Gadis Pilihan Asisten Dingin

Gadis Pilihan Asisten Dingin
Drama Live Kasih Sayang


__ADS_3

Teriknya matahari tak menyurutkan semangat Nazia untuk pergi ke kantor suaminya. Ia telah berjanji maka harus ditepatinya. Selesai jam kerjanya, Nazia meminta sopir mengantarnya ke kantor pusat.


Kali ini langkah Nazia tidak ada yang menegurnya karena wanita tempo hari telah di mutasi ke kantor cabang. Karyawan baru itu tidak tahu jika wanita yang telah di rendahkannya itu adalah istri Zevin. Ia merasa kedudukannya lebih tinggi karena putri seorang manajer di salah satu divisi. Ia merasa di atas angin karena jabatan sang ayah.


"Selamat siang Nyonya, Zi ." Sapa resepsionis ramah dan tersenyum.


"Selamat siang, saya ke atas dulu ya." Pamit Nazia sambil berlalu tak lupa senyum manisnya menghiasai wajah cantiknya.


Dua resepsionis itu mengangguk mempersilahkan. Mereka sangat mengagumi sosok Nazia sebagai istri atasan mereka. Ibu satu anak itu tak pernah membedakan status mereka. Bahkan Nazia bisa menemani mereka walau hanya sekedar berbincang sesaat. Tak ada keangkuhan yang mereka temui dari sifat Nazia.


Di ruangannya Zevin terfokus pada pekerjaannya. Ia tak menyadari jika pintu di buka perlahan. Nazia mengendap masuk tak menimbulkan suara. Zevin sama sekali tidak terusik bahkan dia tak merasa ada orang lain masuk ke dalam ruangannya. Nazia yang tak pernah memakai sepatu bertumit tinggi sangat memudahkan langkahnya. Entah angin apa hari ini Zevin sampai tidak peka pada sekitarnya.


Nazia menahan tawa, namun di balik itu ia terpesona dengan wajah tampan suaminya sendiri. Pria yang mencintainya dengan segenap hatinya. Pria yang selalu memperlakukannya bak ratu di dalam istananya. Suami yang sering merasa iri jika sang putra selalu memonopoli diri nya. Suami yang selalu menjadi garis depan ketika ia sedang terlibat masalah. Suami yang akan jadi sandaran ketika ia sedang rapuh.


Zevin melihat jam di pergelangan tangannya lalu melirik ponselnya. Dalam hatinya bertanya kenapa istrinya belum sampai ? Apakah Nazia tidak jadi datang ? Begitu pikirnya.


"Sayang apa kamu lupa akan datang ?" Zevin bicara sendiri lalu meraih ponselnya. Ia menekan nama istrinya untuk menelpon, tanpa diduganya deringan ponsel Nazia terdengar di ruangannya.  Mata Zevin membulat mendapati istrinya duduk di sofa berpangku tangan dan tersenyum padanya.


Nazia merentangkan tangannya meminta suaminya datang di pelukannya." Katanya merindukan aku." Tertawa melihat kelucuan wajah suaminya.


Zevin tersenyum lalu berhamburan memeluk istrinya dengan erat." Kenapa tidak memberi tahu ku jika sudah di sini. Kamu tahu aku hampir saja menyusul mu ke rumah sakit." Ucapnya manja sembari menciumi tiap sudut wajah istrinya.


"Kamu terlalu fokus sayang. Tadi Haris mengatakan pada ku jika kamu ada di dalam. Aku sengaja masuk tanpa mengetuk pintu." Balas Nazia bersandar manja di dada suaminya.


Zevin tambah erat memeluk Nazia dan berkata ." Aku sangat merindukan mu sayang... Aku juga lapar, kamu sudah makan siang ?" Ia mencium pucuk kepala Nazia.


"Belum, ayo makan siang di kantin kantor saja ya." Ajak Nazia. Ia merapikan dasi suaminya sedikit miring.


Zevin mengangguk." Baiklah, tapi makannya di suap sama kamu ya." Bujuknya lagi. Rasa nya Zevin tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan berdua dengan istri tercintanya.

__ADS_1


"Iya sayang." Nazia mengapit lengan Zevin. Ia dapat memaklumi jika suami manjanya itu tak ingin berjauhan dengannya.


Zevin dan Nazia keluar dari ruangan besar itu. Masih seperti sebelumnya Zevin akan menempel dan terus menempel disertai manjanya pada Nazia. Mereka melewati meja sekretaris lalu berhenti sebentar.


"Haris, makan siang dulu."


"Iya Tuan, sebentar lagi saya akan makan siang." Jawab Haris sambil melirik Nazia di samping Zevin sembari tersenyum hormat.


"Jangan di tunda Haris, pekerjaan bisa di lanjutkan lagi nanti." Seru Nazia


"Iya Nyonya, saya akan makan siang sekarang." Balas Haris cepat. Jarang-jarang dapat perhatian wanita pikirnya, terlebih lagi itu istri bosnya sendiri.


"Kamu terlihat tampan tersenyum seperti itu" puji Nazia tanpa sadar. Karena memang ia suka dengan kepribadian Haris. "Ayo sayang..." Ucapnya lagi menarik tangan suaminya.


Zevin menekuk wajahnya " Sayang..." Rengeknya manja. "Kamu memuji nya." Ia merajuk tak bergerak dari tempatnya berdiri meski Nazia menarik tangannya. Matanya menatap sendu istrinya. Haris menjadi takut karena mood bos berubah.


Haris refleks memejamkan matanya karena Nazia mengecup singkat bibir Zevin. Air muka pria ini berubah drastis, ia tersenyum senang bahkan rona wajahnya merah. Haris ternganga tak percaya seperti itukah bosnya jika cemburu ? Ia melihat wajah Zevin merona seperti remaja baru jatuh cinta.


Zevin menoleh pada Haris.


"Kamu dengar, aku lebih tampan dari mu " ucapnya tersenyum menang dari Haris.


"Iya tuan, anda sangat tampan apalagi wajah anda merona seperti itu"


Zevin merasa malu lalu menarik tangan Nazia. "Ayo sayang aku sudah lapar." Ucapnya tanpa menoleh pada Haris.


Sepeninggal Zevin dan Nazia. Haris langsung terbahak hingga tak menyadari jika Erik juga terkekeh di sampingnya. Ia tak menyangka jika Zevin begitu manis jika cemburu. Padahal dirinya sangat takut tadi kalau bosnya itu memukulnya karena Nazia memujinya.


"Kamu harus terbiasa dengan hal seperti itu. Dia akan berubah jadi bayi jika sedang cemburu." Tutur Erik menyentuh pundak Haris.

__ADS_1


"Iya, Kak. Tuan Zev sangat lucu. " Haris menghentikan tawanya.


"Dia hanya menunjukkan ekspresi itu pada orang-orang tertentu saja. Karena tuan Zevin akan menyembunyikan rasa cemburunya sangat halus. Tapi kamu tenang saja, dia bukan pria arogan yang marah-marah karena cemburu buta. Tuan Zevin cemburunya  cantik" ujar Erik lagi sambil tersenyum tipis.


Haris merasa beruntung mengenal Erik dan Zevin serta Yudha. Tiga laki-laki itu memperlakukannya dengan baik selama ini. Terlebih Zevin dan Yudha yang selalu membantunya. Mereka juga bangga pada Haris meski berasal  dari panti asuhan Heru Janitra, tapi ia sangat menyayangi ibu asuhnya yang telah merawat dirinya selama ini. Haris mengajak ibu asuhnya itu ikut tinggal bersama nya karena sudah mampu mandiri.


Beberapa bulan lalu ibu asuhnya telah berpulang, hal itu membuatnya jatuh dalam lembah kesedihan yang mendalam. Tak lupa juga Haris berterima kasih pada Zevin karena ikhlas menggaji seorang perawat untuk merawat ibunya yang tengah sakit. Saat dirinya sedang bekerja.


Sesuai maunya, Zevin dan Nazia kini mereka berada di kantin kantor bergabung dengan para karyawan lain nya untuk makan. Di sana para pegawai juga melihat bagaimana manjanya atasan mereka selama ini. Pantas saja Zevin selalu tahan godaan dari para klien wanita karena mereka bisa melihat cinta dan kasih sayang Nazia begitu besar dan tulus pada suaminya itu.


"Sayang, jangan pulang ya. Kita pulang sama-sama." Pinta Zevin lembut menggenggam tangan istrinya.


"Iya, kamu makan lagi. Tubuh mu butuh energi untuk berkerja " Nazia kembali menyuapi suami nya.  Tak hanya mereka berdua di meja itu namun juga ada Erik dan Haris.


Menonton drama kasih sayang bos dan istri nya di meja makan kantin kantor secara live tanpa settingan. Tak terasa makanan mereka habis. Begitu juga dengan Erik dan Haris tanpa terasa makanan di piring mereka sudah tak bersisa.


Zevin melihat jam di tangannya lalu berkata. "Masih ada waktu istirahat, sayang aku mau tidur tapi di peluk kamu ya..."


Erik membuang wajahnya ke arah lain. Kenapa harus dokter aneh dengan segala banyak maunya itu berjodoh dengan wanita sabar seperti Nazia.


"Baiklah, ayo kita kembali ke ruangan mu." Nazia berdiri dari kursinya. Zevin mengapit lengan istrinya itu seolah takut terpisah.


Di kantin tadi mata pegawai yang juga makan di sana menyaksikan betapa sayangnya Zevin pada istrinya. Pantas saja selama ini gaya kepemimpinannya hampir sama dengan Tuan Indra. Karena mereka sama-sama memiliki sifat yang hangat pada pegawainya. Tapi mereka juga bisa tegas jika memang tepat kesalahannya.


Di kamar pribadi Zevin, sepasang suami istri itu beristirahat sesuai keinginan ayah satu anak ini. Hari ini Nazia sedikit santai, karena Zayyan tinggal di rumah tuan Indra. Sepasang kakek nenek itu akan mengomel pada Zevin jika buru-buru menjemput cucu mereka. Tuan Indra begitu sayang pada cucunya. Waktu sehari tak cukup rasanya berkumpul pada family Z.


Kadang-kadang, pak Indra meminta anak menantunya itu menginap beberapa hari di rumahnya. Atau bergantian mereka yang akan menginap di rumah Zevin.


Tak jauh berbeda dari mereka, keluarga Alby juga nampak ramai jika akhir pekan karena ibu Anggi akan menginap di rumah anak menantunya.  Atau kadang kala Erika juga ikut serta menginap.

__ADS_1


__ADS_2