
Celine datang ke San Fransisco bersama Rocky asisten Jared. Dari Brisbane dia langsung mencari penerbangan tercepat menuju ke San Francisco setelah mendapat telepon dari ibunya.
Meski dia berangkat karena rasa penasaran ibunya, tapi Celine juga menaruh perasaan cemas karena kakak dan daddynya sulit untuk dihubungi. Jadilah gadis itu dengan berani pergi hanya ditemani oleh Rocky. Meninggalkan Felly dan Jordan sendiri dibawah pengawasan anak buah daddynya.
"Rocky, katanya Sebastian dan Hugo akan ke San Francisco untuk menemani, Kak Jack. Apa itu benar?"
"Sepertinya begitu, Nona. Memang ada apa?"
"Ini gawat. Aku harus bisa meyakinkan kakak untuk tidak menyuruh salah satu dari mereka untuk menguntitku."
"Itu akan sangat sulit nona. Jikalau pun nanti bukan Sebastian atau Hugo, pasti Tuan Benjamin akan menempatkan orang lain untuk mengawasi anda."
Celine mendesah panjang. Sepertinya akan sangat sulit untuk bisa hidup dengan bebas seperti apa yang dia cita-citakan. Sepanjang perjalanan menuju San Fransisco, Celine memilih untuk tidur. Sebelum nanti dia akan menghadapi ocehan ayah dan kedua kakaknya.
Sementara itu, anak buah Benjamin mulai menjalankan perintah pria paruh baya itu. Mereka mencari Mansion mewah untuk tempat tinggal Jack. Ben tidak akan tenang membiarkan Jack tinggal secara nomaden. Akan sangat sulit untuknya mengawasi putranya yang 1 itu.
"Setelah mansion di dapat. Daddy akan mengumpulkan para relasi daddy untuk membantumu."
"Relasi yang mana?" tanya Jack.
"Kau tidak perlu tahu, Jack. Yang jelas, daddy akan menyiapkan semuanya untuk mempermudah dirimu."
__ADS_1
"Daddy semakin tua semakin sigap. Andai saja dulu daddy sesigap ini."
Benjamin tersenyum tipis tiap kedua putranya mengungkit masa lalu yang begitu pahit untuk di kenang. 6 tahun menahan diri dan menahan perasaannya demi melindungi Giani dan si kembar. Padahal sebenarnya dia mampu untuk melawan musuhnya.
"Huft ... kalian selalu saja mengingatkan daddy akan kebodohan daddy masa itu."
"Ya, tentu saja. Daddy sangat bodoh. Contohlah aku dan kakak."
"Waktu itu daddy tidak punya orangtua yang mendukung di belakang daddy. Jadi banyak hal yang daddy khawatirkan."
Jared hanya tersenyum tipis melihat pertengkaran Jack dan ayahnya. Dia lega ternyata luka Jack tak terlalu serius. Diam-diam Jared sudah merindukan istrinya yang tengah berbadan dua itu.
Saat waktu sudah menunjukkan pukul 1 dini hari. Ben dan Jared dikejutkan dengan kedatangan Celine. Ben langsung menatap Rocky tajam.
"Mommy. Dia tidak percaya daddy pergi karena ada masalah perusahaan. Jadi mommy memintaku untuk kemari," jawab Celine santai.
Siapa yang akan berani memarahi pemegang kekuasaan tertinggi di rumah mereka itu. Bahkan ayahnya langsung terdiam setelah Celine menyebut ibunya. Benar-benar hal yang luar biasa, bukan? Bahkan tanpa kehadirannya, hanya sebatas menyebutkan nama mommy, semuanya langsung diam.
"Kenapa daddy tidak bilang kalau kak Jack sakit?"
"Kakakmu tidak sakit. Dia hanya berakting saja."
__ADS_1
"Berakting untuk siapa?"
"Anak kecil tidak perlu tahu. Sebaiknya kau ke hotel. Temani pacar kakakmu," kata Ben.
"Wow, kakak sudah punya pacar? Berarti kak Jack akan segera menyusul kak Jared."
Mata Celine terlihat berbinar. Dia langsung keluar dari kamar rawat kakaknya dan pergi ke hotel tempat kekasih kakaknya menginap.
Namun, begitu sampai di hotel, Celine memutuskan untuk memesan kamar sendiri. Saat masuk ke lift, seseorang menyenggol lengannya.
"Aaw, apa kau tidak melihatku, Tuan?" kesal Celine.
"Ah maaf." Jawab pria itu tak enak hati. Tatapan pria itu sejenak terpaku pada wajah cantik Celine.
"Maaf, Nona. Apa kau terluka?" tanya pria itu.
"Tidak." Rocky segera mendekati nona mudanya. Dia tadi sempat tertahan di resepsionis untuk menyelesaikan pembayaran biaya menginap mereka nanti.
"Anda tidak apa-apa, Nona. Maaf saya sedikit lama," kata Rocky sembari menunduk.
"Tidak masalah. Mana kunci kamarku. Aku sudah ingin mandi. Tubuhku rasanya lelah sekali."
__ADS_1
Rocky pun menyerahkan kunci kamar Celine. Dia sejenak menatap pria yang tadi menabrak Celine dengan tatapan menyelidik.
...****************...