
Ben selesai dengan urusan balas dendamnya. Dia tak peduli jika orang akan mengatakan dirinya sama saja dengan penjahat.
Bagi Ben siapapun yang mengusik dirinya atau keluarganya, maka mereka harus berhadapan langsung dengannya.
Ben memerintahkan anak buahnya untuk membersihkan ruangan penyiksaan. Itu artinya mereka juga harus menyingkirkan orang-orang yang ada di sana.
"Kami harus membawa mereka kemana, Tuan?"
"Masukkan ke penangkaran buaya saja. Jangan dimasukkan hutan. Aku tidak mau binatang-binatang itu keracunan karena memakan manusia seperti mereka."
Ben langsung pergi setelah memberi perintah pada anak buahnya. Dia langsung menuju ke perusahaan, karena ada beberapa hal yang harus diurus.
Ben sangat sibuk, Dia sampai lupa menyalakan ponselnya yang sejak tadi dia matikan. Saat Ben akan makan siang yang kesorean, Dia baru ingat untuk menyalakan ponselnya.
Saat ponselnya menyala, ada notifikasi panggilan masuk dari Giani sebanyak 10 kali. Ben merasa penasaran dan menelepon balik istrinya.
("Halo, Daddy. Syukurlah daddy menelepon. Mommy pingsan, Dad. Kami takut terjadi sesuatu pada mommy.")
"APA? Mommy pingsan?" Ben langsung bergegas berdiri dan mengambil kunci mobilnya. Dia segera pulang ke mansionnya setelah mendapat kabar mengejutkan itu.
Giani saat ini sedang di tangani oleh dokter Rea. Giani pingsan setelah memasak makanan untuk Jared dan Jack.
__ADS_1
Tentu saja hal itu membuat kedua bocah itu berteriak histeris. Giani jarang terlihat sakit di depan anak-anaknya.
"Mom, wake up."
"Tuan muda Jared, tuan muda Jack. Biarkan mommy kalian beristirahat dulu, ya."
"Apa kehadiran adik bayi membuat mommy sakit?"
"Tidak. Mommy kalian hanya kelelahan dan kurang istirahat."
"Apa mommy terlalu lelah mengurus kami dan daddy? Mommy tidak pernah seperti ini sebelumnya."
"Begini, tuan muda." Dokter Rea sejenak tampak berpikir, dia ingin memberikan penjelasan yang mudah diterima oleh anak seumuran mereka.
"Berarti kami harus memberi mommy makan yang banyak. Bukan begitu, dokter Rea?"
Dokter Rea hampir saja terbahak mendengar pertanyaan Jack. Beruntung dia cukup pandai mengendalikan dirinya.
"Ya kurang lebih itu, Selain makan makanan yang banyak dan bergizi. Mommy kalian juga perlu banyak istirahat. Tidak boleh terlalu lelah."
Keduanya hanya mengangguk. Mereka mencoba menghubungi ayahnya. Namun, sayangnya tidak terhubung. Baru tadi saat Jack berada di samping Giani, ponsel Giani bergetar berkali-kali. Jack akhirnya mengangkatnya saat dia melihat nama si penelepon.
__ADS_1
Jack menceritakan apa yang terjadi dengan Giani pada Ben.
*
*
*
Ben datang dengan tergesa-gesa. Dia segera masuk ke kamar untuk mengetahui kondisi Giani. Tangan kanan Giani terpasang infus dan si kembar ada di samping Giani.
"Daddy."
Jack dan Jared langsung memeluk sang ayah. Ben mendekap mereka erat sembari mencium puncak kepala Jack dan Jared.
"Bagaimana kondisi mommy?" tanya Ben pada kedua putranya.
"Mommy tadi pingsan setelah membuatkan makanan untuk kami. Tadi dokter Rea sudah memeriksa mommy, kata dokter Rea mommy sakit karena kelelahan," kata Jack
"Apa mommy kalian sudah sadar tadi?"
"Iya, mommy sudah sadar tadi, tapi mommy bilang ingin tidur sebentar lagi karena pusing." Kini giliran Jared yang menjawab.
__ADS_1
"Kalian sudah menjaga mommy dengan baik. Sekarang kalian beristirahat di kamar saja, ya. Biar mommy, Daddy yang jaga."
...****************...