Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Kegiatan di pagi hari


__ADS_3

"Ya sudah kalau begitu kita tidur yuk! ajak Fahrizi.


Elna tersenyum sambil menarik selimut nya. Mereka pun tidur tanpa melakukan runitas biasa nya.


Ke esokan pagi nya. Elna bangun pagi-pagi sekali sebelum waktu subuh Elna sudah di dapur bersama bi Wati.


Mereka membuat sarapan. Elna sengaja bagun sebelum mama Maryam bangun karena Elna takut mama Maryam melarang Elna untuk memasak.


Pada hal Elna selalu ingin bisa menyiapkan semua keperluan suami nya sendiri. Terutama dalam hal makanan dan pakaian.


Selesai membuat sarapan Elna kembali ke kamar. Kebetulan bentar lagi subuh. Elna langsung mandi.setelah mandi Elna membangunkan suami nya.


"Mas...., bangun bentar lagi subuh" ujar Elna.


"Mmmm..., Jawab Fahrizi tidak bergerak dari posisi nya.


"Mas..., bangun ! ujar Elna


Fahrizi tetap diam aja. Elna tahu cara cepat membangun kan suami nya itu.


"Cuuuup" Elna mendarat kan kecupan singkat di bibir suami nya.


Benar saja Fahrizi langsung membuka mata dan menarik Elna ke dalam pelukan nya.


"Dek jangan mancing mas. Kalau mas menginginkan nya bagai mana? ujar Fahrizi.


"Ini udah mau subuh mas..., Mandi sana kita subuh berjama'ah" ujar Elna


"Iya sayang. Tapi mas mau! rengek Fahrizi.


"Udah nggak ada waktu mas. Buruan mandi. Elna tunggu di musholah ya sama mama dan Dinda juga " ujar Elna sambil keluar kamar.


"Dek turun nya sama mas aja. Mas mandi dulu" ujar Fahrizi.


"Elna bisa mas. Mas buruan mandi aja. Cepat ya " ujar Elna sambil menuruni tangga.


Dengan malas Fahrizi pun pergi ke kamar mandi.


Elna sudah sampai bawah.


"Mana kak Fahri kak? tanya Dinda pada Elna


"Baru mau mandi dek! jawab Elna


"Kakak ke biasaan deh! ujar Dinda


"Tunggu aja sebentar dek. lagi pula belum adzan kan! Ujar mama Maryam.

__ADS_1


"Iya tapi bentar lagi ini ma waktu nya " jawab Dinda


Benar saja adzan subuh pun berkumandang. Fahrizi turun tangga setengah berlari. Kebetulan musholah rumah ada di sebelah tangga. Jadi Fahrizi tidak perlu banyak membuang waktu.


Mereka pun sholat subuh berjama'ah. Selesai sholat mama Maryam menuju dapur untuk memasak sarapan.


Tapi ternyata semua nya sudah siap. Mama Maryam pun menatap bi Wati dengan sejuta pertanyaan.


Melihat itu Elna buru-buru bersuara.


"Itu bi Wati yang masak ma. Tadi bi Wati itu chat Elna nanya mau masak apa untuk sarapan. Elna suruh aja bibi masak ini dan sekalian Elna kasih tahu cara Elna membuat nya " ujar Elna berbohong.


"Ma ma'af kan Elna karena telah berbohong pada mama.Kalau Elna jujur mama pasti marah pada bibi. pada hal ini bukan salah bibi. tapi kemauan Elna Sendiri " batin Elna


Mereka pun sibuk dengan aktivitas masing-masing.


Mama dan Elna memilih nyiram tanaman. Fahrizi sibuk dengan benda pipih nya. Sementara Dinda kembali ke kamar dan lanjut tidur lagi.


Bi wati lebih memilih menemani kedua majikan nya itu menyiram bunga.


Di kota B


Seorang wanita sedang menikmati kelembutan selimut nya. Dia tertidur pulas di balik selimut nya yang hangat.


Bahkan dia tidak menghirau kan panggilan untuk menunaikan ke wajiban nya sebagai muslim.


Dari kecil dia sudah di manja kan dengan kemewahan. di bebaskan dalam begaul. Sehingga selly terjerumus ke dalam pergaulan bebas.


Bahkan bisa di katakan Selly tidak mengenal aturan agama. Kalau istilah sekarang islam ktp saja.


"Selly...! panggil mama Selly pada putri nya.


"Sel..., bangun sayang mama sama papa mau berangkat ke luar kota untuk beberapa hari " ujar beliau dari balik pintu karena penilik kamar tidak membukakan pintu untuk beliau masuk.


Tetap tidak ada jawaban. Beliau pun turun


kembali ke bawah menemui suami nya.


"Pa. kita harus melakukan sesuatu dong untuk Selly. Kasihan Selly sedih terus " ujar isteri pak Darma.


"Papa juga lagi mikir ma bagai mana cara nya agar bisa menarik Fahrizi untuk masuk ke perusahaan papa. Kalau dia sudah di perusahaan kita. Otomatis dia akan selalu dekat dengan Selly " ujar Pak Darma


" Iya. tapi kapan pa? kasihan Selly kalau begini terus " Jawab isteri pak Darma.


"Papa pikir kan dulu cara nya " ujar Pak Darma lagi.


" Bi titip Selly ya! Kalau dia nanya bilang saya sama bapak keluar kota. untuk beberapa hari " ujar isteri pak Darma pada asisten rumah tangga nya.

__ADS_1


"Baik bu! jawab nya.


Pak Darma dan isteri nya pun pergi.


Setelah merasa orang tua nya sudah pergi Selly turun.


"Bik mau ke mana mereka? tanya Selly pada asisten rumah tangga mereka.


"Keluar kota non. tapi nggak tahu ke mana soal nya. Nyonya sama tuan tidak bilang mau ke mana " jawab beliau.


"Bi hari ini tidak usah masak banyak ya. Masak untuk bibi aja. soal nya aku mau keluar mungkin besok baru pulang " ujar Selly.


"Baik non " jawab beliau lagi.


Selly kembali ke kamar nya dan bersiap - siap untuk pergi.


Dreeet getar ponsel Selly. Selly mengambil ponsel nya lalu membaca chat tersebut.


"Hello honey. Buruan dong Udah nggak sabar ni. I miss you " ujar Fabian


"Sabar honey. aku lagi siap - siap mau berangkat "jawab Selly.


"Oke. bye.... tutup Fabian


"Fahrizi Kamu tidak pernah perduli pada ku. Jangan salah kan aku jika aku melakukan semua ini. Aku hanya manusia biasa Fahri "batin Selly


Sebenarnya Selly kesal dan marah pada Fabian. Atas semua perlakuan Fabian waktu itu. tapi tidak di pungkiri kalau Selly membutuhkan kan belaian kaum adam.


Dia hanya bisa mendapatkan itu dari Fabian. Maka dari itu Selly melupakan rasa kecewa nya pada Fabian.


Setelah siap Selly berangkat menuju kediaman Fabian.Dia mampir di sebuah mini market untuk membeli bahan makanan dan keperluan lain nya.


Setelah merasa cukup Selly melanjutkan perjalanan nya menuju kediaman Fabian.


Sesampai nya di rumah Fabian Selly langsung masuk. Fabian sudah menunggu nya sambil meminum minuman beralkohol.


"Hy sayang "ujar Fabian


"Selly tersenyum.


Fabian bangkit dari duduk menuju Selly lalu menaratkan kecupan di bibir Selly. Di ***** nya penuh hasrat.


Selly yang juga merindukan hal tersebut menyambut nya. Selly balik ******* bibir Fabian.


Fabian mendorong tubuh Selly hingga terjatuh di atas sofa. di lepas nya dress Selly dan pakaian lain nya.


Sehingga mereka berdua polos. Mereka melakukan nya di ruang tamu. sekitar kurang lebih dua jam mereka bertempur akhirnya selesai juga.

__ADS_1


Mereka mencampai puncak nya secara bersama-sama.


__ADS_2