Elna Si Gadis Desa Yang Malang

Elna Si Gadis Desa Yang Malang
Pergi ke panti asuhan


__ADS_3

Selesai makan siang mereka kembali ke bioskop. Dinda dan teman-teman nya membeli cemilan Dan minuman untuk di bawah kedalam studio.


Fahrizi lebih memilih berkumpul sama teman-teman cowok nya Dinda mereka duduk sambil bercanda menunggu masuk studio.


" Kak makasih traktiran nya " kata Budi salah satu teman cowok Dinda.


"Oke sama2" jawab Fahrizi


Melihat Budi yang menunjukan sikap Sok akrab nya itu membuat Fahrizi berpikir untuk sedikit mencari Info tentang Elna. Fahrizi pura- pura menanya kan tentang Dinda


"Hei Bud kakak boleh nanya ?" kata Fahrizi


"Nanya apa Kak tanya aja" jawab Budi


"Gimana Dinda di sekolah nya?" nakal nggak dia sering bolos nggak? terus punya pacar belum?" cecoros Fahrizi


"Setahu saya belum kak tapi Dinda menyukai kakak kelas kita ketua osis nama nya Irfan. tapi si irfan suka sama Elna.


Jadi kalau Dinda belum punya pacar kalau Elna udah tanya Fahrizi lagi.


" Nggak tau juga ya Kak kalo soal itu tp saya pernah lihat irfan ngantar Elna pulang.


Kalau mereka pacaran atau nggak saya nggak tau "jawab Budi


"Emang kenapa kak ? kakak suka ya sama Elna selidik Budi. Fahrizi hanya tersenyum


"Kalau iya kenapa? tanya Fahrizi


Budi hanya nyengir kemudian berkata


" Berat kak banyak saingan nya termasuk aku " ucap Budi dengan pede.


"Kakak nggak takut bersaing apa lagi rifal kakak kamu hmmmm di jamin Elna bakal milih kakak secara kakak unggul semua nya dari kamu ucap fahrizi sambil cengegesan.


Budi cemberut mendengar ucapan fahrizi tapi emang benar sih. Budi hanya pelajar smk yang semua keprluan nya masih mintak dari orang tua. Muka pun pas pasan kalo pas dekat tembok mirip juga tu sama tembok. Lain dengan Fahrizi udah ganteng punya jabatan dan tentu nya mapan.


Kalo di bandingin sama Budi ya berbanding terbalik lah.


Tapi sabar ya Budi kamu pun bisa sukses nanti asalkan kamu berusaha dan tekun.


Mungkin lebih sukses dari Fahrizi. kalau masalah muka itu mah yang kesekian nya jaman sekarang yang penting uang


" Benar juga sih kak."jawab Budi sambil tersenyum setelah cukup lama Terdiam.


Fahrizi tersenyum sambil nepuk pundak Budi.


"Hai semua ini cemilan sama minuman nya bawak masing2 ya" ucap Dinda


"Oke princess " jawab teman - teman Dinda kompak.


"Kok princess sih dari mana tu panggilan " tanya Dinda


"Tuuuuuh" mereka kompak nunjuk Fahrizi


"Kakak apaan sih" kata Dinda sambil manyun.


Yang di tunjuk hanya nyegir kuda sembari mengangkat tangan menunjuk kan 2 jari membentuk huruf V. kalian tau lah ya maksud nya.


"Panggilan untuk studio 2 silakan masuk ke dalam studio karena Film nya akan segera di mulai " suara dari mikropon.


Mereka pun lansung menuju studio yg di sebutkan dengan Fahrizi memimpin di depan membawak semua tiket masuk mereka.


Mereka di hitung sampai genap tiket yang Di serahkan Fahrizi tadi. mereka memilih tempat duduk masing-masing . Dinda mencari sang kakak namun tidak kelihatan batang hidung nya akhir nya Dinda duduk di dekat Elna dan Lia. Setelah Film di mulai lampu bioskop pun di mati Kansas. Tiba- tiba sesorang menarik tangan Lia. Lia kaget namun saat di lihat nya itu Fahrizi dia diam aja. Fahrizi ngajak Lia tukar tempat dan Lia pun hanya nurut aja.


Mereka nonton filim cukup horor hari ini. memang keberuntungan bagi Fahrizi karena teman-teman Dinda mintak untuk nonton film horror.


Film terus berjalan tiba - tiba muncul adegan seram nya Elna kaget dan reflek memeluk sesorang.


Elna tidak tau itu siapa tapi yang jelas tubuh kekar itu bukan lah milik Lia atau Dinda tapi Elna menyukai bau parfum itu.

__ADS_1


Elna pun menoleh dia kaget ternyata yang Di peluk nya adalah Fahrizi.


"Ma'af kak ucap Elna dengan malu muka nya merah seperti tomat Karena nahan malu.


Fahrizi tersenyum devil, hanya fahrizi dan thor lah yang tau arti senyuman nya.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


" Ri.... " panggil bu Hanna pada anak nya


"Iya bu" jawab Ari sambil membuka pintu kamar nya.


" Kita jadi mau pergi ke panti asuhan?" tanya bu Hanna kepada putra nya.


" Jadi bu tapi setelah ashar aja ya kita kan sekalian mau makn malam di sana" jawab Ari.


"Iya terserah kamu aja "jawab ibu nya


Ari nunggu setelah ashar bukan hanya karena takut terlalu siang datang.


Melain kan dia nunggu siapa tau kalau Jam segitu Elna dah pulang dan dia berharap Elna ikut kesana.


Tepat pukul 15.00 wib ada suara deru mobil berhenti di depan pakar rumah bu Hanna yang tidak lain adalah ibu nya Ari.


Ari senang bukan main dia pura- pura duduk di gasebo taman samping rumah untk melihat siapa yang ngantar Elna pulang.


Elna turun dari mobil kemudian pamit pada Dinda dan kak Fahrizi.


"Din makasih ya untuk traktiran nya terima Kasih juga untuk kak Fahrizi udah jemput dan antar Elna pulang" ucap Elna.


Fahrizi hanya tersenyum lain dengan Dinda yang lansung keluar suara cempreng nya. "


" Iya sama2, aku juga makasih Karena kamu mau ikut acara aku hari ini " ucap Dinda


" Oke aku masuk dulu ya, bye Din" ucap Elna


" Bye" jawab Dinda


" Wa'alaikumsalam..., jawab bu Hanna dari dalam rumah.


Bu hanna membuka pintu


"Eh dah pulang nak " sapa bu Hanna pada Elna


"Iya bu " jawab Elna sambil tersenyum.


" Elna naik dulu ya bu" pamit Elna


"Iya nak "jawab bu Hanna


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼Di dalam perjalanan pulang Fahrizi senyum senyum sendiri.


Dinda tau apa yang membuat kakak tercinta nya itu senyum2 sendiri seperti itu.


" Kak tadi kok tiba tiba kakak bisa duduk di samping Elna sih padahal tadi kan Lia yang duduk di samping Elna" ucap Dinda


" Nggak tau tu si Lia tadi mintak tukar tempat sama kakak " jawab Fahrizi.


Sebenar nya Fahrizi lah yang mintak tukar tempat sama Lia. tapi dia malu kalau sampai ketahuan itu ulah nya. bisa habis dia di semprot Dinda.


"Mmmm, tapi kenapa ya kak Lia ngajak kakak tukar tempat " selidik Dinda


" Nggak tau mungkin Karena teman kamu itu ingin dekat cowok nya kali" jawab Fahrizi asal.


"Emang tadi kakak duduk dekat siapa " tanya Dinda lagi.


" Budi " jawab fahrizi tetap fokus dengan kemudi nya.


🌼

__ADS_1


Buuu" panggil Ari pada Ibu nya


"Iya nak ibu Di belakang"jawab bu Hanna


"Ari masjid dulu ya bu. ibu siap -siap Ari pulang dari masjid kita lansung berangkat" ucap Ari.


" Iya jawab bu Hanna sambil nata puding yang baru di masak nya kedalam rantang.


"Oh ya bu coba tanya Elna dia mau ikut kita nggak, kalau dia mau suruh dia siap - siap juga " kata Ari.


" Iya nanti ibu tanya"


"Ari berangkat ya bu assalammu'alaikum... ucap Ari


" Wa'alaikusalam...,


Bu Hanna pun naik ke lantai 2 ke kamar Elna.


Tok tok tok bu Hanna mengetuk pintu kamar Elna. Elna yang mendengar ketuk kan menjawab dari dalam iya siapa tanya Elna.


" Ibu nak " jawab bu Hanna


"Iya bu bentar jawab Elna sambil menaruh setrikaan nya


cekleek pintu di buka


" Ada apa bu " tanya Elna


"Gini nak Ibu sama Kak Ari mau pergi ke panti asuhan apa Elna mau ikut? tanya bu Hanna hati - hati.


" Mau bu " jawab Elna bersemangat


" Baik lah kalau gitu setelah sholat ashar Elna siap - siap ya kita berangkat setelah kak Ari pulang dari masjid.


" Baik bu " jawab Elna.


Bu Hanna kembali turun kebawah sementara Elna menyelesaikan setrikaan nya yang sedikit lagi.


Adzan ashar pun berkumandang Elna sedang menyusun baju yang baru selesai di setrika nya. Kemudian kekamar mandi dia mandi sekalian wudhu untuk sholat ashar. begitu pun dengan bu Hanna ibu nya Ari.


Selesai sholat ashar Elna mencari baju untuk di kenakan nya pergi ke panti asuhan pilihan nya jatuh pada gamis warna maron. Elna mengenakan nya lalu memoles sedikit wajah nya dengan ponds cream sebagai alas bedak dan bedak nya sendiri hanya bedak tabur my baby.


Sebenar nya Elna tidak pakai bedak sekali pun tetap cantik Karena kulit nya yang memang putih bening, muka nya pun bersih tanpa jerawat bahkan sekedar komedo saja malas untuk mampir di kulit cantik Elna.


Kemudian Elna mengenakan hijab instan syar'i yang lansung menutup sampai ujung tangan Elna.


Setelah selesai Elna lansung turun ke bawah menemui Ibu hanna yang sudah siap lebih dulu. beliau sudah duduk di ruang keluarga.


" Ibu kak Ari nya belum pulang"? tanya Elna


Yang di tanya hanya tertegun melihat bidadri yang menyapa nya. Elna tersenyum kemudian berkata lagi


" Kenapa bu apa dandanan Elna berlebihan. jelek ya bu " tanya Elna.


" Nggak nak kmu cantik sekali Ibu sampai pangling lihat kamu berhijab" jawab bu Hanna


"Makasih bu"ucap Elna sambil tersenyum. tiba- tiba


" Assalammu'alaikum....,


" Wa'alaikumsalam...., jawab bu Hanna dan Elna bersamaan.


Ari masuk kerumah dan berjalan menuju ruang keluarga saat melihat Elna


Ari sempat terpana dengan sosok yang duduk sambil tersenyum manis itu. namun dia berusaha menyembunyikan ke gugupan nya dan lansung bertanya


" Udah siap ya, ayo kita berangkat sekarang.


Mereka berangkat dengan Elna duduk di depan di samping Ari yang mengemudi.

__ADS_1


Tadi nya Elna mau duduk di belakang namun atas permintaan bu Hanna Elna nurut dan duduk di depan


Author sangat berharap kalian meninggalkan jejak jika mampir ke karya Author dengan cara like, vote dan comment. terima kasih atas partisipasi nya mampir di karya author


__ADS_2