Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Merasa rapuh


__ADS_3

Fahrizi dan Robby telah di pindahkan kerumah sakit di kota A. Beruntung Robby tidak mengalami luka serius. Dalam perjalanan kerumah sakit di kota A. Robby sadarkan diri.


Waktu terus berjalan kini sudah dua hari Fahrizi tidak sadarkan diri. Elna menunggu dengan cemas. Karena tidak biasa Fahrizi tidak memberi kabar sama sekali pada diri nya.


Elna menyiram tanaman setelah Axel tidur. tiba-tiba sebuah mobil masuk ke halaman rumah nya. Ternyata itu mama dan Dinda.


Mama dan Dinda turun dari mobil.


"Assalammu'alaikum..., Kak " ujar mama dan Dinda.


"Wa'alaikumsalam.... " jawab Elna.


"Mama " ujar Elna sembari mencium punggung tangan mertua nya.


Mama memeluk Elna. Dinda pun ikut memeluk Elna dan mama. Elna merasa kan ada yang tidak baik. Lalu Elna bertanya.


"Ada apa? " tanya Elna.


"Kita duduk dulu ya nak" ujar mama.


Elna pun mengangguk. Mereka masuk kedalam rumah dan duduk di ruang tamu.

__ADS_1


"Kak mama mau ngomong sama kakak tapi kakak harus janji kakak tidak boleh lemah. kakak harus tegar dan kuat. Ingat kakak harus ingat ada Axel yang sangat membutuhkan kakak" ujar mama.


"Iya Ma. Insyaallah " ujar Elna.


"Kak Fahri mengalami kecelakaan nak. Sekarang dia sudah di rawat di rumah sakit dimana kakak di rawat kemarin " ujar mama.


Elna terdiam. Dia tidak berkata sepatah pun. Hanya air mata saja yang jatuh dengan deras nya. Dia menengadah lalu menunduk dan berkata


"Ma...! Elna ingin lihat mas Fahri " ujar nya.


"Iya nak. Adik mu akan mengantar mu kerumah sakit. Mama akan menjaga Axel di rumah " ujar mama.


Elna dan Dinda berangkat ke rumah sakit. Dalam perjalanan kerumah sakit Elna tidak bicara sedikit pun. Dia hanya terdiam dengan beruraian air mata.


Dinda sangat prihatin pada kakak ipar nya itu. Di usia Elna yang masih sangat mudah Elna sudah menempuh berbagai macam cobaan hidup. Jika mengingat semua nya Dinda merasa sangat bersalah. Karena semua yang terjadi berawal dari ulah diri nya.


"Kak bagai mana cara Dinda menebus kesalahan Dinda pada kakak. Semua ini berawal dari kesalahan Dinda " batin Dinda sambil melirik kakak ipar nya yang malang itu.


Elna terus menangis. Walau pun nangis nya tidak bersuara tapi siapa pun yang melihat nya pasti akan ikut merasakan kesedihan yang sedang di rasakan nya.


Dinda melajukan mobil nya dengan Kecepatan sedang. Tidak terasa mereka sampai di rumah sakit dimana Fahrizi di rawat.

__ADS_1


"Ayo kak " ajak Dinda.


"Iya dek" jawab Elna.


Mereka pun turun. Mereka menuju ruangan di mana Fahrizi di rawat.


Ceklek (pintu di buka ).


Elna masuk dan langsung menuju ranjang rawat Fahrizi. Di lihat nya sang suami yang tidak sadarkan diri. Elna mendekat dan meraih tangan Fahrizi lalu di cium nya punggung tangan sang suami.


"Assalammu'alaikum... mas " ujar Elna.


"Mas Elna datang bersama dek Dinda. Ma'af Elna tidak membawa putra kita. Karena rumah sakit kurang bagus untuk putra kita. Mas..., mas harus bangun. Elna dan Axel sangat membutuhkan mas.


Elna nggak tahu harus apa tanpa mas " ujar Elna lirih sambil beruraian air mata.


Dada Dinda terasa sesak menyaksikan pemandangan yang sangat menyayat hati itu. Dinda mendekati Elna dan memeluk Elna untuk sedikit mentransfer kekuatan untuk kakak ipar nya.


"Kak..., Kakak harus kuat ingat Kak Fahri dan Axel memerlukan kakak" ujar Dinda sambil memeluk kakak ipar nya.


Elna tidak menjawab. Karena dia tidak tahu apa kah dia mampu atau tidak melewati semua ini. Yang jelas saat ini Elna merasa sangat rapuh.

__ADS_1


__ADS_2