Genius Twins Boy

Genius Twins Boy
S2. Mencari Giani


__ADS_3

Tanpa banyak bicara lagi. Giani langsung meminta Diana untuk membereskan barang-barang yang akan dia bawa. Giani duduk di dekat Felly.


"Apa kau mau makan? Tadi aunty membeli makanan untukmu," kata Giani. Felly tampak ragu menerima pemberian Giani.


"Kau tidak perlu takut, Sayang. Kakakmu tadi sudah makan dengan aunty. Menunya juga sama. Kau tidak alergi makanan tertentu kan?"


Felly menggelengkan kepalanya. Giani membantu Felly membuka box makanannya. Felly merasa senang karena mendapat perhatian dari majikan baru kakaknya itu.


"Hmm, ini enak," kata Felly dengan polosnya. Giani sampai melupakan janjinya pada Ben. Dia bahkan meninggalkan tasnya di dalam mobil.


Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore ketika Ben tiba di rumah. Dia tak mendapati istrinya di mana pun.


Ben pun akhirnya memanggil seluruh pelayan dan penjaga untuk menanyakan keberadaan istrinya itu.


"Jadi sejak tadi istriku belum kembali? Dan tidak ada satu pun dari kalian yang memberiku kabar?"


"Maafkan kami, Tuan."


Ben duduk di sofa sembari memijat keningnya. Dia segera meminta Elena dan Ramos untuk mengecek keberadaan Giani saat ini.


"Apa sudah kau temukan?" tanya Elena pada Ramos.


"Sudah, El. Aku akan menghubungi tuan Ben sekarang."

__ADS_1


"Baiklah, aku akan pulang dulu. Jangan sampai Ramsey mengamuk seperti kemarin," kata Elena, dia mendekati Ramos dan mencium bibir pria kepercayaan Ben itu.


Ya, Elena telah menikah dengan Ramos berkat mendiang Thomas dan Martha. Mereka menjodohkan Ramos dan Elena waktu itu. Kini mereka berdua memiliki anak seusia dengan Jordan yang diberi nama Ramsey Salvator mengikuti marga Ramos.


"Hati-hati, Honey," ujar Ramos.


Elena keluar dari ruang kerja Ramos. Sekarang tugasnya adalah membantu sang suami mengurus laboratorium SoS. Sementara Ben mengurus perusahaan di bantu oleh Jack dan Jarret yang baru saja lulus kuliah.


***


Ben mengangkat panggilan dari Ramos. Setelah mendapatkan lokasi keberadaan Giani. Ben beserta beberapa bodyguardnya pergi mendatangi lokasi di mana Giani berada.


Ben khawatir terjadi sesuatu pada Giani. Dia sudah berpikir yang bukan-bukan karena Giani tidak biasanya begini.


Giani melihat Diana begitu menyayangi Felly. Dia tersenyum. Beruntung dia hari ini bertemu gadis seperti Diana. Giani sudah membayangkan kedepan pasti dia tidak akan kebosanan jika anak-anaknya pergi meninggalkan dirinya.


Saat Giani membuka pintu mobil, Di belakangnya berhenti 1 mobil Lamborghini Huracan dan 3 mobil Sedan berwarna hitam. Giani menepuk keningnya karena melupakan janjinya pada sang suami.


Giani mendekat ke arah mobil suaminya itu. Ben keluar dengan buru-buru.


"Maafkan aku, Sayang. Aku lupa mengabarimu." Giani mengalungkan tangannya di leher Ben dan mengecup bibir Ben agar pria itu tak mengomelinya di depan Diana. Dia khawatir Diana akan takut ikut dengannya nanti.


Ben yang sudah akan memarahi Giani akhirnya urung karena ciuman Giani itu. Diana menutup mata Felly, karena Ben merengkuh pinggang Giani dan langsung membalasnya dengan ******* bibir Giani dengan rakus.

__ADS_1


"Oh God." Diana meletakkan Felly ke dalam mobil Giani.


"Jangan menoleh. Kau tahu kan kakak selalu bilang soal privasi?" ujar Diana pada Felly. Gadis itu mengangguk.


"Iya, Kak."


"Kenapa kau di sini sweetie?"


"Aku ada urusan. Aku membawa teman baru untuk tinggal di rumah agar bisa menemaniku."


"Kau jangan sembarangan mempercayai orang, Sweetie."


"Kau bisa melemparnya ke kandang Zack jika dia macam-macam, tapi menurutku dia gadis yang baik."


"Oh God. Kau berteman dengan gadis?"


"Ya. Kalian semua tidak punya waktu untukku. Jadi aku mencari teman sendiri. Sudah, jangan banyak bicara aku akan pulang."


"Kau pulang denganku, Sweetie. Tidak boleh ada penolakan."


"Lalu bagaimana dengan mereka?"


"Biar anak buahku yang mengurusnya. Kau sudah melanggar aturan dan aku akan menghukummu nanti."

__ADS_1


...****************...


__ADS_2