Genius Twins Boy

Genius Twins Boy
S2. Kekhawatiran Diana


__ADS_3

Diana pulih dengan cepat. Karena Jared selalu menemaninya dan juga selalu mengawasi proses penyembuhan gadis itu.


Sudah 3 hari sejak Jared melamar Diana. Namun, Diana masih belum bisa menentukan apakah dia bersedia menikah dengan pria itu atau tidak.


Dalam benak Diana, dia khawatir jika sampai nanti pembunuh yang menghabisi keluarganya masih mencari dirinya. Dia justru malah akan menyulitkan keluarga Jared. Diana takut jika akan ada korban lainnya.


Diana dilema, dia sering melamun saat menemani Giani.


"Ada apa sebenarnya denganmu, Di? Aunty lihat akhir-akhir ini kau sering melamun."


"Tidak apa-apa aunty."


"Kau yakin?"


"Hmm, ya aunty," jawab Diana sembari tersenyum, dia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya. Jangan sampai aunty Giani tahu.


"Jika ada apa-apa ku harap kau mau terbuka pada aunty, Sayang. Kau tahu, jika Jared sangat menyukaimu."


"Ya aku tahu, aunty."


"Jangan terbebani akan hal itu. Jika kau juga menyukainya, aunty akan sangat senang. Apa lagi jika sampai kalian menikah. Aunty pasti akan merestuinya."


Diana hanya tersenyum, dia tak mau menanggapi ucapan Giani.

__ADS_1


Saat makan malam, Diana tak ikut bergabung. Hanya Felly adiknya yang ikut makan malam. Sekarang Felly benar-benar dikuasai Jordan dan Celine. Felly sudah seperti adik bungsu di keluarga Alexander itu.


"Felly di mana kakakmu?" tanya Jared.


"Kakak bilang dia sedang lelah dan tidak lapar. Kakak menyuruhku makan duluan."


Jared tampak berpikir sebentar. Apa mungkin Diana menghindarinya? Tapi kenapa? Giani memperhatikan putranya. Sebenarnya Giani ingin menyampaikan sesuatu pada putranya, tapi suasana malam itu tidak memungkinkan.


Jared meminta seorang pelayan untuk menyiapkan makan malam untuk Diana, karena dia sendiri yang akan mengantar makanan itu untuk calon istrinya.


"Apa Diana sakit lagi?" tanya Giani cemas.


"Ku rasa dia menghindariku, Mom."


"Nanti aku akan beritahu alasannya. Sekarang aku ingin menemui Diana dulu, Mom."


Jared membawa nampan dan mengetuk pintu Diana. Namun, hingga beberapa saat Diana tak kunjung membuka pintu. Karena merasa cemas, Jared langsung membuka pintu kamar Diana yang tak terkunci itu.


Jared sama sekali tidak melihat Diana. Namun, dia melihat pintu kamar mandi tertutup. Jared akhirnya memutuskan untuk menunggu.


Sementara itu, Diana tadinya ingin rebahan saja, tapi dia merasa tubuhnya terasa sangat lengket dia akhirnya memilih untuk mandi sebelum tidur.


Diana keluar dari kamar mandi hanya memakai dalaman dan bathrobe saja. Saat berada di ambang pintu, dia terkejut melihat Jared menatap ke arahnya dengan tajam.

__ADS_1


"Kenapa kau tidak makan?"


"Aku lelah dan ingin tidur. Aku tidak lapar, Jared."


"Apa kau tahu, kau sudah membuat aku dan mommy cemas."


"Maafkan aku, Jared." Diana menunduk. Dia tak berani mengangkat kepalanya.


"Kemarilah."


"A_aku mau ganti baju dulu, Jared. Aku tidak mau Felly salah sangka denganku nanti."


"Felly tidak akan masuk ke sini. Aku sudah mengunci pintunya. Lagi pula, Jordan dan Celine mengajak Felly menonton film."


"A_apa? Apa Celine dan Jordan akan mengajak Felly keluar?" wajah Diana langsung memucat. Jared menangkap raut ketakutan di wajah Diana.


"Mungkin," ujar Jared mengetes Diana. Padahal Jordan akan menonton di rumahnya. Mereka punya bioskop mini di rumah mereka. Jadi tidak perlu pergi jauh jika hanya untuk menonton.


"Aku harus menghentikannya," ujar Diana. Dia berjalan menuju pintu, tapi Jared berhasil menahan tubuh Diana.


"Jared, lepaskan aku. Aku harus menghentikan Felly. Akan sangat berbahaya jika dia keluar dari rumah ini," ujar Diana setengah berteriak.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2