Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Makan siang bareng


__ADS_3

Genap satu minggu Elna pulang ke rumah paskah melahirkan. Kini hari - hari Elna nyaris semua nya tersita untuk sang putra tecinta. Selain mengurus baby Axel.


Elna juga melakukan pekerjaan rumah terutama memasak. Karena Fahrizi tidak mau makan masakan orang lain jika di rumah selain masakan Elna.


Baby Axel sudah tidur sekitar 30 menit yang lalu. Elna sedang di dapur menyiapkan bahan masakan untuk menu makan malam. Tiba-tiba bel pintu berbunyi


"Bibi tolong dong buka pintu nya lihat siapa yang datang " ujar Elna.


"Baik bu" jawab bibi lalu berjalan ke pintu.


Ceklek (pintu di buka )


"Assalammu'alaikum...bi" ujar Aisyah.


"Wa'alaikumsalam.... Neng" jawab bi Wati.


"Kak Elna nya ada bi? tanya Aisyah.


"Ada neng silakan masuk. Ibu sedang di dapur " ujar bi Wati.


"Baik bi terima kasih " ujar Aisyah.


"Sama-sama neng" ujar bi Wati.


Aisyah menuju dapur untuk menemui kakak nya.


"Assalammu'alaikum...Kak... " ujar Aisyah.


"Wa'alaikumsalam... dek " jawab Elna sambil berjalan menghampiri adik nya. Lalu mereka berpelukan.

__ADS_1


"Kakak apa kabar ? tanya Aisyah.


"Alhamdulillah baik dek. Kamu gimana sehat juga kan tanya Elna.


"Alhamdulillah kak! jawab Aisyah lagi.


"Kak ini ada titipan ibu untuk cucu nya kata ibu" ujar Aisyah.


"Terima kasih dek. Apa kabar bapak sama ibu dek? tanya Elna.


"Alhamdulillah bapak sama ibu sehat kak " jawab Aisyah.


"Syukur Alhamdulillah dek kalau bapak sama ibu sehat " ujar Elna.


"Ayo dek duduk " ajak Elna.


"Aish mau lihat Axel aja Kak " ujar Aisyah.


Mereka pun naik ke atas menuju kamar Axel.


"Dek kapan bapak mau menjenguk Aish " tanya Elna


Aish terdiam sejenak. Dia ragu antara jujur dan berbohong. Kalau dia jujur saat ini ada bapak sama ibu menjenguk nya. Dia takut Kakak nya sedih karena tidak berkunjung ke rumah nya. Kalau dia bohong rasa nya tidak tega sama kakak nya itu.


"Mungkin lebih baik berbohong demi menjaga perasaan nya kak Elna " batin Aisyah.


"Belum tahu kak. Mungkin awal bulan " jawab Aisyah.


"Dek jika bapak datang kasih tahu kakak ya. Kakak rindu sama bapak " ujar Elna.

__ADS_1


"Iya kak " jawab Aish.


"Ma'af kan Aish kak karena telah berbohong pada kakak " batin Aisyah.


"Assalammu'alaikum.... Ganteng " ujar Aisyah sambil menunduk ke dalam box baby Axel.


"Wa'alaikumsalam..., bibi jawab Elna menggantikan baby Axel yang belum bisa bicara tersebut.


"Kamu ganteng banget sayang" ujar Aisyah.


"Dek makan siang di rumah aja ya " ajak Elna.


"Ma'af kak. Aish nggak bisa karena Aish ada janji mau makan bareng " ujar Aisyah.


"Yaaa dek " ujar Elna.


"Sekali lagi ma'af ya kak " ujar Aisyah.


" Nggak apa -apa dek kan bisa lain kali " ujar Elna.


"Kakak kalau begitu Aisyah pamit dulu ya " ujar Aisyah.


"Iya dek hati - hati " jawab Elna.


Aisyah pun bergegas pulang. Karena sebentar lagi waktu sholat Zuhur dan makan siang.


Sesampai nya di kostan nya Aisyah lanngsung naik ke atas menemui bapak, Ibu dan adik nya.


Ini pak bu, Elna sudah membeli nasi untuk kita makan siang " ujar Aisyah

__ADS_1


" Iya nak. " ujar ibu dan bapak bersamaan.


Mereka makan siang bareng. Waktu seperti ini lah yang sering membuat Aisyah kangen rumah.


__ADS_2