
Mereka pun masuk. Violetta menatap dengan penuh amarah
Lihat saja Fahrizi kamu akan bertekuk lutut pada ku. ucap Violetta kesal.
" Mas kita makan siang dulu yuk. aku dah masak buat mas" ucap Elna.
" Oke. mas juga dah lapar. " jawab Fahrizi
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Waktu terus berjalan kini Dinda dan Lia sudah lulus dengan prestasi yang membanggakan.
Lia sempat tertegun sejenak. Lia ingat sahabat nya Elna.
" Na andai saja kamu masih bersekolah. Tentu saat ini kamu juga merasa kan kebahagian yang sama seperti kami. " batin Lia.
" Hai kamu kenapa si ia bengong dari tadi? tanya Dinda
" Nggak apa - apa kok. Aku ingat aja sama Elna " jawab Lia jujur.
" Udahlah ngapain sih. Orang dia juga dah bahagia kok sekarang " jawab Dinda
" Syukur lah kalau Elna bahagia. Oh ya Din aku boleh main kerumah kamu nggak? aku rindu sama Elna. " ujar Lia.
" Kakak sama Elna udah nggak tinggal sama aku dan mama lagi.
Mereka udah lama pindah kerumah kakak yang ada di perumahan " Green Resort " ucap Dinda.
" Oh. kita main yuk. aku kangen bangat nie sama Elna " ujar Lia.
" Kamu aja deh. aku ada kerjaan habis ini. Nanti aku Sher lokasi nya" jawab Dinda.
"Oke" jawab Lia.
Sebenar nya Dinda bukan ada kerjaan tapi dia memang tidak mau pergi ketemu Elna.
Setelah semua acara di sekolah selesai. Lia pergi kerumah sahabat nya Elna.
Lia sudah sangat merindukan sahabat nya satu itu.
Sekitar 45 menit Lia stop di depan sebuah rumah berlantai dua. Rumah itu terlihat begitu nyaman.
Lia menekan bel pagar. di rumah itu memang tidak mengunakan jasa satpam.
Hanya ada pembantu tukang kebun itu pun tidak menginap hanya pulang pergi.
Lia menekan bel beberapa kali sampai sang pemilik rumah keluar dan membukakan pintu.
Elna berjalan buru-buru menuju pintu pagar. Lalu membuka nya.
Elna terdiam sejenak merasa tidak percaya apa yang di lihat nya.
" Liaaa" ucap Elna sambil menghambur memeluk Lia.
" Elna. aku kangen! " seru Lia.
" Aku juga kangen " balas Elna.
"Apa kamu nggak mau ngajak aku masuk? " tanya Lia.
" Oh ya ma'af. aku lupa. ayo kita masuk ajak Elna.
Mereka pun masuk. Elna membuatkan minuman dan membawa cemilan untuk Lia. Mereka ngobrol di ruang tamu.
" Na' jam berapa biasa kak Fahrizi pulang Kantor? tanya Lia.
" Biasa nya pukul 17.00 wib udah di rumah kok setiap hari nya" jawab Elna.
" Kamu nggak kesepian sendiri terus di rumah" tanya Lia lagi.
" Udah biasa kok. Paling aku nyibukan diri dengan kegiatan rumah.
Masak, beres-beres. Terkadang main ke Kantor nya mas kalau aku bosan di rumah.
" Mas siapa Na' maksud kamu? tanya Lia.
Elna tersenyum. Dia lupa kalau sebelum nya Elna juga manggil Fahrizi dengan sebutan kakak.
" Kak Fahrizi maksud ku " ujar Elna
" Oh jadi sekarang manggil nya mas bukan kakak lagi! tapi itu kedengaran lebih bagus "ujar Lia sambil tersenyum mengoda.
Elna hanya tersenyum menanggapi godaan sahabat nya itu.
" Ia kita makan siang yuk. Kamu juga belum makan siang kan ? tanya Elna
__ADS_1
" Boleh kebetulan. aku memang belum makan siang " ujar Lia
Mereka pun menuju ruang makan.
Saat Elna sedang sibuk menyiapkan makan siang tiba-tiba hp nya berdering.
Elna buru - buru mengambil hp nya. Ternyata itu panggilan video dari Fahrizi.
Elna mengeser layar ponsel nya.
" Assalammu'alaikum... mas " ucap Elna
" Wa'alaikumsalam..., Adek udah makan ?tanya Fahrizi
" Ini baru mau makan mas. Mas coba tebak aku lg sama siapa? ucap Elna.
" Emang ada siapa sayang? tanya Fahrizi penasaran
" Taraaa. Elna mengara kan ponsel ke wajah Lia.
" Oooh Lia...
" Apa kabar ia ? sapa Fahrizi.
" Alhmdllh baik kak" jawab Lia.
" Ya udah kalian makan dulu. Mas juga mau makan siang ni " ujar Fahrizi
" Iya mas. Assalammu'alaikum.. " ucap Elna
"Wa'alaikumsalam... sayang " ucap Fahrizi mengakhiri panggilan video nya.
" Na' kenapa kamu nggak ngajak Aisyah tinggal sama kamu aja " ucap Lia
" Aisyah nggak mau Ia'. Karena terlalu jauh kesekolah kata nya.
" Iya juga sih" jawab Lia.
" Na' sih Dinda nggak pernah kesini ya?
tanya Lia.
" Nggak " jawab Elna singkat.
" Kamu benaran mau tau ? tanya Elna
" Iya " jawab Lia meyakinkan
Elna pun bercerita tentang semua yang sebenar nya terjadi.
Lia sempat syok Karena tidak percaya dengan apa yang di lakukan Dinda pada Elna.
" Na' aku nggak nyangka Dinda sejahat itu sama kamu.
Aku pikir kalian nggak akur karena Dinda nggak setujuh kamu nikah sama kakak nya.
Ternyata ada masalah lain. pantasan Dinda nggak mau aku ajak ketemu kamu" jawab Lia.
Elna hanya tersenyum kecut.
"Na' dah sore ni. aku pulang dulu ya" ucap Lia.
" Iya deh. Kamu hati-hati ya. Lain Kali main lagi " ucap Elna.
Elna pun mengantarkan Lia sampai pintu pagar.
" Bye na'! seru Lia.
" Bye... " jawab Elna
Sebentar lagi jam Fahrizi pulang Kantor. Elna pun sudah menyiapkan semua kebutuhan Fahrizi.
Seperti baju ganti sampai teh hangat sudah tersedia.
Lalu Elna mandi. Merasa sudah siap semua Elna menunggu Fahrizi di teras.
Tidak lama yang di tunggu pulang juga.
Elna membuka kan gerbang untuk suami nya.
Elna baru mau dorong pintu gerbang Fahrizi turun dan bilang.
" Sayang nggak usah. mas aja" ucap Fahrizi.
Fahrizi mendorong pintu gerbang lalu kembali ke Mobil dan membawa mobil nya masuk.
__ADS_1
" Sayang mas aja yang tutup.
" Iya mas. " jawab Elna.
Fahrizi markir Mobil nya lalu kembali menutup pintu gerbang.
Mereka masuk kerumah. Elna membawakan tas kerja Fahrizi.
" Mas mau mandi biar ku siap kan air hangat nya. " ucap Elna
" Nanti aja dek. Mas mau olaraga sebentar " jawab Fahrizi.
" Baik mas. Mas minum dulu teh nya. nanti keburu dingin.
" Iya Sayaaaaangg. mas ganti baju dulu.
Fahrizi menuju kamar. Dia menganti pakaian dengan pakaian olaraga.
Memakai pakaian olaraga seperti itu membuat Fahrizi semangkin terlihat gaga.
Fahrizi turun lalu menghampiri isteri nya untuk minum teh.
" Mas mau olaraga di mana? tanya Elna
" Di rumah aja sayang. yuk temani mas olaraga" ajak Fahrizi.
Fahrizi dan Elna menuju ruang gim. ya walau pun tidak terlalu lengkap tapi cukup lah untuk mencari keringat
Setelah hampir satu Jam mereka di ruang gim. Mereka pun sudah bermandikan keringat.
Elna yang terbilang jarang olaraga sudah merasa capek dan gerah. Elna pun melepas jaket nya hanya menyisakan tang top saja.
Elna yang hanya mengunakan tang top terlihat sangat cantik dan sexy bermandikan keringat seperti itu.
Pemandangan itu tentu membangkitkan jiwa lelaki Fahrizi.
Dia mendekat pada isteri nya lalu berbisik.
" Sayang kamu harus tanggung jawab " bisik Fahrizi.
" Tanggung jawab apa mas? tanya Elna polos
" Adek sudah membangunkan Fahrizi kecil di bawah sana " ucap Fahrizi
Sambil memeluk Elna dari belakang. Lalu Fahrizi memutar tubuh Elna untuk menghadap nya.
Fahrizi ******* bibir indah isteri nya. Elna pun membalas ******* suami nya.
Fahrizi mulai nakal kini bibir nya mulai menjelaja gunung kembar isteri nya di hisap nya puncak kecoklatan itu.
Sehingga membuat Elna mendesa. Elna menjambak rambut Fahrizi Karena nahan hasrat nya yang mulai menuntut.
Fahrizi menyadari itu. Dia tahu apa yang di inginkan isteri nya.
Fahrizi mengangkat tubuh Elna dan membawak nya ke kamar tidur dan membaringkan Elna di kasur.
Pergulatan pun belanjut. Fahrizi semangkin menggila.
Di lepas nya semua pakaian isteri nya tanpa menyisakan sehelai benang pun.
Tubuh mulus Elna terpampang jelas. Fahrizi kembali menghujami isteri nya dengan kecupan. Membuat banyak jejak kepemilikan di tubuh isteri nya.
Elna menikmati setiap sentuhan suami nya. Bahkan kini dia mulai agresif.
Fahrizi menyukai itu. Fahrizi pun semangkin memberikan sentuhan yang membuat isteri kecil nya semangkin terbuai.
Elna sudah tidak bisa menahan lagi. Dia mendesa meminta suami nya untuk segera melakukan nya.
Fahrizi mulai mendorongkan senjata nya masuk. Elna sedikit menjerit lalu mengigit pundak suami nya.
Fahrizi membiarkan itu. Fahrizi sadar wajar isteri nya selalu merasakan sakit setiap kali itu.
Karena selain isteri nya masih terbilang kecil. Senjata nya pun memang memiliki ukuran di atas rata-rata.
Fahrizi melakukan nya dengan perlahan lahan.
Dia sangat takut setiap melakukan itu menyakiti isteri nya.
Walau pun sakit Elna menikmati nya. Melihat isteri nya menikmati itu Fahrizi pun mulai memacu gerakan nya sedikit lincah.
Elna merintih, mendesa membuat Fahrizi semangkin terpacu. samapi akhir nya mereka mencapai puncak nya secara bersamaan.
Elna merasakan sesuatu yang hangat mengalir ke dalam rahim nya.
__ADS_1