Genius Twins Boy

Genius Twins Boy
S2. Mengganggu Konsentrasi


__ADS_3

Jared melihat Diana kembali tertidur. Rasanya tak tega untuk membangunkan gadis itu. Jared duduk di samping Diana. Dia menatap gadis itu dengan perasaan tak nyaman.


"Apa benar kau akan meninggalkanku jika ada pria yang mau menikahimu?" tanya Jared lirih. Meski dia tahu, Diana tidak akan mungkin menjawabnya.


Jared akhirnya keluar, dia ingin meminta pendapat saudara kembarnya mengenai hal ini. Jared duduk di luar ruangan Diana. Dia mencoba menghubungi adiknya. Entah dimana Jack berada sekarang.


Jared masih menunggu panggilannya tersambung dengan Jack. Hingga beberapa kali percobaan, akhirnya Jack mengangkat panggilannya.


"Ada apa, Kak? Kau merindukanku?" tanya Jack seperti biasanya.


"Di mana kau sekarang?"


"Aku ada di Belanda. Kenapa memang?"


"Tidak bisakah kau pulang?"


"Oh, God. aku pergi belum ada sebulan dan kau memintaku untuk pulang? Yang benar saja."

__ADS_1


"Aku ingin meminta pendapatmu," kata Jared.


"Tentang apa?"


"Tentang wanita."


"Wow. Apa kau sekarang sedang dekat dengan wanita? Wah ini benar-benar momen yang sangat langka," ujar Jack memasang wajah tengilnya, karena saat ini Jared dan Jack melakukan sambungan video call.


"Berhenti menggodaku, Jack," ujar Jared kesal. Jack tertawa meski matanya amat sangat mengantuk. Saat ini di Melbourne waktu menunjukkan pukul 12 siang. Itu artinya di Belanda waktu menunjukkan pukul 2 dini hari.


"Kau mau memberi masukan tidak?" tanya Jared tak sabar.


Jared lalu mulai menceritakan tentang kedekatannya dengan Diana. Jack mendengar dengan serius meski dia terus menguap berkali-kali.


"Menurutmu bagaimana?" tanya Jared kemudian setelah selesai bercerita.


"Nikahi dia, Kak. Apa yang mommy katakan benar. Seharusnya kau menyadari jika gadis itu sangat berarti untukmu. Selama 24 tahun banyak wanita yang tergila-gila padamu, tapi kau memilih mengabaikannya, bukan? Lalu sekarang ada gadis yang membuat hatimu bergetar dan kau hanya akan memacarinya? Ku jamin kau pasti akan menyesalinya jika dia sampai terlepas darimu."

__ADS_1


Jared terdiam dan tampak berpikir. Jack menatap kakaknya dengan tatapan meneliti. Dia yakin kakaknya benar-benar sudah jatuh cinta pada Diana.


"Nanti aku hubungi kau lagi, Kak. Aku mau tidur." Jack langsung mematikan sambungan teleponnya. Karena dia sungguh sudah tidak kuat menahan kantuknya.


Jared kembali masuk ke ruangan Diana. Gadis itu masih terpejam dengan selang infus yang masih tergantung di sampingnya. Cukup lama Jared menatap Diana. Tidak ada sedikit pun rasa bosan saat memandangi wajah cantik Diana.


Jared masih memikirkan ucapan Jack dan ibunya. Dia juga memikirkan cara agar Diana bisa hidup dengan nyaman tanpa merasa terancam. Apa dia harus ke Brisbane untuk mencari Alexson, Kakak Diana?


Dokter Rea kembali masuk ke ruangan Diana untuk mengecek infus dan kondisi Diana. Dokter yang usianya hampir seumuran Ben itu tersenyum tipis.


"Ku kira kau akan melanjutkan pekerjaanmu, seperti yang tadi kau katakan padaku dan Diana."


"Mommy membuatku tidak bisa berkonsentrasi."


Dokter Rea hampir tertawa terbahak-bahak saat mendengar ucapan Jared. Dia tahu bagaimana Jared tumbuh. Bagi dokter Rea, Seorang Jared tidak mungkin sampai seperti itu. Atau jangan-jangan gara-gara kondisi Diana, Jared jadi terganggu konsentrasinya.


"Kau tidak pernah seperti ini sebelumnya, Jared."

__ADS_1


"Hmm, ya aku tahu itu, tapi gara-gara gadis ini aku jadi hilang ketenangan. Aku tidak bisa tidak memikirkannya. Bahkan ketika dia hanya diam tak melakukan apapun, semua tentang dia mengganggu kerja otakku," ujar Jared.


...****************...


__ADS_2