Genius Twins Boy

Genius Twins Boy
S2. Siapa Mereka?


__ADS_3

Keesokan harinya Diana bangun pagi-pagi sekali. Dia sudah keluar dari kamarnya. Namun, gadis itu bingung dengan apa yang harus diperbuatnya. Diana berjalan menuju dapur utama. Tempat para koki berkumpul.


"Ehm, nyonya Dillas bolehkah aku membantumu?"


"Panggil aku bibi Dillas. Yang dipanggil nyonya di sini hanya nyonya Giani pemilik rumah, Sayang. Kau boleh membantuku."


"Terima kasih bibi Dillas. Aku bingung harus melakukan apa karena nyonya Giani tidak memberitahu tugasku."


Diana dengan tekun membantu bibi Dillas dan dua orang rekannya. Dia kebagian tugas mengupas kentang. Saat Diana sudah selesai, dia berpamitan pada bibi Dillas. Ia akan melihat Felly dulu sebentar.


Diana melewati ruang utama. Namun, suara Auman harimau di dekatnya membuat Diana langsung terjengkang jatuh ke belakang. Seorang pria muda menatap Diana dengan alis bertaut.


"Zack!"


Hewan buas itu langsung berbalik dan berdiri di belakang majikannya. Kaki Diana terasa lemas. Pria yang membawa Zack tadi masih terus memandangi Diana.


"Oh my God! Apa yang kau lakukan pada Diana, Jack?"


Giani menuruni tangga setengah berlari karena khawatir dengan keadaan Diana.


"Sorry, Mom. Zack penasaran dengan dia," ujar Jack santai. Jackson lalu berjalan mendekati Diana. Sementara harimau itu tetap diam di tempatnya.


"Apa kau bisa berdiri?" tanya Jack dengan suaranya yang dalam. Diana mengangguk dengan wajah kengerian menatap hewan buas yang berdiri tak jauh darinya.

__ADS_1


Namun, saat Diana berusaha berdiri. Kakinya benar-benar terasa lemas tak bertenaga. Giani membantu Diana.


"Mommy sudah bilang, jangan bawa Zack masuk ke rumah."


Jack hanya diam. Dia masih mengamati gadis cantik yang ada di depannya itu. Dia tak tahu ibunya membawa gadis secantik itu ke rumah.


"Ada apa ini?" tanya Ben yang melihat sorot mata tak senang istrinya.


"Ajari putramu untuk tidak membiasakan Zack masuk ke rumah. Diana sampai jatuh karena kaget mendengar auman Zack," jawab Giani ketus setengah menggerutu. Dia langsung membawa Diana pergi. Jack dan Ben hanya saling melempar tatapan. Giani bahkan tak berniat memperkenalkan Jack pada Diana.


"Siapa dia, Dad?"


"Teman baru ibumu. Jangan bawa Zack masuk ke dalam rumah. Daddy tidak mau ikutan didiamkan oleh mommy kalian."


"Kau itu sudah besar, Jack. Bersikaplah selayaknya laki-laki dewasa pada umumnya."


"Itu sudah menjadi tugas bagian kak Jared. Bahkan sepulang dari hiking dia langsung berangkat ke kantor. Benar-benar seperti pria dewasa."


"Dad, besok aku akan pergi ke liburan. Apa daddy bisa minta uncle Ramos untuk menyiapkan pesawat untukku?"


"Kau mau kemana lagi?"


"Aku ingin pergi ke Miami. Teman-temanku akan berlibur ke sana. Setelah dari Miami aku akan ke Kanada untuk bertemu dengan Janice."

__ADS_1


"Kau yakin dengan gadis itu, Son?"


"Tidak, Dad."


"Aku tidak yakin dengannya. Aku hanya ingin melihat seberapa jauh dia berani bermain-main denganku."


"Terserah padamu. Yang penting daddy hanya memberimu waktu sampai kau berusia 25 tahun. Setelah itu kau harus ikut terjun mengurus perusahaan sama seperti kakakmu."


"Aku hanya perlu menjadi tokoh di balik layar saja. Aku tidak suka hidupku terlalu diperhatikan."


Sementara itu, Giani masih berada di kamar Diana. dia masih menemani gadis itu mengatasi rasa takutnya.


"A_apa di rumah ini banyak binatang buasnya, Aunty?"


"Mereka ada di hutan belakang. Salah satunya adalah Zack. Harimau itu."


"Oh my ... jangan sampai Felly melihat ini. Dia pasti akan ketakutan setengah mati."


"Jangan khawatir, Diana. Meski binatang buas, mereka cukup jinak dengan keluarga kami."


Diana tak dapat berkata apa-apa lagi. Dia benar-benar masih sangat syok atas kejadian yang baru saja dia alami.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2