
Robby terus melajukan mobil nya menuju kediaman Pak Darma.
Di kediaman Pak Darma Selly sudah menunggu dengan gusar. Selly sudah tidak sabar untuk menjadi isteri Fahrizi.
Bahkan dia tidak perduli walau itu hanya nikah sah secara agama.
" Ma kok belum datang juga ya jemputan nya!" ujar Selly
" Sabar sayang mungkin lagi di jalan yang jemput" jawab isteri Pak Darma meyakinkan putri nya.
Tiba-tiba seorang bertubuh tegap dan ganteng menghampiri mereka.
Selly pun sempat terpanah dengan kegantengan cowok tersebut.
"Siapa dia ganteng juga. nggak kalah keren sama Fahrizi . batin Selly
Ma'af Pak, bu. Saya Robby asisten pribadi nya Pak Fahrizi.
Saya di suruh untuk menjemput kalian" ujar Robby dengan sopan.
" Oh baiklah" jawab Pak Darma
Pak Darma langsung berdiri dan mengajak anak dan isteri nya untuk mengikuti Robby.
Robby membawa mereka kesebuah masjid yang sudah di tentu kan sebagai tempat acara akad nikah Fahrizi dan Selly.
Sepanjang perjalanan menuju tempat acara. Selly tidak henti nya menebar kan senyum ke bahagian.
Di hotel.
__ADS_1
Fahrizi masih engan untuk bergerak walaupun waktu nya hanya tinggal 20 menit lagi. Dia masih duduk terdiam.
Bayang-bayang Elna selalu dalam ingatan nya.
Elna yang lemah lembut dan nyaris tidak pernah marah. walau dalam keadaan apa pun.
Sekali pun orang yang telah berbuat jahat pada nya.
Bahkan sama orang yang telah menghancurkan masa depan nya sekali pun dia tidak marah.
Bagi Elna semua yang terjadi adalah kehendak sang maha kuasa dan takdir bagi nya yang harus dia jalani.
Itu lah kenapa dia terus sabar menghadapi setiap cobaan yang Allah berikan.
Membayangkan semua itu Fahrizi semakin merasa bersalah. Karena dia telah menambah daftar cobaan untuk Elna.
Walau pun saat ini Elna belum tahu. Tapi Fahrizi sadar suatu saat Elna akan mengetahui semua itu. Kini Fahrizi masih bisa menyembunyikan nya.
Fahrizi masih dengan lamunan nya tiba-tiba ponsel nya bergetar. Fahrizi menatap layar ponsel nya ternyata itu dari Robby.
Fahrizi mengeser layar ponsel nya untuk menjawab panggilan Robby.
" Iya by ada apa ?" tanya Fahrizi
" Ma'af Pak semua orang sudah menunggu " ujar Robby hati - hati
Fahrizi mematikan ponsel nya. Kemudian pergi ketempat acara tersebut.
Sesampai nya Fahrizi acara segera di langsungkan.
__ADS_1
ijab kabul pun di ucapkan dengan di saksikan kedua orang tua Selly dan beberapa orang yang memang punya tugas di acara tersebut.
Pernikahan ini tanpa cincin kawin karena Fahrizi tidak mau menyemat kan cincin sebagai sebuah ikatan.
Fahrizi hanya memberi mahar seperangkat alat sholat dan uang tunai saja.
Selly semakin kesal karena dia telah menyiapkan sepasang cincin kawin untuk nya dan Fahrizi tapi Fahrizi tidak mau walau hanya menyematkan nya saja.
Setelah akad nikah selesai Fahrizi menghantarkan Selly pulang ke kediaman Pak Darma.
Sesampai nya di kediaman Pak Darma Fahrizi langsung pamit untuk pulang ke kota A.
Selly marah dan kecewa. Selly membanting semua barang di kamar nya.
Namun itu tidak membuat Fahrizi mengurungkan niat nya.
Pak Darma sempat emosi ke pada Fahrizi. Karena menurut nya Fahrizi sudah keterlaluan meninggalkan Selly yang baru beberapa menit saja di nikahi nya.
" Pak Fahri anda tidak bisa seperti ini. Bagai mana perasaan Selly kalau anda harus pulang hari ini juga ke kota A. Setidak nya menginap lah untuk satu atau dua malam dulu" ujar Pak Darma.
" Ma'af Pak ini sudah ke putusan saya dan ma'af juga saya tidak punya banyak waktu lagi. jadwal penerbangan saya jam 11.00 wib ini. Jadi sekarang juga saya pamit" ujar Fahrizi sambil berdiri.
Fahrizi berlalu tanpa menunggu jawaban dari Pak Darma.
Di kamar nya Selly semakin kacau dia menghamburkan seisi kamar nya. Dia merobek gaun pengantin yang dia kenal kan.
Menarik semua dekorasi kamar nya. Karena semua itu tidak ada artinya lagi tanpa kehadiran Fahrizi.
Malam indah yang Selly bayangkan hanya ada dalam angan nya saja.
__ADS_1
Pak Darma dan isteri nya tidak bisa berbuat apa-apa selain berdiam diri menyaksikan kesedihan putri semata wayang mereka