Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Rian Jatuh Cinta


__ADS_3

Fahrizi tidak memperdulikan ucapan Dinda. Dia tetap nempel di pundak Elna. Sambil senyum - senyum.


"Ih kakak malu dong sama umur dah tua juga. Masih aja manja" ujar Dinda.


"Biarin.Orang kakak manja sama isteri kakak sendiri " jawab Fahrizi.


"Maka nya buruan cari jodoh biar nggak iri sama orang " ujar Fahrizi.


"Siapa juga yang iri. Orang Dinda hanya mengingatkan " ujar Dinda manyun.


"Sudah-sudah sekarang kita makan dulu. mama masak tadi di rumah " ujar mama.


"Elna mau makan masakan mama" ujar Elna.


"Iya sayang. Mas suapin ya" ujar Fahrizi.


"Nggak usah mas. Elna bisa makan sendiri. biar mas juga bisa makan " ujar Elna.


"Nggak apa-apa. Mas belum lapar. Nanti kalau adek sudah makan baru mas makan" ujar Fahrizi.


Karena tidak mau berdebat dengan Fahrizi. Akhir nya Elna pun mau di suapi oleh Fahrizi suami nya.


Mereka pun makan bareng. Fahrizi dengan telaten menyuapi isteri nya. Mama Maryam sangat senang menyaksikan pemandangan itu. Beliau tersenyum melihat kebahagiaan anak nya Fahrizi.


Setelah makan mereka tetap berada dalam kamar rawat Elna. Karena memang kamar rawat Elna cukup luas. Mama sibuk bercengkerama dengan anak mantu nya. Sementara Dinda berbaring di sofa berselonjor kaki.


Tiba-tiba pintu di ketuk.


"Selamat malam semua " ujar Dokter Anton


"Malam dok " jawab Mama, Elna dan Fahrizi ramah.


"Waaah. bu Elna sudah kelihatan segar banget " ujar Dokter Anton


"Iya. Alhamdulillah dok" jawab mama Maryam.


"Jika malam ini tidak ada keluhan. Besok boleh pulang" ujar dokter Anton


"Yang benar dok? ujar Elna berbinar-binar karena senang.


"Iya. Tapi jika nggak ada keluhan ya" ujar dokter Anton lagi.


Mama Maryam tersenyum menatap Elna sambil memegang tangan Elna.


"Makasih ya dokter " ujar Fahrizi menyalami dokter Anton.


"Sama -sama Pak" jawab dokter Anton.


Fahrizi menghampiri Elna. Di genggam nya tangan Elna. Dia kecup punggung tangan isteri kecil nya.


Mama Maryam berdiri meninggal kan ranjang Elna. Mama Maryam memberikan waktu untuk pasangan muda itu berdua.


Fahrizi sudah tidak sabar ingin membawa pulang isteri nya. Begitu juga dengan Elna. Dia sudah sangat merindukan rumah mereka.


Di sebuah Mall


"Awww " rintih Aisyah karena dia di tabrak seseorang yang sedang buru-buru.


"Ma'af! Tidak sengaja. Saya buru-buru" ujar nya.


Aisyah tidak menoleh dia masih memegang kaki nya yang mungkin terkilir karena terjatuh di tabrak orang tersebut.

__ADS_1


"Kaki kamu sakit ? tanya cowok itu


"Iya. seperti nya terkilir ujar Aisyah.


"Kalau begitu boleh saya lihat? tanya nya lagi.


Aisyah diam saja. Sebenar nya dia tidak ingin kaki nya di sentuh laki-laki yang bukan muhrim nya. Tapi jika menolak jangan kan berjalan. Berdiri saja Aisyah tidak bisa.


Melihat Aisyah terdiam si cowok bertanya lagi.


"Bagai mana apa boleh saya lihat " tanya si cowok lagi.


Dengan ragu - ragu Aisyah menggangguk.


Tanpa menunggu lama setelah mendapatkan izin. Si cowok langsung membuka sepatu dan kaos kaki Aisyah.


Setelah kaos kaki di buka Si cowok kaget bercampur kagum melihat kaki munggil dengan jari - jari yang kecil - kecil. Kuku nya bersih bening sedikit pink.


Tanpa sentuhan kutek sedikit pun. Si cowok jadi gagal fokus. Namun dia buru-buru menutupi ke gugupan nya. Dia langsung melihat mata kaki Aisyah. Kaki Aisyah yang putih mulus itu terlihat jelas kebiruan di mata kaki nya.


"Seperti nya kamu memang terkilir. " ujar si cowok.


Tanpa meminta izin cowok itu reflek mengendong Aisyah membawa nya kesebuah ayunan yang ada di dalam mall tersebut. Mendudukkan Aisyah di sana dia lalu mencari minyak hangat untuk mengurut kaki Aisyah.


"Tunggu di sini. Saya akan mencari minyak hangat untuk mengurut kaki mu!" ujar nya


Aisyah hanya mengangguk. Si cowok pergi mencari minyak hangat. tidak lama kemudian dia kembali membawa cerai hangat. Dia mengosokan cream tersebut di mata kaki Aisyah. Lalu mulai memijat nya.


"Tahan ya ini akan terasa sedikit sakit " ujar nya


"Iya" jawab Aisyah.


"Wah dia beruntung banget ya punya cowok setampan itu. Perhatian lagi sama cewek nya. Mau dong di pijat juga" ujar salah seorang pengunjung.


Aisyah dan cowok itu saling tatap. Namun mereka tidak ambil pusing. Mereka membiarkan orang mau berkomentar apa.


Yang penting bagi Aisyah saat ini kaki nya pulih kembali. Setelah beberapa menit kemudian. Si cowok bertanya


"Masih sakit tidak? Coba kamu berdiri titah nya.


Aisyah pun berdiri. Kini kaki nya tidak merasa kan sakit sedikit pun lagi.


"Terima kasih ya Kak. Kaki ku udah nggak sakit lagi " ujar Aisyah.


"Sama-sama " jawab nya.


"Oh ya kak nama ku Aisyah " ujar Aisyah.


"Nama Kakak Rian. " jawab Rian


"Sekali lagi terima kasih ya Kak. Kalau begitu Aisyah pamit dulu " ujar Aisyah sambil berdiri setelah mengenakan kaos kaki dan sepatu nya.


"Oke. Hati -hati " ujar Rian


Aisyah hanya tersenyum. Tiba-tiba ada suara yang memanggil Aisyah.


"Aish " panggil seseorang


Aisyah mencari sumber suara tersebut.


"Kak Dinda! ujar Aisyah.

__ADS_1


"Aish kamu lagi ngapain? tanya Dinda


"Nggak apa-apa kak. Lagi cari keperluan magang" ujar Aisyah.


"Oooh. Kamu lama nggak main kerumah kak Elna. Main yuk "ajak Dinda.


"Udah malam Kak. Nanti aja pas hari libur " ujar Aisyah.


"Oh iya nggak apa-apa. Kalau kamu punya waktu main ya ke rumah Kak Elna. Kak Elna pasti senang " ujar Dinda.


Rian dari kejauhan memperhatikan mereka.


"Ternyata dia adik nya Elna isteri nya Fahrizi. Pantas aja cantik nya agak sedikit mirip. tapi beda nya Aisyah periang. sementara Elna sedikit pendiam." batin Rian.


Rian meninggal kan dua gadis tersebut. Dia membayar belanjaan nya dan pulang.


Begitu pun dengan Aisyah dia mengambil keranjang belanjaan nya yang tadi sempat dia tinggal kan karena kaki nya sakit .


Aisyah menuju kasir dan membayar belanjaan nya.


Dalam perjalanan pulang Rian kembali teringat akan Aisyah.


"Kalau dia adik nya Elna. Apa mungkin dia juga paket komplit seperti Elna" batin Rian


Pikiran Rian terus bertualang memikirkan Aisyah. Gadis cantik periang dan berhijab tersebut.


Sesampai nya di rumah sakit Rian langsung menemui ibu nya.


"Assalammu'alaikum..., ujar Rian


"Wa'alaikumsalam..., jawab Umi nya Rian


"Kata nya sebentar! Kok lama? tanya Umi pada Rian.


"Tadi tidak sengaja Rian nabrak cewek mi" ujar Rian.


"Apaaa? nabrak lalu dimana dan bagaimana keadaan cewek itu sekarang " tanya Umi.


"Dia baik-baik aja mi. Mungkin sekarang sudah di rumah nya " jawab Rian santai.


"Kok mungkin si ian. Emang kamu nggak tanggung jawab. ngobati nya antar dia pulang. kamu tidak melakukan itu? tanya Umi.


"Udah mi. udah Rian obatin kaki nya yang indah itu " ujar Rian keceplosan.


"Apa? Indah maksud kamu apa sih? tanya Umi.


"Eh nggak mi. Tadi Rian itu urut kaki nya yang terkilir karena Rian tabrak. " ujar Rian.


"Terus kaki nya indah gitu " ujar Umi.


"Iya mi. Kaki nya indah banget mi. Kuku nya cantik tanpa polesan kutek sedikit pun " ujar Rian tanpa sadar.


Umi tersenyum mendengar ucapan Rian.


"Umi senang banget ian mudah-mudahan cewek itu bisa membuat Rian jatuh cinta " batin Umi.


"Kok Umi senyum - senyum sendiri? tanya Rian


"Umi senang seperti nya anak Umi sedang jatuh cinta " jawab Umi.


Muka Rian kemerahan karena malu sama Umi nya.

__ADS_1


__ADS_2