Genius Twins Boy

Genius Twins Boy
S2. Rencana Jared


__ADS_3

Waktu di perjalanan tadi, Jared tiba-tiba memiliki sebuah ide. Dia tak mau banyak berbasa-basi dengan Alexson. Dia akan menyuruh beberapa anak buah yang disiapkan Rocky untuk bersiaga di basemen.


Sedangkan dirinya mempelajari denah dalam gedung perusahaan Alfredo. Jared berencana ingin langsung menangkap Alexson saja dan menghabisinya di tempat lain.


Dan benar saja dugaannya, Alexson adalah pria yang sangat temperamen dan sulit diajak bicara. Alhasil karena Jared lebih dulu ditodong senjata, dia akhirnya memilih menembak Alexson. Dia harap Alexson tidak kehabisan darah sebelum dia membuat perhitungan pada pria itu, karena pria itu telah membuat Diana menjadi yatim piatu.


Rocky masih duduk di ruangan Alexson. Dia bertugas mematikan CCTV di lorong yang nanti akan dilewati oleh anak buahnya. Mereka harus bergerak secara akurat dan tepat agar tak ada yang mencurigai mereka nanti.


Anak buah Jared sudah membawa Alexson pergi. Sekarang giliran Jared dan Rocky keluar dari ruangan Alexson dengan sikap biasa saja seperti tidak terjadi apapun.


Mereka keluar dan langsung pergi meninggalkan perusahaan Alfredo. Setelah membalas perbuatan Alexson, Jared akan mengurus perusahaan Alfredo karena bagaimanapun Diana dan Felly harus mendapatkan haknya. Rocky bahkan kini sudah mengantongi ponsel Alexson dan membawa laptop pria itu juga.


"Tuan, mereka sudah tiba di tempat itu."


"Biarkan saja dulu. Sekarang, kau cari informasi tentang orang yang ahli membuat wajah palsu. Kita perlu menyamar dan membuat dewan direksi percaya jika Alexson berniat melarikan diri dari tanggung jawab perusahaan, karena polisi sedang memburunya dan mengejarnya."

__ADS_1


Rocky langsung kepikiran dengan sahabatnya yang ahli membuat make up mirip dengan wajah seseorang.


"Bagaimana jika kita memakai jasa make up temanku. Dia pintar meniru dan mengaplikasi wajah orang orang lain."


"Terserah padamu, yang pasti besok setelah kau memasukkan laporan tentang pembunuhan itu. Suruh temanmu itu memperlihatkan hasilnya padaku. Kita harus bergerak cepat. Karena aku ingin segera pulang ke Melbourne. Aku merindukan calon istriku."


"Baik, Tuan."


"Oh ya dan 1 lagi. Cepat hubungi para pembunuh itu, karena aku ingin menghabisi mereka semua."


"Ya, Tuan. Segera akan saya laksanakan."


Jared memasuki sebuah ruangan yang berdebu dan sudah ada lumut di sekitarnya. Rumah itu terletak di ujung kota Brisbane.


"Apa dia masih hidup?" tanya Jared.

__ADS_1


"Ya tuan."


Jared berjalan mendekat dan menarik rambut Alexson. Pria itu merintih merasakan nyeri di dada dan kepalanya.


"Hai Alex, Kau akan menemui ajalmu sebentar lagi, ku harap nanti jika kau bertemu paman Alfredo, sampaikan salamku padanya, aku akan menjaga putrinya yang berharga itu."


"Apa ma_umu sebenarnya?" tanya Alexson terengah-engah.


"Membalas sakit hati Diana. Karena kau sudah membuat kekasihku tidak tenang menjalani kehidupannya."


Alexson terkekeh, Jadi Diana dalam perlindungan keluarga Alexander? Pantas saja anak buahnya tidak pernah menemukan keberadaan adik dan kakak itu.


"Dia pintar mencari mangsa rupanya," kata Alexson. Namun, tak berselang lama ....


Bugh!

__ADS_1


Jared memukul wajah Alexson, Pemuda itu tak senang jika ada yang menjelekkan Diana. Alexson memekik karena merasakan sakit di wajahnya.


...****************...


__ADS_2