapak akan ke sana " jawab Fahri.


"Ayo pak. kita sarapan dulu " ajak Fahrizi pada bapak mertua nya.


"Iya" jawb Pak Mustopa sambil mengikuti mantu nya masuk ke rumah.


Di meja makan sudah ada Dinda Aisyah dan Elna.


"Dek! mama mana? tanya Fahrizi.


"Mama udah pulang mas. Kata mama hari ini mama ada kerjaan yang tidak bisa mama tinggal kan " jawab Elna.


"Oh. Kalau bi wati mana? tanya Fahrizi


"Ada mas. bi wati di dapur. Tadi udah Elna ajak sarapan sama-sama tapi bi wati bilang beliau di dapur aja" jawab Elna lagi.


"Ya sudah kalau begitu kita sarapan " ujar Fahrizi.


Mereka pun sarapan bersama. Suasana seperti ini sangat menyenangkan bagi Elna. Bisa sarapan bersama orang -orang yang dia sayangi.


"Pak tambah sarapan nya " ujar Elna


" Nggak usah nak bapak sudah kenyang" ujar beliau sambil tersenyum.

__ADS_1


"Iya Pak. tambah sarapan nya. sedikit sekali bapak makan nya" ujar Fahrizi.


"Maklum nak lambung tua. kalau di isi terlalu banyak sakit " jawab beliau.


"Pak kapan - kapan bawa ibu ya ke sini" ujar Fahrizi.


"Iya nanti bapak akan coba bujuk ibu mu supaya mau datang kemari" ujar bapak nya Elna.


"Makasih Pak! " ujar Fahrizi.


"Iya nak. Do'a kan saja ibu mu lulu hati nya. Agar mau di ajak kemari. Bapak sudah beberapa kali mencoba membujuk ibu mu. tapi belum juga mau" ujar beliau sedikit sedih.


"Sudah Pak jangan sedih. Fahri yakin ibu akan lulu kok nanti. Apa lagi kalau ibu sudah melihat cucu nya nanti" ujar Fahrizi.


"Iya bapak pikir juga begitu " jawab beliau sambil tersenyum ke pada anak mantu nya itu.


"Seperti nya Fahri sosok yang baik dan penyabar. Terima kasih ya allah. Engkau telah memberikan jodoh yang baik untuk putri hambah " batin Pak Mustopa


Beliau tersenyum memperhatikan putri nya Elna.


"Bapak sangat bahagia melihat kamu di kelilingi orang -orang yang baik dan menyayangimu nak " batin beliau


Aisyah memperhatikan bapak nya. Aisyah tahu betapa bahagia nya beliau saat ini. itu terlihat jelas dari mimik muka beliau.


Aisyah pun ikut bahagia melihat bapak nya bahagia seperti itu. Gurat sedih yang selama ini menyelimuti wajah yang mulai keriput itu kini sudah sirna. Berganti dengan gurat ke bahagian.


Hari ini Fahrizi dan Dinda sengaja ngambil cuti kerja. Begitu pun dengan Aisyah. Dia memilih izin tidak masuk sekolah.


Mereka berencana akan menghabiskan waktu bersama Elna satu hari ini.


Selesai beres - beres Aisyah dan Dinda menyusul Elna ke halaman depan untuk menyiram bunga dan tanaman lain nya.


Fahrizi dan bapak mertua nya memilih bermain dengan ikan - ikan peliharaan nya Fahrizi.


Bi Wati yang menyaksikan kebersamaan majikan nya. Merasa kagum terhadap pasangan yang masih mudah itu.


Kedua majikan nya mampu memberikan kehangatan kepada setiap orang di sekeliling mereka.


Di hotel


Selly menunggu Fahrizi sambil nonton tv. Selly sudah siap dengan langre nya. Dia yakin Fahrizi tidak akan mampu menolak nya kalau dia sudah mengenakan baju kurang bahan itu.


Selly bolak balik. Dia gelisah menunggu kedatangan Fahrizi. yang di tunggu tidak kunjung datang.


Hingga Waktu menunjukkan jam makan siang. Selly mencoba menghubungi ponsel Fahrizi. Tapi tidak bisa di hubungi.

__ADS_1


Selly menjadi kesal. Makan siang yang sudah dia pesan untuk diri nya dan Fahrizi harus dia makan sendiri karena Fahrizi tidak kunjung datang.


Di kediaman Fahrizi dan Elna.


Habis makan siang pak Mustopa bapak nya Elna dan Aisyah adik Elna. Pamit untuk pulang ke kost nya Aisyah.


Fahrizi mengantarkan bapak mertua dan adik ipar nya itu kembali ke kost. nya Aisyah.


Setelah pulang Fahrizi berniat akan mengunjungi Selly. Karena dia telah berjanji akan mengunjungi nya.


Sesampai nya di kost Aisyah mereka semua turun dari mobil termasuk Fahrizi.


Dia menurunkan semua oleh-oleh yang di kirim oleh Elna untuk di bawa pulang bapak nya nanti.


"Pak Saya pamit dulu "ujar Fahrizi


" Nggak masuk dulu nak " tawar bapak mertua nya.


"Lain kali aja pak. Saya ada urusan sebentar sebelum pulang " jawab Fahrizi.


"Baik lah hati - hati di jalan " ujar beliau


"Iya Pak. Terima kasih " ujar Fahrizi sambil menyalami mertua nya.


"Dek! kakak pamit" ujar Fahrizi pada Aisyah.


"Iya Kak. hati - hati " ujar Aisyah sambil tersenyum.


Fahrizi melajukan mobil nya menuju hotel yang telah di beri tahu Robby melalui Wa.


Fahrizi memasuki parkiran. Dia memarkir mobil nya lalu naik menuju kamar Selly.


Fahrizi menekan bel pintu. Diam-diam dari dalam Selly ngintip siapa yang datang.


Begitu melihat Fahrizi Selly langsung membuka kan pintu.


Selly sudah siap dengan baju sexy nya dia membiarkan bagian dada nya terbuka separuh. Sehingga nampak dengan jelas buah dada nya yang mengoda itu.


Begitu pintu terbuka Selly langsung memeluk Fahrizi. Selly menarik Fahrizi masuk dan membawa nya ke tempat tidur.


Di dorong nya tubuh Fahrizi hingga &terjatuh. Selly tidak menyia nyiakan kesempatan itu dia langsung menindih tubuh Fahrizi.


Dia membuka baju Fahrizi dan juga baju nya sendiri.


Di ***** nya bibir Fahrizi. sampai fahrizi sulit untuk benapas.

__ADS_1


Fahrizi binggung mau menolak dia sadar walau bagaimana pun Selly isteri nya. Kewajiban nya bukan saja memberikan nafkah lahir tapi juga nafkah batin.


Yaitu yang di inginkan Selly saat ini. Untuk melakukan nya dia tidak tega untuk menghianati Elna isteri tercinta nya.


__ADS_2