Genius Twins Boy

Genius Twins Boy
Mempermudah


__ADS_3

Ben sampai terpaku melihat barang-barang itu.


"Daddy bilang kami tidak boleh membunuh, kan?" Jarret mengangkat sebuah kapak kecil. Namun, kapak itu bergerigi tajam.


"Kakak aku rasa jangan gunakan itu. Sebaiknya kakak pakai rantai ini saja," kata Jack sembari mengangkat rantai besi yang penuh dengan paku yang ujungnya runcing.


"Owh, Boys kalian akan melakukan apa sebenarnya?"


"Kami ingin membuat perhitungan dengan mereka. Jika kami tidak bisa membunuh, kami akan menyiksanya."


Ben dan Ramos hanya bisa saling melempar pandangan. Sementara kedua anak Ben sedang asyik membongkar barang-barang bawaan mereka yang cukup Ekstrim.


Apa yang di bawa oleh si kembar bukanlah mainan. Semuanya merupakan benda tajam yang sangat berbahaya.


"Boleh Daddy tahu dari mana kalian mendapatkan benda itu?"


"Kami membelinya dari pasar gelap beberapa bulan yang lalu, Dad. Kami memesannya lewat situs jual beli. Sebenarnya kami hanya tertarik dengan barang-barang ini, bahkan aku juga sebenarnya ingin membawa samurai yang baru aku beli 3 hari yang lalu dari lelang, tapi aku tidak ingin mommy curiga." Jack menjawab dengan santai sembari melihat alat-alat penyiksaan itu.


Ramos kembali merasa takjub dengan keturunan Ben itu. Dia merasa kedua anak ben itu memiliki jiwa psikopat yang kental.


"Apa kita bisa memulainya, Dad?" Tanya Jarret yang sudah memegang sebuah cambuk, tapi ujungnya berupa bola.


"Kalian bisa memulainya, tapi ingat dengan kesepakatan kita."

__ADS_1


Jarret mengangguk. Dawson dan kawanannya tidak bisa berkutik. Jangankan untuk memberontak. Untuk sekedar menggeser tubuhnya saja dia tak sanggup.


"Ini pemantiknya, Kak" jack memberikan pemantik pada Jarret.


Tak menunggu waktu lama Jarret langsung menyalakan bola yang ada di ujung cambuk. Api menyala dengan sangat besar bahkan hingga cambuknya pun ikut terbakar.


"Berhati-hatilah, Jarret. Ini sangat berbahaya," ujar Ben mengingatkan putranya.


"Daddy tenang saja. Kakak sudah sangat terlatih." Jack tersenyum saat Jarret mendekati Dawson dan kawanannya.


"Hai uncle, sebenarnya aku tidak mau menyakiti orang, tapi kalian justru membuat kesalahan dengan membunuh kakekku. Maka terimalah kemarahanku ini."


"A_ampuni kami. Kami hanya diperintah oleh tuan Dawson."


Jarret menampakkan senyum evil. Raut wajahnya berubah, Dia menatap tajam para calon korbannya dan lalu dengan gerakan cepat Jarret melecutkan cambuknya ke arah Dawson dan ketiga anak buahnya.


"AAARGH!!" Mereka berteriak dengan keras.


"Jack cobalah, buat mereka merasakan apa yang kakek rasakan." Jarret mengulurkan cambuk api itu pada Jack.


"Kakak harusnya menekan ini agar mereka semakin berteriak bahagia." Jack menekan ujung pegangan cambuk hingga api di ujung cambuk semakin membesar.


Ben hanya diam dan menyaksikan aksi kedua putranya. Dia bahkan tidak dapat berkata-kata lagi karena dia sendiri pun sebenarnya sangat terkejut. Putranya tak hanya jenius, tapi juga sangat mengerikan.

__ADS_1


Jack bahkan tertawa saat cambuknya mengenai Dawson dan ketiga anak buahnya. Jack bergerak dengan lincah dan terus menyabetkan cambuk api itu.


"Aku lelah, Kak."


"Jika begitu matikan apinya. Aku ingin memakai alat yang lainnya." Jack menuruti perintah kakaknya. Jaret maju membawa rantai besi yang penuh dengan paku tajam.


Tanpa banyak bicara lagi dia mulai menyabetkan rantai itu. (Skip adegan ya)


Hari ini jarret dan jack benar-benar merasa puas telah membalaskan rasa sakit ibunya yang kehilangan sosok ayah yang sangat dicintainya itu. Meski Giani tidak pernah mengatakan kesedihannya, tapi si kembar tahu jika ibunya masih sering menangis diam-diam.


"Ayo kita pulang! Kalian sudah puas, kan?"


Jack dan Jarret mengangguk bersamaan. Mereka akhirnya pergi meninggalkan tempat itu. Jack dan Jarret meninggalkan semua alat penyiksaannya di sana.


"Bisakah kita mampir ke sebuah toko bunga, Dad? Aku ingin membelikan mommy bunga."


"Baiklah, kita akan membelinya."


"Ramos, cari toko bunga di sekitar sini."


"Baik, Bos." Ramos segera menambah laju kecepatan mobilnya agar segera sampai ke toko bunga.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2