Genius Twins Boy

Genius Twins Boy
S2. Cerita Diana


__ADS_3

"Kenapa hanya diam? Apa kau tidak dengar pertanyaan mommy padamu?"


"JARED!! Jangan bicara keras padanya. Sebaiknya kau bekerja atau melakukan hal lainnya. Kau mengganggu mommy," ujar Giani kesal


"Mom .... "


"Aku berasal dari Brisbane. Aku menempuh jarak 1047 mill dengan Felly karena keluargaku semua sudah habis dibantai. Aku takut orang-orang itu akan mencariku dan Felly. Aku mau bekerja dengan aunty karena aku pikir aku tidak akan bertemu dengan banyak orang. Jujur aku masih trauma," kata Diana dengan suara bergetar.


Ingatan demi ingatan malam kejadian itu membuat tubuh Diana gemetaran. Giani meletakkan bukunya dan memeluk Diana.


Jared hanya diam, tapi telinganya tetap mendengar setiap perkataan Diana.


"Tenanglah, Di. Di sini kau aman."


"Aku takut aunty. Mereka membunuh semua keluargaku. Daddy dan mommy, nenekku, kakekku. Paman dan bibiku. Juga semua pelayan di rumahku dihabisi."


"Kau tahu dari mana?"

__ADS_1


"Aku melihat semuanya, tapi aku tidak bisa melakukan apapun."


"Berati kau putri tuan Alfredo Torres," Jared ikut bersuara. Diana mengangkat wajahnya dan menjauhkan tubuhnya dari Giani.


"Ka_kau kenal daddyku?" tanya Diana khawatir. Dia takut keberadaannya dan Felly akan diketahui.


"Ya," jawab Jared singkat. Entah mengapa setelah mendengar cerita Diana. Tatapan Jared yang semula tajam dan dingin kini menjadi teduh.


Jujur Jared merasa iba. Dia tahu berita pembantaian itu, karena beritanya tersebar luas di seluruh Australia. Namun, yang tidak dimengerti oleh Jared, jelas-jelas di berita, mengatakan jika pembantaian itu dilakukan oleh putri pertama keluarga Alfredo. Karena ingin menguasai semua harta orangtuanya.


Tapi saat melihat kondisi Diana sekarang, rasanya tak mungkin gadis itu yang membantai seluruh keluarganya.


"Saat itu di mansion, orangtuaku sedang merayakan ulang tahun pernikahannya. Kami hanya menggelar acara untuk keluarga. Aku sedang berada di taman belakang saat itu dan Felly kebetulan pergi ke pesta ulang tahun temannya.


Lalu tiba-tiba aku mendengar suara tembakan yang memekakkan telinga. Aku berlari lewat pintu samping. Aku bersembunyi dibalik jendela. Ada 5 orang bersenjata dan satu orang yang sepertinya adalah atasan mereka. Aku masih ingat jelas wajah pria itu. Aku ingat wajah mereka semua yang menghabisi keluargaku," kata Diana sembari menutup telinga dan matanya. Tubuhnya gemetaran hebat.


Giani kembali memeluk Diana untuk menenangkan gadis itu. Giani menatap putranya dan menggeleng, memberi isyarat agar Jared tidak menanyakan hal buruk itu lagi.

__ADS_1


"Mereka mencariku dan Felly juga aunty. Aku takut mereka akan membunuh kami." Diana terisak. Jared tanpa sadar menggigit bibir bawahnya, karena dia merasa bersalah telah membuat Diana terpaksa harus mengingat kejadian kelam dalam hidupnya.


"Sshh, tenanglah. Di sini kau akan aman dengan Felly. Kami akan melindungimu." Giani mengusap punggung Diana dengan lembut.


Giani engusap air mata yang terus mengalir dari sudut mata Diana.


"Tenanglah, semuanya akan baik-baik saja. Kau akan aman di sini."


"Ma_maaf aunty. Tidak seharusnya aku begini," ujar Diana penuh penyesalan. Dia memang masih belum bisa lepas dari traumanya. Bahkan Diana masih sering bermimpi buruk tentang kejadian saat itu.


"Sebaiknya kau kembali ke kamarmu dan beristirahat."


"Tidak usah aunty. Aku tidak apa-apa. Aku memang belum bisa sepenuhnya melupakan kejadian itu. Dan itu seperti mimpi buruk yang terus mengejarku."


"Siapapun pasti tidak akan pernah bisa lupa, jika melihat sendiri kematian orangtuanya. Melihat mayatnya saja, hati kita pasti sakit. Apalagi kamu melihat sendiri bagaimana mereka meregang nyawa."


Giani seperti kembali diingatkan akan kematian ayahnya yang begitu tiba-tiba hingga membuatnya merasa sangat sedih dan kehilangan.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2