
Benjamin memasuki sebuah gedung diikuti oleh Ramos. Dia memasang wajah datarnya seperti biasa. Ramos menghampiri meja resepsionis dan mengatakan tujuannya datang ke tempat itu.
Sesaat Ben dan Ramos harus menunggu resepsionis itu mengkonfirmasi pada atasannya mengenai kunjungan mereka.
"Pergilah! Jangan lupa untuk menjemput jarret dan Jack pukul 2 nanti."
"Baik, Tuan."
Ramos pun meninggalkan Ben di sana sendirian. Tak lama seorang pria dengan penampilan rapi menghampiri Ben.
"Silahkan, Tuan. Tuan Dawson menunggu anda di ruangannya," ujar pria itu, sepertinya dia adalah asisten Dawson atau kalau tidak orang kepercayaan Dawson.
Ben hanya mengangguk. Dia mengikuti pria tadi memasuki lift. Setelah tiba di lantai tujuannya, Dawson sudah menyambutnya. Entah apa yang ada di pikiran pria itu sekarang. Ben juga tidak bisa menebaknya yang pasti, kedatangannya hari ini untuk mencari tahu sesuatu.
"Halo tuan Ben. Aku tidak menyangka kau akan mendatangiku."
"Aku sendiri pun juga sedikit heran dengan diriku sendiri. Kenapa aku perlu sampai mendatangi perusahaanmu?"
__ADS_1
"Ini suatu kehormatan perusahaanku mendapatkan kunjungan dari orang sibuk sepertimu."
"Silahkan duduk. Apa yang membuat anda jauh-jauh datang kemari?" tanya Dawson tanpa basa-basi."
"Kenapa kau membunuh Profesor Gilbert?" tanya Ben, dia menatap datar dan tajam ke arah Dawson.
Dawson sesaat tak bersuara, tapi tak lama kemudian dia terbahak.
"Anda lucu sekali, Tuan. Anda tidak bisa menuduh tanpa bukti," kata Dawson. Pria itu menyalakan sebuah cerutu dan kemudian menghisapnya dalam-dalam.
Ben langsung berdiri setelah memberikan ultimatum pada Dawson. Dia beranjak hendak keluar dari ruangan itu. Akan tetapi langkahnya terhenti saat mendengar ucapan Dawson.
"Aku tidak akan takut dengan ancamanmu. Kau pikir aku lemah? Aku akan membalas kematian ayahku padamu." Dawson menatap Ben tajam.
"Lakukanlah. Aku menunggumu. Asal kau tahu, 3 anak buahmu sebentar lagi akan menyusul ayahmu di neraka." Ben tertawa mengerikan dan lalu keluar dari ruangan Dawson. Dawson melempar papan nama aklirik yang ada di mejanya ke arah pintu.
"Aargh ... dasar bad*jingan!" pekik Dawson kesal.
__ADS_1
Ben keluar dari perusahaan Dawson, dia kembali memasang wajah datar dan dingin. Lalu ia masuk ke dalam mobilnya dan segera pergi dari sana.
Dawson mengepalkan tangan. Dia bersumpah akan segera menghabisi dua anak Ben setelah ini. Dia mengambil ponselnya dan menghubungi orangnya.
Namun, Sampai berkali-kali, panggilannya tak pernah terhubung.
"Sial, kemana mereka semua?" Dawson tampak berpikir. Tangannya saling bertaut menyangga dagunya. Apa Rick menghabisi mereka?
Dawson mencoba menghubungi nomor Mateo dan menanyakan keberadaan Rick. Namun, Adik kandung Rick juga tidak tahu di mana kakaknya berada.
"Ah, sial. Sepertinya aku salah strategi. Aku harus menemukan Rick. Dia terlalu berbahaya karena sudah mengetahui rahasiaku."
Aku harus mencari orang lain yang bisa aku ajak kerja sama. Aku harus secepatnya menyingkirkan keturunan Benjamin Alexander dan merebut wanitanya.
Dawson tersenyum, dia kembali menghisap cerutunya dan tatapan matanya menerawang. Dia lantas menggulir ponselnya dan mencari nama seorang kenalannya dan menghubunginya.
...****************...
__ADS_1