Gadis Pilihan Asisten Dingin

Gadis Pilihan Asisten Dingin
Bahagia Memiliki nya ( END )


__ADS_3

Kebahagiaan itu nampak sempurna, Erik hidup berdua dengan Maura di samping rumah Zevin. Lalu Ralda juga hidup bahagia bersama keluarga kecilnya di samping rumah Zevin juga. Mereka selalu dekat dan menghebohkan lingkungan itu.


Disinilah mereka menepati janji, Erik akan membawa keluarganya untuk berkunjung ke makam orang tuanya setelah menikah. Tak hanya dirinya tapi juga ada Ralda dan suaminya, dia akan mengenalkan Davi putranya pada kakek dan neneknya.


Disana juga ada Zevin dan Nazia berkunjung bersama, hari ini terjadwal mereka akan mengunjungi tiga makam.


"Ma, Pa. Hari ini aku datang. Memperkenal putra ku. Namanya Davi, aku dan Erik sudah bahagia... Papa dan Mama bisa istirahat dengan damai di sana." Ralda tersenyum melirik pada Davi digendongan Alby.  Erik tersenyum sambil merangkul pundak Maura.


"Ma, Pa. Percayakan putri kalian ini padaku. aku akan berusaha membuat dia bahagia." Seru Alby


Setelah dari sana, mereka langsung menuju pemakaman ibu Sila, Maura duduk di sisi makam ibunya menabur bunga-bunga segar hal sama juga di lakukan Erik.


"Ma. Aku mencintai putri mu, istirahatlah ! Aku disini bersamanya. Selalu berusaha membahagiakannya, akan memberikannya banyak cinta dan kasih sayang. Terimakasih sudah melahirkan wanita sehebat istriku. Aku bahagia memilikinya." Erik membalas ungkapan Maura waktu itu.

__ADS_1


Usai mengunjungi makam kedua orang tua Erik dan Maura, kini mereka mengunjungi makam seseorang yang begitu amat dirindukan, dicintai dan disayangi.


"Apa kabar ? Maaf dua bulan terakhir aku tidak mengunjungi mu." Nazia duduk menjongkok di sisi makam bersama Zevin. "Aku datang hari ini, memperkenalkan mu pada putraku. Namanya Zayyan Arka Vinjaya."


Aku merindukan mu Abel...


Nazia tak mampu menahan air matanya.


Zevin mengerti dengan kondisi emosi istrinya, lalu meraih Nazia ke dalam pelukannya. "Aku juga merindukan dia sayang." Mengerti dengan isi hati istrinya. "Abel, dia menyimpan rindu yang banyak pada mu." Zevin tersenyum kemudian mengambil alih Zayyan dari gendongan Erik. "Ini dia putra ku, tampan, 'kan ?"


"Bukan Om sayang, tapi papa Abel. Biarkan Za menyematkan panggilan itu padanya." Zevin menggenggam tangan istrinya.


"Boleh begitu?" Nazia tak percaya atas perkataan Zevin.

__ADS_1


"Tentu boleh sayang." Zevin tersenyum sambil mengangguk pelan. "Za, coba ucap papa Abel."


"Papa Abel." Kalimat pendek dengan pengucapan khas anak kecil. Zayyan bisa mengucapkannya.


Terasa angin menghembus perlahan, membelai wajah mereka yang ada disana. Cukup lama akhirnya mereka meninggalkan tempat itu. Erik dan yang lainnya menuju mobil masing-masing.


...----------------...


Malam datang, bersiap mengantarkan tiap insan untuk menuju alam mimpi. Melepas penat dan lelah dari tumpukan aktivitas. Memberi waktu untuk bersenda gurau bersama keluarga.


Erik membenamkan kepala istrinya yang tertidur di dadanya, Agar Maura mendengar degup jantungnya, merasakan cintanya seiring detak jantungnya. "Terimakasih, sudah memberikan ku rasa mencintai. Rasa takut, rasa ingin memiliki, rasa cemburu, rasa menyesal, rasa kecewa. Dan rasa Bahagia. Banyak warna yang kamu berikan, banyak keistimewaan yang kamu perlihatkan. Banyak cerita yang kamu tulis dalam putihnya lembar hidupku. Aku mencintai mu Bidadari hati ku." Ucapnya mendaratkan kecupan lembut di pucuk kepala istrinya.


Banyak bahagia yang dirasakan Erik ketika mengenal wanita yang bernama Maura. Wanita yang mengharap cintanya sejak lama.

__ADS_1


🌷 END 🌷


__ADS_2