Genius Twins Boy

Genius Twins Boy
S2. Ayo Kita Menikah


__ADS_3

Saat Dokter Rea dan Jared keluar dari ruangan Diana, gadis itu membuka matanya. Beruntung dokter Rea tidak memasang alat untuk mengecek denyut jantungnya. Karena bisa dipastikan Jared akan tahu jika dia pura-pura tidur.


Jujur saja, Diana masih sangat tak menyangka jika Jared, anak dari majikannya menaruh rasa sebesar ini kepadanya. Jika saja tadi dia membuka matanya, dia sendiri pun tak tahu apa yang harus dia perbuat saat mendengar ucapan cinta yang cukup ekstrim itu.


Diana berpikir keras. Apa yang sebenarnya Jared sukai dari dirinya? Padahal dia jauh dari kata sempurna.


Diana menoleh ke arah pintu masuk karena pintunya didorong dari luar. Dia pikir jika itu adalah dokter Rea. Akan tetapi, Diana sedikit tersentak kaget saat melihat seorang pemuda yang wajahnya hampir mirip dengan Jared.


"Hai, Kak. Kau pasti bertanya-tanya siapa aku?"


"Kau pasti adik Jared," jawab Diana sembari tersenyum.


"Ya, kau benar. Perkenalkan namaku Jordan."


"Aku Diana."


"Apa yang ada di kamar perawatan lain itu adalah adikmu?"


"Ya, namanya Fellycia. Dia baru saja menjalani operasi kaki."


"Apa aku boleh mendekatinya? Dia cantik." Jordan tersenyum malu-malu saat mengutarakan keinginannya.


"APA YANG KAU LAKUKAN DI SINI JORDAN!" Tiba-tiba saja suara Jared mengejutkan Jordan dan Diana. Jared menatap tak suka melihat Jordan tersenyum di depan Diana.


"Aku hanya ingin mengenal calon kakak iparku."


"Pergi dari sini."


Jared mendekat ke ranjang Diana. Tangannya menenteng laptop dan berkas pekerjaannya. Pria itu bahkan telah berganti baju santai.

__ADS_1


Jared menatap adiknya tajam. Diana merasa tak enak hati dengan suasana di sana.


"Jared sudahlah. Jordan hanya .... "


"Jangan membelanya. Dia masuk ke sini tanpa seijinku."


"Tapi aku mengijinkannya masuk."


"Lain kali kau tidak boleh sembarangan memasukkan laki-laki lain meskipun laki-laki itu adalah saudaraku, Di."


"Oh God." batin Diana. Entah drama apa lagi ini. Jared benar-benar memperlihatkan keposesifannya.


"Baiklah, tidak perlu bertengkar karena aku. Aku akan pergi. Aku kemari hanya untuk meminta ijin pada Diana untuk mendekati Felly."


"Pergilah!"


"Aku akan bekerja di sini, menemanimu."


"Maaf aku selalu merepotkanmu."


"Tidak sama sekali."


"Jared. "


"Hmm, ada apa? Apa kau merasa tidak nyaman? Aku akan panggilkan dokter Rea dulu."


"Ti_tidak perlu. A_aku .... "


"Ada apa denganmu?" Jared duduk di tepian ranjang Diana dan mengusap wajah Diana dengan lembut."

__ADS_1


"Bi_bisakah kau tidak terlalu posesif padaku?"


"Tidak bisa. Aku tidak suka ada pria lain yang mendekatimu meskipun itu adalah saudara ku sendiri."


Entah harus senang atau kesal, tapi Diana merasa sikap Jared sedikit berlebihan. Diana jadi berpikir apa mungkin ini adalah kali pertama Jared jatuh cinta sehingga dia sangat posesif seperti itu.


"Di ... ayo kita menikah."


"Me_menikah?"


"Ya, apa kau mau menikah denganku?" tanya Jared. Raut wajah pria itu bahkan terlihat sangat serius.


"A_apa kau sudah memikirkan ini sebelumnya? Pernikahan tidak sesimpel yang kau kira. Menikah itu ...."


"Kau mau atau tidak?" tanya Jared tak sabar.


"Apa aku boleh memikirkannya terlebih dulu? Kita bahkan baru kenal tidak lama."


Jared terdiam, memang apa yang perlu dipikirkan Diana? Padahal dia bisa langsung menerima lamarannya.


"Berapa lama waktu yang kau perlukan untuk berpikir?" tanya Jared.


"I don't know. Aku benar-benar perlu waktu untuk memikirkannya. Aku tidak hidup sendirian, Jared. Ada Felly yang perlu ku mintai pertimbangan."


"Baiklah, aku beri waktu seminggu."


"What?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2