Genius Twins Boy

Genius Twins Boy
S2. Mencari tahu


__ADS_3

Di Brisbane, Alexson baru saja mendapatkan kabar dari orang-orangnya jika mereka menemukan jejak Diana.


Tak sabar untuk menunggu, Alexson segera memanggil anak buahnya. Mereka pun datang membawa laporannya.


"Jadi di mana mereka?"


"Terakhir mereka terlihat di bulan Agustus di sebuah rumah sakit. Nona Fellycia tertabrak mobil.


"Apa dia mati?" tanya Alexson dengan bibir menyunggingkan senyum


"Tidak, Tuan."


"Wah, sayang sekali. Harusnya gadis itu mati. Biar Diana menderita."


"Jadi mereka di Melbourne?"


"Ya, Tuan."


"Jika begitu, kerahkan banyak anak buahmu untuk mencari keberadaan mereka. Aku sudah tidak sabar ingin menyiksa mereka."


Alexson menatap foto ibunya dan tersenyum. Sebentar lagi, dia akan membalaskan sakit hati dan sakit fisik yang diterima oleh ibunya.


"Sebentar lagi, Mom. Bersabarlah. Aku akan membalas semua sakit yang mommy derita karena kehadiran mereka."


*


*

__ADS_1


*


Sementara itu, di Melbourne. Jared duduk dengan memasang wajah lesu.


"Pulanglah, selesaikan urusanmu dengan gadis itu. Lain kali jika kau memiliki masalah, jangan mencampur adukkan masalahmu dengan pekerjaan. Daddy tidak suka. Itu sangat tidak profesional, Jared."


"Aku tahu, Dad. Aku juga sebenarnya tidak mau berada di situasi begini, tapi aku juga tidak bisa mengontrol perasaanku."


"Kau jatuh cinta padanya?"


"Aku juga tidak tahu," jawab Jared apa adanya. Ben tersenyum. Jared sama sepertinya saat dulu berhadapan dengan Giani.


"Segera pastikan perasaanmu, sebelum kau menyesalinya nanti."


"Hmm, ya. Ku rasa memang aku harus memastikannya."


Jared pun akhirnya berpamitan pada ayahnya. Dia memutuskan untuk langsung pulang ke rumah dan mencari tahu penyebab Diana mendiamkannya pagi tadi. Dia merasa tak melakukan apapun pada Diana, tapi kenapa gadis itu berubah padanya.


Jared pulang sendirian. Dia meminta Rocky untuk membantu ayahnya di perusahaan. Selama dalam perjalanan pulang, Jared banyak memikirkan kemungkinan kemungkinan kenapa Diana berubah. Sampai dia tiba-tiba ingat percakapannya dengan ibunya saat malam kemarin.


"Apa jangan-jangan dia mendengar pembicaraanku dengan mommy kemarin? Tapi harusnya dia senang, 'kan?" gumam Jared.


Semalam, setelah Jared mengatakan jika dia hanya kasihan pada Diana. Ibunya kembali bertanya apa dia yakin dengan perasaannya itu.


Jared menjawab, dia memang awalnya kasihan, tapi entah kenapa dia juga merasa nyaman dan nyambung dengan gadis itu. Jared juga mengungkapkan keinginannya untuk bisa mengenal Diana lebih dekat lagi.


"Apa dia hanya mendengarkan sebagian saja?"

__ADS_1


Jared menghela napas panjang. Dia akan mencari tahu tentang hal itu sebentar lagi. Jared semakin dalam menginjak pedal gasnya. Dia ingin segera sampai di rumah dan bertemu Diana.


Setibanya di mansion, Jared langsung bergegas masuk. Dia mengedarkan pandangan dan mencari sosok yang membuatnya sulit berkonsentrasi. Namun, hingga ke perpustakaan keluarga, Jared sama sekali tak terlihat gadis itu.


"Dimana Diana?"


Jared kembali keluar, dia melihat bibi Dillas sedang mengawasi para pelayan.


"Bi, apa kau melihat Diana?"


"Diana sedang di ruang bawah. Pagi tadi dia mengeluh kurang enak badan. Nyonya membawanya ke ruang kesehatan."


Jared langsung menuju ke lift. Dia merasa cemas mendengar jika Diana kurang sehat. Saat tiba di ruang kesehatan, Jared memasuki ruang pemeriksaan.


Bukannya menemukan Diana, dia malah melihat ibunya dan dokter Rea sedang berbicara.


"Mom, di mana Diana?"


"Dia ada di ruang perawatan. Tadi dia hampir pingsan. Sekarang dia sedang istirahat. panasnya hampir mencapai 40° celcius."


Tanpa menjawab ucapan ibunya, Jared langsung bergegas ke ruang perawatan. Di ruang bawah tanah milik keluarganya fasilitasnya sangat lengkap, bahkan ada ruang operasinya juga. Jared benar-benar bersyukur memiliki ayah sejenius Benjamin.


Jared membuka pintu ruang perawatan Diana. Dia melihat gadis itu berbaring dengan selang infus terpasang di tangannya.


Jared mendekat ke ranjang, Dia menatap wajah Diana. Dia duduk di tepi ranjang dan menyentuh kening Diana.


"Kenapa kau mudah sekali sakit?"

__ADS_1


...****************...


__ADS_2