Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Elna Kangen Rumah


__ADS_3

Di dalam perjalanan menuju hotel pak Darma menelepon seseorang.


"Iya tuan apa yang harus saya lakukan? tanya suara dari seberang.


"Kamu awasi terus perkembangan isteri nya Fahrizi " ujar Pak Darma.


"Baik tuan " jawab nya lagi.


Pak Darma menyewa seseorang untuk mengawasi Fahrizi dan keluarga nya.


Setelah menelpo orang suruhan nya Pak Darma dan isteri langsung ke bandara untuk kembali ke kota B.


Di Kota B


Selly baru saja selesai mandi. Dia hanya mengenakan kimono mandi. Berdiri di pintu balkon hotel melihat keluar sambil memegang satu gelas minuman alkohol.


Tiba - tiba tangan kekar melingkar di perut nya. Selly diam saja. Tangan itu mulai menyelusuri tempat - tempat sensitif milik Selly. Selly mengeliat merasakan sensasi dari sentuhan-sentuhan tersebut.


Pemilik tangan mulai bermain dengan lidah nya di jilat nya daun telinga Selly membuat Selly memutar tubuh nya menghadap pemilik tangan tersebut.


Mendapatkan sambutan membuat Fabian semakin mengila di buka nya kimono milik Selly sehingga terpampang dengan jelas semuanya.


Di gendong Fabian tubuh polos itu di bawa nya ke tempat tidur. di baringkan nya lalu di kukung nya. Fabian mulai menghujami seluruh tubuh Selly dengan kecupan. Di hisap nya puncak kecokelatan itu.


Membuat Selly semakin menuntut. Selly mendesah merasakan kenikmatan yang membelenguh diri nya.


Fabian sangat memahami Selly. Fabian menancapkan senjata pusaka nya membuat Selly menjerit dalam kenikmatan.


Mendengar jeritan dan ******* sexy Selly Fabian semakin terpacu. Di hentakan nya berkali - kali senjata nya. Membuat Selly benar-benar kewalahan menghadapi serangan dari Fabian.


Fabian sangat pandai membuat Selly bergairah. Setiap Selly mulai pasrah di hisap nya kembali puncak kecokelatan itu membuat Selly kembali bergairah.


Kelemahan Selly adalah gunung kembar nya. Jika itu tersentuh dia tidak akan bisa nolak untuk melakukan lebih.


Hampir dua jam mereka bertempur dengan sengit sampai akhirnya mereka sama-sama tumbang.


Fabian berbaring sambil memeluk tubuh polos Selly lalu berkata


"Sayang makasih ya sarapan nya. Sungguh menu yang nikmat " ujar Fabian.


Selly hanya terdiam. Setiap dia habis melakukan itu sama Fabian Selly selalu ingat akan Fahrizi.


Selly sangat mencintai Fahrizi. Bahkan kini Selly tidak tahu apakah dia masih mencintai Fabian atau tidak. Dia melakukan itu bersama Fabian adalah bentuk protes nya terhadap Fahrizi.


Karena Fahrizi tidak pernah memberikan itu kepada nya.


Fabian mengeratkan pelukan nya sambil berkata.


"Kamu kenapa? kok diam mikirin direktur itu ya? udah lah hanya aku yang mencintai dan mengerti kamu. Nikmati aja yang ada " ujar Fabian.


Selly berbalik menghadap Fabian. Aku mau pulang ke rumah karena malam ini mama sama papa pulang " ujar Selly.

__ADS_1


"Oke. Aku akan mengantar kamu pulang " ujar Fabian.


"Tidak usah. Aku pulang sendiri aja. aku kan bawa mobil" ujar Selly.


"Ya sudah kamu hati-hati ya sayang " ujar Fabian sambil mendarat kan kecupan di bibir Selly.


Selly hanya tersenyum.


Di Kota A


Fahrizi baru saja selesai menunai kan ibadah sholat magrib. Dia sholat di kamar rawat Elna. Selesai sholat Fahrizi membaca Alqur'an duduk di samping ranjang Elna. Dia membaca QS. Al Insyirah. Surat ini sangat bagus untuk di baca saat seseorang dalam keadaan sedih atau patah hati. salah satu ayat nya yang artinya


"Bukankah kami telah melapangkan bagi mu dadamu. Dan kami telah menghilang kan dari pada mu bebanmu. Yang memberatkan punggung mu.Dan kami tinggi kan sebutan mu (nama )mu, Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. (QS. Al Insyirah 1-5).


Surat Al Insyirah adalah salah satu surat yang bisa memberikan kelapangan hati bagi siapa saja yang membaca nya.


Kemudian Fahrizi melanjutkan dengan membaca QS. Al Baqarah 216. Yang artinya


"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal dia amat baik bagi mu. Dan boleh jadi (pula )kamu menyukai sesuatu padahal dia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. "


Setelah selesai membaca al qur'an Fahrizi


Mencium kening Elna. Di kecup nya kening Elna cukup lama. Kemudian di tatap nya wajah sang isteri. Mengalir butiran bening di ekor mata Elna.


Fahrizi tidak tahu perasaan apa yang sedang di rasakan nya. Sedih atau gembira. Elna menangis itu arti nya Elna merespon apa yang di lakukan Fahrizi.


Tapi kenapa Elna menangis? Fahrizi mendekat pada Elna lalu mengajak Elna berbicara.


Elna mengerakan jemari tangan nya. Lalu perlahan membuka mata nya. Fahrizi buru-buru memanggil dokter.


Dokter Anton pun segera memeriksa Elna.


"Puji syukur ibu telah sadar. Saat ini keadaan ibu sangat baik. Ibu telah melewati masa kritis dan telah bangun dari komah. Ibu hanya perlu banyak istirahat " ujar Dokter Antonio


Elna tersenyum menatap Fahrizi.


Fahrizi menggenggam erat tangan Elna dan mengecup punggung tangan isteri nya berkali-kali.


Karena rasa bahagia nya dia tidak mempedulikan dokter Anton yang masih ngobrol dengan Elna.


Dokter Anton pun memaklumi sikap Fahrizi yang sedikit berlebihan itu.


"Kalau begitu saya permisi dulu Pak, Bu.. " ujar dokter Anton.


"Terima kasih dokter " ujar Fahrizi.


"Sama-sama Pak! jawab dokter Anton tersenyum ramah.


Dokter Anton pun meninggal kan pasangan suami isteri yang sedang di landa rindu tersebut.


"Dek. Mas nggak tahu harus bilang apa. Mas senang banget adek udah siuman" ujar Fahrizi berbinar-binar karena terlalu senang.

__ADS_1


Elna tersenyum. lalu bertanya


"Mama mana mas? tanya Elna.


"Mama masih di rumah dek. biasa nya setelah Dinda pulang kerja mama baru ke rumah sakit lagi " jawab Fahrizi.


"Dinda kerja ya mas?. tanya Elna lagi


"Iya sayang. Dinda kerja. biasa nya malam Dinda baru ke rumah sakit " jawab Fahrizi.


"Mas Elna kangen rumah. Bibi kemana mas? tanya Elna.


"Bibi dirumah sayang. Bibi biasa nya siang datang ke rumah sakit untuk menjenguk adek" ujar Fahrizi.


"Elna juga kangen sama bi Wati mas." ujar Elna.


"Iya sayang. Nanti kalau kata dokter adek boleh pulang. Kita pulang ya" ujar Fahrizi.


Elna mengangguk sambil tersenyum.


Tiba-tiba pintu di buka.


"Assalammu'alaikum..., ujar mama dan Dinda


"Wa'alaikumsalam... "jawab Elna dan Fahrizi bersamaan.


"Kakak..., " ujar Dinda sambil menghambur ke dalam pelukan Elna.


Dinda memeluk erat Elna.


"Kak..., Dinda kangen sama kakak " ujar Dinda.


"Kakak juga kangen sama Dedek " jawab Elna.


Mama Maryam pun tidak mau ketinggalan beliau ikut memeluk Elna. Di kecup nya puncak kepala Elna.


"Sayang mama senang kakak sudah bangun" ujar mama berkaca-kaca karena terharu.


"Elna kangen mama" ujar Elna


"Iya sayang. mama juga kangen sama kakak " jawab mama.


"Jadi adek nggak kangen sama mas nih! ujar Fahrizi sambil cemberut.


"Kangen dong mas. Masa Elna nggak kangen sama suami Elna yang ganteng ini "ujar Elna menggoda Fahrizi.


"Mas juga kangen adek" ujar Fahrizi sambil mengelayut di pundak Elna.


"Eeeet ada anak kecil. nggak boleh mesra - mesraan di depan anak kecil " ujar Dinda.


kasih hadiah dong untuk Author sekali - sekali. Biar author semakin semangat Up nya.

__ADS_1


__ADS_2