Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Mama is the best


__ADS_3

Elna kembali memeluk suami nya.


"Ya allah jika engkau mengizinkan, maka biar kan dia tetap di samping ku sampai engkau mengambil kembali ruh ini. " batin Elna sambil mempererat pelukan nya pada Fahrizi suami nya.


Mama Maryam tetap diam pada tempatnya. Beliau membiarkan pasangan yang baru saja menjadi orang tua tersebut untuk saling transfer arti kebersamaan.


Fahrizi dan Elna pun hampir lupa kalau ada mama dan baby Axel di dalam kamar tersebut selain mereka.


Elna melepaskan pelukan nya.


"Mas Elna lapar" ujar Elna.


Fahrizi belum sempat jawab. Mama Maryam sudah menghampiri mereka dangan sederet rantang di tangan beliau.


"Ini makanan sudah siap " ujar mama.


"Kak seklian makan juga. Mama juga masak makanan kesukaan kakak dendeng balado" ujar mama.


"Mama memang is the best deh pokoknya" ujar Fahrizi.


"Udah buruan makan nanti keburu dingin " ujar mama.


Fahrizi pun makan dengan lahap. Sementara mama menyuapi Elna. Sebenar nya. Elna mau makan sendiri tapi mama bilang mama aja yang nyuapi nya. Elna pun menuruti ke inginan mama mertua nya.


"Kak kalau lagi menyusui itu makan sayur harus di banyakkan. Terutama sayuran hijau.Santan juga sangat bagus untuk ibu menyusui supaya kualitas Asi nya bagus. Tapi jangan lupa juga ikan, ayam, sekali - sekali daging " ujar mama.


Elna mendengar kan secara seksama apa yang di bilang mama mertua nya.


Selain sayuran. Buah - buahan juga perlu. satu lagi jangan lupa minum susu " ujar mama.


"Anak laki-laki itu makan nya kuat. Jadi kakak juga harus kuat makan supaya dedek nya tidak kekurangan makanan " ujar mama.


"Iya Ma. " jawab Elna.


"Jangan takut gemuk di masa menyusui. Nanti mama ajari bagai mana cara nya agar tetap langsing walau pun banyak makan " ujar mama.


Elna tersenyum mendengar ocehan mertua nya.


Hingga makan selesai mama terus aja mengajari Elna berbagai macam yang harus di lakukan seorang ibu.


"Ma.., Dinda mana? tanya Fahrizi


"Di rumah kata nya ada kerjaan kantor yang harus di selesaikan nya malam ini juga " jawab mama.


"Kalau begitu, mama nggak bisa nginap di rumah sakit ma " ujar Fahrizi.


"Mama nginap kok. Dinda ada teman kantor nya nginap di rumah " jawab mama.

__ADS_1


"Ooh " ujar Fahrizi.


Kakak kalau ngantuk tidur aja biar mama yang jaga cucu mama. Nanti kalau dia lapar biar mama banguni kakak untuk memberi ASI " ujar mama.


"lya Ma. Elna ngantuk berat rasa nya " ujar Elna.


"Ya udah kakak tidur " ujar mama sambil menarik selimut Elna hingga sedada.


Kemudian beliau mengangkat cucu nya untuk di tidur kan ke dalam box kembali. Supaya Elna leluasa bergerak.


Setelah baby Axel dalam box. Mama duduk di samping box dengan sebuah kursi lalu membaca alqur'an.


Baby Axel pun tidur dengan pulas. Kelihatan sekali kalau dia menyukai lantunan ayat suci alqur'an yang di baca oleh nenek nya itu.


Setelah merasa cukup mama Maryam pun mengelar kasur angin nya. Beliau meletakkan kasur itu di dekat box baby Axel. Mama sengaja tidur di dekat box jadi saat baby Axel terbangun mama mengetahui nya.


Mama tertidur hingga pukul 2 dini hari. Mama melihat baby Axel masih tertidur pulas. Mama khawatir baby lapar akhirnya mama membangun kan Elna untuk memberi ASI.


Elna pun segera bangun. Mama membawa baby Axel ke ranjang Elna untuk di susui. Benar saja begitu ****** susu Elna nempel di bibir nya langsung di hisap nya dengan kuat.


"Sayang mama lapar ya nak. Ma'af kan mama karena tidur terlalu pulas " ujar Elna sambil membelai rambut putra nya.


"Kak tadi mama sudah siap kan susu hangat untuk kakak setelah menyusui minum ya. Mama mau sholat tahajud dulu " ujar mama.


"Iya Ma. terima kasih " ujar Elna.


Setelah menyusui baby Axel. Elna minum susu yang di siapkan mama mertua nya.


Setelah itu Elna kembali tidur dengan memeluk baby Axel. Saat mama selesai sholat mama melihat Elna tidur dengan memeluk baby Axel.


Mama membiarkan nya. Lalu mama mengambil kasur dan tidur di samping ranjang Elna.


Berjaga-jaga kalau Axel terbangun. Dan Elna tidak mendengar nya. Mama memaklumi nya karena Elna belum terbiasa.


Menjelang subuh Elna terbangun. Saat terbangun Elna melihat putra kecil nya masih tidur. Elna melihat ke sofa mencari keberadaan suami nya.


Namun ternyata Fahrizi sudah bangun tengah melaksanakan sholat subuh berjama'ah bersama mama nya.


Elna tetap dengan posisi nya. Selesai sholat Fahrizi menghampiri anak dan isteri nya.


"Selamat pagi jagoan Abi" ujar nya lalu mendarat kan kecupan di kening si baby.


Elna pura-pura masih tidur.


Fahrizi mendekat ke pada Elna. Lalu berbisik


"Selamat pagi bidadari Abi "ujar nya tidak lupa Fahri juga mendarat kan kecupan singkat di bibir Elna.

__ADS_1


Reflek Elna membuka mata nya karena kaget dan malu. Karena di kamar itu juga ada mama mertua nya.


"Mas....,! ujar Elna.


"Apa sayang " jawab Fahrizi santai.


"Mas ini. Ada mama kok cium - cium sih " ujar Elna dengan muka merah karena malu.


"Memang nya kenapa kalau ada mama. Kan halal dek" ujar Fahrizi.


"Halal si halal mas. Tapi nggak di depan mama juga" ujar Elna.


"Nggak apa-apa kak. Mama pernah muda juga kok" ujar mama sambil tersenyum.


"Kak.., Mama pulang dulu ya. Nanti siang pulang dari sekolah mama kerumah sakit lagi " ujar mama berpamitan pada Elna.


"Cucu nenek jangan nakal ya. Nenek kerja dulu " ujar mama Maryam pada cucu nya yang masih terlelap.


"Ma Fahri antar ya" ujar Fahrizi.


"Nggak usah nak. Mama kan bawa motor. Kalau kakak antar gimana motor mama. kalau di tinggal di rumah sakit. Mama susah berangkat sekolah nya" ujar mama.


"Ya udah kalau begitu mama hati -hati ya. jangan ngebut " ujar Fahrizi.


"Iya jawab mama sambil tersenyum.


"Assalammu'alaikum.... " ujar mama.


"Wa'alaikumsalam..., " jawab Fahrizi dan Elna.


Sebelum pulang ke rumah. Mama mampir terlebih dahulu ke rumah Fahrizi dan Elna.


Mama memberi tahu bi Wati. Untuk membersihkan kamar Elna dan juga kamar baby Axel. Yang sudah sejak beberapa bulan yang lalu di siapkan. Mama tidak mau saat cucu nya pulang ke rumah Semua nya belum siap.


"Bi tolong pasti kan jangan sampai ada debu sedikit pun. Soal nya kulit bayi itu masih sangat sensitif " ujar mama.


"Baik bu. akan saya bersih kan semua" jawab bi Wati.


bi Wati pun membersihkan kedua kamar yang di suruh mama tadi. Ganti gorden, ganti seperai bahkan ambal di kamar Elna pun di ganti sama mama.


" Semoga tuan kecil nyaman dengan kamar ini" ujar bi Wati setelah membereskan kamar baby Axel.



Setelah memastikan semua nya beres mama baru pulang ke rumah beliau sendiri. Sebelum pulang mama juga menyuruh bi Wati memasak untuk Elna.


"Bi kalau ada. tolong masakan jantung pisang ya. Jangan lupa masak nya pakai santan. Terus masakan daging rica-rica tapi jangan pedas " ujar mama.

__ADS_1


"Baik bu" jawab bi Wati.


__ADS_2