Genius Twins Boy

Genius Twins Boy
Final Part 2


__ADS_3

Jared sudah merebahkan Diana di ranjang. Jared menatap tubuh Diana dengan tatapan memuja. Pria itu menjamah tubuh Diana dengan sentuhan lembutnya. Diana melengkungkan tubuhnya saat merasakan sensasi lain yang membakar gai*rahnya.


Mereka berdua menyatu tanpa hambatan, ketakutan Diana tak terbukti dan dia kini justru malah sangat menikmati malam di dalam pondok itu, karena dia bisa mengerang dan mende*sah tanpa takut di dengar oleh siapapun.


Jared sudah membuktikan ucapan daddynya bahwa di sana adalah tempat yang tepat untuk bercinta. Diana sudah terlelap setelah ronde ke 3. Tubuh mereka berdua masih sama-sama polos dan berbalut selimut tebal. Udara di hutan itu cukup dingin dan membekukan. Beruntung pondok itu juga dilengkapi dengan penghangat ruangan. Sehingga mereka berdua tetap hangat.


Jared masih terjaga. Dia terus memandangi Diana dengan sorot mata penuh cinta. Jared tak menyangka akan menikah secepat ini, tapi meski begitu tak ada sedikitpun penyesalan di hatinya. Dia justru sangat bahagia. Jared membelai punggung Diana hingga membuat Diana seketika membuka matanya meski tubuhnya terasa sangat lelah.


"Kenapa kau belum tidur, Jared?"


"Aku terlalu bahagia sampai aku tidak bisa memejamkan mataku."


"Apa kau ingin melakukannya sekali lagi agar kau bisa tidur?" tanya Diana. Entah mengapa tiba-tiba bibirnya mengucapkan kalimat itu. Jared tersenyum mendengar tawaran Diana.


"Kau mau lagi?" tanya Jared.

__ADS_1


"Tidak, aku hanya berniat menawarimu agar kau bisa lekas tidur. Karena menurut sumber yang ku baca, laki-laki akan mudah tertidur setelah melakukan itu," ujar Diana setengah bergumam karena matanya sesekali terpejam.


"Itu tidak berlaku untukku, Di."


"Jika begitu, kemarilah! Aku akan memelukmu agar kau tertidur."


Jared merapatkan tubuhnya dan memeluk Diana. Diana kembali terlelap. Namun, tangannya sesekali menepuk-nepuk punggung Jared. Jared menyunggingkan senyumnya, tak lama dia pun ikut tertidur.


Esok harinya, sinar mentari menembus dinding kaca di kamar kedua insan yang masih saling berpelukan itu. Diana merentangkan tangannya dan tersentak kaget.


Usai mandi, Diana tak membangunkan Jared. Dia langsung ke dapur untuk membuat sarapan untuk mereka. Diana membuka kulkas, Dia mengeluarkan telur, Alpukat dan bacoon.


Diana membuat sandwich yang simple dan dua cangkir kopi. Dia membawa sarapan itu ke kamar. Diana meletakkan nampan di meja, lalu Diana mengusap pelan wajah Jared. Pria bernetra biru keabu-abuan itu membuka matanya.


"Kenapa kau sudah wangi, Di?"

__ADS_1


"Aku mandi, tubuhku rasanya sangat lengket."


"Kau mandi tidak mengajakku?"


"Tentu saja tidak. Jika aku mengajakmu, yang ada kita tidak jadi mandi."


Jared tertawa, dia menarik tangan Diana hingga Diana terlentang di atasnya.


"I love you, Di."


"Me too," jawab Diana, tanpa ragu Diana mencium bibir Jared sesaat.


Mereka berdua terlihat sangat bahagia. Jared berniat berada di sana selama 1 minggu penuh. Diana pun tak keberatan dengan keinginan Jared karena dia pun menikmatinys. Jared mulai ketagihan dengan sensasi bercinta di pondok itu. Jared berharap secepatnya akan ada Jared junior di perut Diana.


...*End*...

__ADS_1


__ADS_2