
Pagi - pagi sekali Elna sudah terbangun. saat Elna bangun dia tidak menemukan suami nya Fahrizi. Begitu pun mama dan Dinda semua sudah tidak ada di kamar itu.
"Kemana mas Fahrizi, mama sama Dinda ya. Apa mereka semua pulang? batin Elna.
Tiba-tiba pintu kamar di buka ternyata yang datang suami, mertua dan ipar nya Elna.
"Selamat pagi sayang! " ujar Fahrizi.
" Pagi mas! " jawab Elna.
" Pagi Kak! " Sapa Dinda
" Pagi juga dek" Jawab Elna.
"Sayang gimana. Apa Elna merasa baikan sekarang? tanya mama Maryam.
" Iya Ma. Elna udah nggak merasa kan apa-apa lagi " jawab Elna.
"Mas.., Elna boleh pulang kan hari ini? Elna bosan di rumah sakit " ujar Elna.
"Kita lihat nanti ya dek! kalau kata dokter adek boleh pulang. Kita pulang. Tapi kalau kata dokter belum. Ya belum. Karena dokter tahu yang terbaik untuk pasien nya" jawab Fahrizi.
Elna tersenyum. Lalu berkata
__ADS_1
"Mas..., Elna ingin sarapan nasi goreng" ujar Elna.
"Oke. Adek tunggu mas akan belikan nasi goreng nya ya " ujar Fahrizi.
" Elna mau nya buatan mas. Bukan beli " ujar Elna.
"Tapi mas nggak pintar masak sayang. Nanti rasa nya nggak enak " ujar Fahrizi.
"Kak ini permintaan isteri kamu loh! isteri kakak itu lagi hamil. Dia ngidam masakan kakak kalau nggak di masakan nanti ngiler loh dedek nya" ujar mama.
"Kakak mau loh ma masakan nya tapi takut nya nanti dek Elna tersiksa makan nya" jawab Fahrizi.
"Sudah nggak ada alasan. Pokok nya sekarang kakak pulang dan buatkan nasi goreng untuk kak Elna" titah mama.
"Oke kalau begitu kita ke kantin rumah sakit sekarang " ujar mama Maryam.
Mereka pun menuju kantin rumah sakit. Sesampai di kantin rumah sakit mama Maryam menemui pihak kantin dan menyampaikan apa yang di inginkan menantu nya yang sedang hamil itu.
Pemilik kantin pun tidak keberatan. Dengan suka rela pemilik kantin menyediakan semua keperluan Fahrizi untuk memasak nasi goreng.
Dengan hati - hati Fahrizi memulai memasak nasi goreng. Walau pun Fahrizi tidak terlalu pintar memasak tapi dia berusaha agar Elna menyukai rasa nya.
"Semangat kak ! ujar Dinda
__ADS_1
Fahrizi hanya tersenyum. Sambil mengaduk nasi goreng nya.
Sebenar nya Fahrizi dulu sering memasak .Saat mama Maryam belum pulang kerja tiba-tiba Dinda lapar mau makan. Nggak mau makanan di luar.
Fahrizi lah yang terpaksa memasakan makanan untuk Dinda.
Hanya saja sejak Dinda mulai besar Dinda sering memasak sendiri jika mama telat pulang dan belum masak.
Atau memang masakan mama kurang selera di mereka.
Sekitar 15 menit Nasi goreng buatan Fahrizi pun siap.
"Tuan putri silakan di cicipi masakan ini saya buat kusus untuk tuan putri " ujar Fahrizi sambil sedikit membungkuk layak nya seorang pelayan melayani tuan nya.
Elna dengan santai nya mencicipi nasi goreng tersebut.
"Waaah ini enak sekali ma! ujar Elna berbinar-binar.
Tanpa memperdulikan Fahrizi yang terus berdiri dengan tangan satu di belakang dan yang satu nya di depan sambil menunduk seolah menunggu pujian dari tuan putri nya.
"Mas kenapa masih berdiri. Sini kita sarapan sama-sama. Masakan mas enak banget mas! ujar Elna.
Akhir nya mereka pun makan nasi goreng bersama - sama termasuk ibu kantin juga ikut karena permintaan si bumil Elna.
__ADS_1