Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Visual


__ADS_3


Muhammad Fahrizi. seorang manager perusahaan media cetak. pernah mengalami patah hati sehingga hampir membuat dia menjadi seorang kasanova.



Elna si gadis desa yang cerdas tapi sedikit pendiam. pindah ke kota demi untuk mengaduh nasib dengan harapan akan menjadi lebih baik. Namun pendidikan nya harus putus di tengah jalan karena ulah teman nya sendiri.



Dinda gadis manja dan keras kepala. Setiap yang dia ingin kan harus dia dapat kan walau bagai mana pun cara nya. sekalipun harus menyakiti orang lain.



Lia sahabat Elna dan Dinda. Dia seorang gadis yang memiliki pribadi yang lembut dan sedikit ke ibuan. Dia selalu jadi pendengar yang baik buat sahabat-sahabat nya terutama Elna. Lia juga cukup cerdas dan juga cantik. >



Rian bujang lapuk mapan dan tampan. Rian sosok pekerja keras dia terlahir dari keluarga tidak terlalu berada. maka dari itu dia agak sedikit menerap kan ilmu ekonomi dalam kehidupan nya sehari - hari. iya kalau menurut sebagian orang itu pelit. tapi kalau menurut Rian itu hemat. Memang si antara pelit sama hemat itu beda tipis tapi tetap beda iya kan Rian. iya dong



Ari pengusaha tambang batu bara yang sangat sukses. tapi cinta nya tidak sesukses karir nya. Ari mempunyai sifat dermawan sangat tinggi. bahkan dia seorang donatur tetap di beberapa panti asuhan.


semoga suka ya visual nya. Visual yang lain nanti nyusul. thour berharap bangat kalian suka dan meninggalkan jejak untuk thour.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Akhir nya fahrizi pun terlelap sambil memeluk ponsel Elna. Saat adzan subuh berkumandang fahrizi terbangun. Iya semenjak Fahrizi menikah dengan Elna dia mulai rutin lagi mengerjakan kewajiban nya sebagai muslim yaitu sholat lima waktu.


Biasa nya setiap subuh Elna selalu membangun kan fahrizi untuk sholat berjama'ah. tapi subuh ini tidak ada Elna. Saat seperti ini sangat menyiksa bagi fahrizi. Fahrizi bangun dari tempat tidur menuju kamar mandi dengan malas.


Dia Mandi dan mengganti pakaian tidur dengan baju koko. bersiap untuk sholat subuh. Fahrizi sholat ke musholah rumah nya. Dia berjama'ah dengan mama nya dan Dinda.


Selesai sholat Dinda langsung berangkat ingin kembali ke kamar nya. Namun langkah nya terhenti saat Fahrizi memanggil nya


" Din kakak tunggu di bangku taman "ucap fahrizi tanpa menoleh.


Dinda tidak menjawab dan dia melanjutkan langkah nya menuju kamar. tapi Walaupun tidak menjawab mana berani dinda membantah titah kakak semata wayang nya itu.


Fahrizi berjalan keluar masih dengan baju koko nya. Dia menuju bangku di taman kecil halaman rumah nya. Dia duduk menunggu dinda. tidak lama kemudian dinda muncul.


" Duduk "titah Fahrizi


Dinda pun duduk dengan muka tertunduk. dia tidak berani menatap kakak nya.


" Kakak mau tanya, kamu apa kan lagi Elna sehingga dia pergi dari rumah? tanya fahrizi to the point


" Dinda nggak ngapa - ngapain Elna kok kak, dinda aja nggak tau kalau Elna pergi " ucap dinda

__ADS_1


" Dinda kamu bisa nggak manggil Elna dengan sebutan kakak. Walaupun dia teman seumuran kamu tapi sekarang dia isteri kakak. Suka atau tidak kamu harus memanggil nya kakak " tegas Fahrizi


Dinda hanya menggangguk tanda mengiyakan titah kakak nya.


" Dan kakak mintak kamu harus mintak ma'af sama Elna. kamu sudah terlalu banyak menyakiti Elna " ucap Fahrizi


" Iya kak " jawab dinda


🌼


🌼


" Kak kita jalan yuk keluar. Cari udara segar kita keliling komplek aja " ajak Aisyah pada Elna.


Elna menggangguk sambil tersenyum. Elna dan Aisyah memang memiliki kepribadian bertolak belakang. Elna merupakan pribadi pendiam sementara Aisyah memiliki kepribadian ceria dan selalu ramai.


tapi mereka juga mempunyai kesamaan yaitu sama-sama cantik dan sama-sama pintar.


Mereka berjalan mengelilingi komplek. sekali-sekali mereka berpenganggan tangan. Mereka lebih banyak diam. Sebenar nya Aisyah punya banyak pertanyaan. tapi melihat keadaan kakak nya belum sepenuh nya tenang membuat Aisyah mengurungkan niat nya untuk bertanya.


" Kak kita sarapan bubur ayam yuk " ajak Aisyah.


Elna lagi - lagi hanya tersenyum dan menggangguk.


" Pak bubur ayam nya dua ya" pinta Aisyah kepada tukang bubur


" Baik neng. silakan duduk" ujar si bapak


Mereka pun duduk menunggu pesanan nya.


" Kakak kalau kakak menderita kenapa kakak bertahan?" tanya Aisyah sambil memegang tangan Elna.


" Kakak nggak tau harus ngapain dek " jawab Elna.


Sebenar nya mertua dan suami kakak semua baik sama kakak dek. dan kakak pun akan berusaha untuk menerima semua ini. mungkin ini sudah takdir kakak yang harus kakak jalani.


"Kalau gitu kakak jangan sedih lagi ya. Aisyah sedih kalau melihat kakak sedih. " ucap Aisyah.


" Kakak nggak sedih kok dek cuma kakak lagi binggung aja harus ngapain setelah ini " ucap Elna


" Kakak nggak usah binggung. Kalau nanti Kak Fahrizi datang kakak terus terang aja sama Kak Fahrizi. kalau kakak nggak mau lagi tinggal satu rumah sama si dinda itu" tegas Aisyah.


" Kata siapa Kak Fahrizi mau datang ?" tanya Elna


" Ma'af ya kak semalam Aisyah nelpn Kak Fahrizi ngasih tau kalau kakak ada di sini. Aisyah khawatir Kak Fahrizi nyariin kakak kemana-mana. dan ternyata benar semalam itu Kak Fahrizi mutar-mutar nyariin kakak. Sebenarnya tadi malam kak Fahrizi mau datang tapi Aisyah melarang nya.


" Nggak apa-apa dek. nggak perlu mintak ma'af. jawab Elna.


"Ini Neng pesanan nya silakan" ucap bapak tukang bubur.

__ADS_1


" Makasih pak" jawab mereka.


Mereka sarapan dengan khitmat. Selesai sarapan bubur mereka akan pulang tidak lupa Aisyah membelikan satu porsi untuk bu Hanna ibu kost nya.


Mereka kembali berjalan. sekali mereka bertegur sapa dengan para tetangga yang juga lagi jalan pagi.


Sesampai nya di kostan mereka sudah di tunggu Fahrizi dan Ibu Maryam mama nya Fahrizi.


"Assalammu'alaikum..., ucap Elna dan Aisyah sama-sama


"Wa'alaikumsalam... jawab bu Hanna, bu Maryam dan Fahrizi.


"Elna kamu baik - baik aja nak " sapa Ibu Maryam sambil menyambut Elna. Memapa Elna untuk duduk.


" Elna baik-baik aja ma" jawab Elna.


"Dek kita pulang ya" ajak Fahrizi


Elna diam tidak menjawab.


" Bu kenal kan saya Aisyah adik nya Kak Elna " ujar Aisyah memperkenalkan diri sembari mencium punggung tangan Ibu maryam.


" Oh ini adik nya Elna ya !" saya mertua nya nak Elna. senang bisa bertemu Aisyah. ucap ibu Maryam.


"Aisyah terima kasih ya dek dah nemani dan merawat isteri kakak. gimana kalau Aisyah ikut kita pulang tinggal bersama kita. ucap Fahrizi


" Terima kasih banyak kak tapi Aisyah mau di sini aja. soal nya kalau di sini Aisyah dekat kalau mau sekolah.


"Oke tapi kalau ada apa-apa jangan lupa Kasih tau kakak ya. "ucap Fahrizi


"Siap kak !" jawab Aisyah sambil tersenyum.


" Kak sebelum pulang Elna mau bicara sama kakak dan mama." ucap Elna


"Mau bicara apa dek ? tanya Fahrizi


" Iya. Elna mau bicara apa nak tanya bu Maryam.


" Ma untuk sementara Elna di sini aja dulu. soal nya Elna belum mau ketemu Dinda dulu " ucap Elna.


" Baik lah mama paham " kalau Elna belum siap untuk tinggal bersama dinda lagi. kalian bisa tinggal di rumah kalian sendiri. toh rumah itu tinggal masuk aja. semua perabotan nya sudah lengkap dan juga di bersihkan setiap minggu. jadi nggak repot2 lagi. " jelas bu Maryam


" Mama serius kita boleh pindah?" tanya Fahrizi


" Serius nak nggak apa-apa yang penting nak Elna merasa nyaman " ucap bu Maryam.


" Setelah dari sini kita langsung kerumah kalian. mama akan membantu ngecek kalau ada yang kurang " ucap bu Maryam.


"Kita pulang sekarang ya " ajak Ibu Maryam pada menantu dan putra nya.

__ADS_1


"Baik ma" jawab Fahrizi. Elna hanya diam.


Mereka pun berpamitan pada bu Hanna dan Aisyah. dalam perjalanan pulang Elna duduk di depan samping fahrizi. sepanjang perjalanan pulang Fahrizi selalu mengengam tangan Elna dengan tangan kiri nya dan tangan kanan megang setir.


__ADS_2