Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Mengkensel Penerbangan Fahrizi


__ADS_3

"Iya sayang mas akan jaga kesehatan. Adek juga ya harus jaga kesehatan. nggak boleh stres " ujar Fahrizi


Elna tersenyum lalu menjawab


" Isteri dan anak mas akan baik-baik saja selama mas baik-baik saja " jawab Elna.


Kata-kata Elna barusan merupakan tamparan bagi Fahrizi. Namun dia menyembunyikan rasa bersalah nya itu.


" Mas baik-baik aja kok sayang. Adek nggak usah khawatir" ujar Fahrizi.


" Elna nggak tahu mas beberapa hari ini perasaan Elna nggak enak terus. Kepikiran mas terus. Elna takut terjadi apa-apa sama mas" ujar Elna


" Itu hanya perasaan adek aja. Mas akan baik-baik aja kok" ujar Fahrizi menyakinkan Elna.


" Iya semoga aja begitu mas. Karena Elna nggak tau harus berbuat apa tanpa mas di samping Elna. Jangan kan merasakan nya membayangkan nya saja Elna takut mas" ujar Elna sambil menatap suami nya tanpa berkedip.


"Perasaan mu itu tidak salah dek. Apa yang terjadi pada mas kamu dapat merasakan nya. begitu kuat ikatan batin mu terhadap mas. batin Fahrizi


"Mas kenapa diam? tanya Elna


" Nggak apa-apa kok sayang. Mas juga lagi mikir kalau hidup mas tanpa kamu. Mungkin mas nggak akan pernah merasa kan kebahagiaan yang sesungguhnya.


Karena kebahagiaan mas bersama Elna" ujar Fahrizi.


" Mas. Elna tidak akan pernah meninggalkan mas kecuali maut atau mas yang pergi dari Elna " ujar Elna berkaca - kaca.

__ADS_1


Fahrizi kembali menumpahkan air mata nya. Dan itu membuat Elna kembali bingung.


" Mas kenapa mas nangis? Mas kok sekarang jadi cengeng sih? tanya Elna


"Mas hanya terharu sayang." ujar Fahrizi berbohong.


Pada hal sebenarnya Fahrizi nangis karena kata-kata Elna. Yang seakan akan Elna tahu apa yang tengah terjadi.


" Dek sudah dulu ya. Mas mau siap - siap " ujar Fahrizi.


" Iya mas" jawab Elna sambil tersenyum.


" Assalammu'alaikum...., Isteri ku " ujar Fahrizi.


"Wa'alaikumsalam...., Suami ku" jawab Elna.


Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 wib pagi. itu arti nya 1 jam lagi acara akad nikah nya dengan Selly akan di langsungkan.


Fahrizi malas untuk bergerak tapi ketukan di pintu membuat nya terusik


" Siapa? tanya Fahrizi


" Saya Pak " jawab seseorang


Fahrizi kenal dengn suara itu.

__ADS_1


" Masuk by " ujar Fahrizi


Robby pun masuk. " Ma'af Pak apa saya harus menjemput mereka sekarang? tanya Robby.


" Iya langsung ketempat akad nya ya by. Saya akan pergi sendiri ke sana nanti " ujar Fahrizi


" Baik Pak kalau begitu saya permisi " ujar Robby.


" Iya silakan " jawab Fahrizi


" Oh ya by. tiket pesawat saya sudah di siapkan? tanya Fahrizi


" Sudah Pak penerbangan jam 3 sore." jawab Robby


"Kenapa sore, apa nggak ada penerbangan siang ini? tanya Fahrizi sedikit emosi.


" Saya takut acara nya belum selesai Pak " jawab Robby sambil manunduk.


" Kamu pikir saya peduli. Sekarang Ganti tiket nya dengan penerbangan jam 11 nanti.


Saya tidak mau tahu. itu urusan mu" ujar Fahrizi dengan kesal.


" Baik Pak " ujar Robby


Robby pun pergi meninggalkan atasan nya itu.

__ADS_1


Dalam perjalanan menuju ke rumah Pak Darma. Robby mengkensel penerbangan untuk majikan nya itu menunakan aplikasi di ponsel nya di majukan menjadi pukul 11.00 wib siang.


__ADS_2