Genius Twins Boy

Genius Twins Boy
S2. Sebaiknya Kalian Menikah!


__ADS_3

Giani pulang dari sekolah Jordan. Dia dan putranya baru saja masuk ke dalam rumah. Giani memijat pelipisnya yang terasa pening.


"Sudah ku bilang ini bukan salahku, Mom."


"Mommy tahu, Jordan Alexander, tapi tidak bisakah kau menyelesaikan masalahmu tanpa menimbulkan masalah yang lain. Mommy lelah, mommy malu jika setiap dipanggil kesekolah pasti karena kau bermasalah."


"Mereka yang memulainya. Aku hanya meladeninya, Mom."


"Ada apa, Mom?" Tiba-tiba Jared muncul dari lift. Giani mengernyit mendapati putra pertamanya ada di rumah.


"Kenapa kamu pulang, Jared?"


"Dokter Rea bilang Diana pingsan di ruang tunggu operasi tadi."


"Oh my God. Lalu bagaimana keadaannya sekarang?"


"Dia masih di rawat di bawah. Dokter Rea bilang jika dia harus istirahat total. Mommy tak masalah, kan?"

__ADS_1


"Tentu saja tidak. Biar dia istirahat. Mommy juga sebenarnya hanya butuh teman di rumah. Kalau pun dia tidak bekerja tidak masalah."


"Diana pasti tidak mau, Mom."


"Jika begitu, sebaiknya kalian menikah!"


"Mommy jangan bercanda. Usiaku baru akan 24 tahun. Menikah bukan prioritasku, Mom."


"Lalu? Apa kau menunggu ada pria lain yang bisa menawarkan segalanya untuk Diana, baru kau akan bergerak? Wanita itu perlu sebuah kepastian, Jared. Kau menjanjikan kenyamanan saat ini, tapi bagaimana jika di luar sana ada pria yang bisa menjanjikan masa depan untuknya? Menurut mommy dia pasti akan memilih pria itu ketimbang dirimu."


"Itu benar mom," sahut Jordan.


"Tanya sendiri pada Jordan. Mommy sangat pusing. Mommy mau istirahat."


Giani berdiri dan sebelum pergi dia kembali berkata pada Jordan. "Ini terakhir kalinya mommy ke sekolah kamu karena kamu berbuat onar, Jordan. Lain kali, mommy akan kirim kamu ke sekolah militer. Jika kamu berani membuat masalah."


"Oh, ayolah Mom, Jangan berlebihan. Mereka yang menantangku, aku hanya meladeni mereka. Mereka semua banci."

__ADS_1


"Just shut up, Jordan. Mommy tidak mau tahu. Jika memang kau hanya meladeni mereka, lakukan itu di luar sekolah." Giani langsung meninggalkan kedua putranya.


Jordan bersandar lesu di Sofa. Sementara Jared juga melakukan hal yang sama. Jordan menatap kakaknya dengan ragu. Jared menoleh dan menatap adiknya tajam.


"Apa yang kau lakukan sampai mommy marah seperti itu?" tanya Jared.


"Beberapa temanku menantangku bermain basket. Lalu singkat cerita mereka kalah melawanku, mereka tak terima dan berniat mengeroyokku. Aku hajar mereka semua karena mereka adalah pengganggu. Salah seorang diantaranya memanggil orangtuanya ke sekolah dan ternyata temanku itu anak dari seorang anggota dewan. Beruntung mommy dapat mengatasi mereka semua. Meski aku harus diskors selama seminggu."


"Lain kali jika seperti itu hajar di luar area sekolah."


"Aku tahu, kak. Aku hanya terbawa suasana saja. Lain kali aku akan lebih hati-hati lagi." Jordan terdiam sesaat lalu kembali bertanya, "Ngomong-ngomong siapa Diana?"


"Itu bukan urusanmu anak kecil," kata Jared memicingkan matanya. Jordan mendengus kesal. Dia bangkit dari duduknya dan meninggalkan Jared seorang diri.


Jared terlihat sedang berpikir keras. Menikah? Usianya bahkan baru akan menginjak 24 tahun, tapi bagaimana jika apa yang dikatakan mommy benar?


"Ah, sial. Sepertinya aku mulai terpengaruh dengan ucapan mommy."

__ADS_1


Jared berdiri dan kini dia justru memilih untuk menemui Diana. Dia ingin memastikan sesuatu sebelum mengambil keputusan.


...****************...


__ADS_2