Genius Twins Boy

Genius Twins Boy
S2. Hak Yang Memang Seharusnya


__ADS_3

Jared berjalan keluar dari rumah kosong itu diikuti oleh Rocky. Anak buah Jared juga sudah meninggalkan rumah itu. Saat mobil Jared dan mobil anak buahnya mulai menjauh, Jared menekan pemicu bomnya hingga ledakan dasyat langsung menghancurkan rumah itu.


"Mission complete." Rocky menoleh ke kursi penumpang. Jared tersenyum tipis sambil mengacungkan ibu jarinya.


"Sekarang kau atur sendiri bagaimana bisa melobi perusahaan itu agar secepatnya jatuh pada Diana dan Felly. Sementara waktu tetaplah di sini sampai semuanya selesai. Setelah ini aku akan kembali ke Melbourne lebih dulu. Jangan lupa untuk selalu melaporkan semuanya padaku."


"Baik, Tuan."


Rocky langsung mengantar Jared ke hotel tempat Jared menginap. Jared ingin segera membereskan barang-barangnya dan pulang. Dia sudah sangat merindukan kekasih hatinya.


Agak berlebihan memang, tapi sosok Jared ini memang sosok yang sangat sulit untuk jatuh cinta, tapi sekalinya merasakan cinta, dia akan sangat berlebihan menunjukkan perasaannya pada pasangannya.

__ADS_1


Entah sial atau beruntung Diana akan terikat selamanya oleh pria protektif itu. Bahkan pembalasannya pada Alexson pun juga sebagai wujud rasa cintanya pada Diana.


Setibanya di hotel, Jared segera naik ke kamarnya. Dia membereskan bawaannya yang tak seberapa dan langsung check out. Beberapa wanita yang sedang berada di lobi tampaknya melirik Jared penuh minat, tapi Jared sama sekali tak mempedulikannya.


Ponsel Jared bergetar. Panggilan masuk dari Diana. Senyumnya langsung mengembangkan dan membuat para wanita itu semakin tertarik pada Jared.


("Halo, Jared. Katakan di mana kau sekarang. Aku akan menyusulmu kesana?")


"Untuk apa, Sayang. Apa kau merindukanku?"


"Hei, tenanglah, Sayang. Aku baik-baik saja. Sekarang aku sedang menuju bandara untuk pulang. Tunggulah aku di sana. Aku mau kau menyambutku di sana."

__ADS_1


("Jangan bicara yang bukan-bukan, Jared.") Suara Diana terdengar lirih. Mungkin dia malu karena Jared terus memanggilnya sayang.


Jared tiba di bandara dan langsung mencari penerbangan menuju Melbourne. Beruntung masih ada tiket untuk malam nanti. Sebenarnya bisa saja dia meminta Rocky untuk memesankan tiket pesawat untuknya. Namun, Jared tak ingin menambah pekerjaan Rocky yang cukup sulit kali ini.


Jared ingin perusahaan milik ayah Diana bisa kembali ke tangan Diana dan Felly karena merekalah yang lebih berhak. Hak yang memang seharusnya menjadi milik anak kandung Alfredo Torres.


Sembari menunggu jadwal penerbangannya, Jared menghubungi adiknya Jack. Dia ingin menanyakan tempat romantis. Dia akan membawa Diana kesana dan kembali melamarnya secara benar. Bukan melalui paksaan. Akan tetapi, jika sampai Diana menolaknya barulah dia akan memaksa Diana agar menerimanya. Jika perlu dia akan menikahi Diana waktu itu juga.


Berkali-kali panggilan terhubung, tapi Jack tidak mengangkatnya, entah kemana perginya sang adik? Jared mendengus kesal. Karena panggilannya tak kunjung dijawab, Jared mencoba mencari referensi di gugel.


Bibir Jared tanpa sadar melengkung membaca beberapa ulasan yang baginya sangat membantu. Jared menghubungi ayahnya untuk meminta anak buah yang bisa dia percaya dan dia suruh-suruh saat ini.

__ADS_1


Jared mengatakan rencananya pada Ben ayahnya. Akan tetapi, Ben justru meminta Jared tak perlu memikirkan hal ini. Ben berkata agar Jared fokus pada perjalanan pulang nanti, selebihnya Ben sendiri yang akan mengatur makan malam romantis itu untuk Jared dan juga Diana. Istilah katanya Jared terima jadi.


...****************...


__ADS_2