
Suara erangan Diana terdengar menggema di ruang bersalin. Dia mencengkeram lengan Jared dan mengejan dengan keras. Sejujurnya Jared tak tega melihat istrinya terus menerus kesakitan. Dokter bahkan menggunting perineum Diana karena bayi Diana susah keluar.
Setelah cukup lama berjuang, suara tangisan bayi pertama terdengar. Jared menghela napas lega. Dia mengusap keringat Diana dan mengecup kening sang istri dengan penuh kasih.
"Selamat, Tuan, Nyonya. Anak pertama anda Laki-laki. Sesuai prediksi."
"Terima kasih, kamu sangat hebat, Sayang."
Diana hanya tersenyum sembari mengangguk. Tak lama dia kembali merasakan gelombang has*rat untuk mengejan. Dokter menyerahkan bayi pertama pada suster untuk dibersihkan. Dokter kembali memberi aba-aba pada Diana untuk mengejan. Jared secara reflek merelakan lengannya untuk dicengkeram Diana. Proses kelahiran yang kedua ini lebih singkat dari sebelumnya.
"Selamat, Tuan, Nyonya. Bayi kedua juga laki-laki. Dia tampak lebih sehat dari kakaknya. Badannya sangat besar."
Diana terisak bahagia. Dia menenggelamkan wajahnya di pelukan Jared. Dokter mulai menjahit jalan lahir Diana, setelah dia membersihkan rahim Diana dengan mengeluarkan plasentanya. Diana tampak kelelahan. Sesekali matanya terpejam karena tak kuasa menahan rasa kantuknya.
Jared berinisiatif bertanya pada dokter, "Bolehkan istriku tidur?"
"Tentu saja boleh, Tuan, tapi alangkah baiknya jika menunggu sejenak sampai nyonya Diana dipindahkan ke ruang perawatan."
Setelah Diana dipindahkan di ruang VIP, dia langsung tertidur. Sedangkan Jared tetap dengan setia menunggu di samping Diana.
Jared sudah mengabari seluruh keluarganya. Celine sangat antusias mendengar kabar kelahiran kedua ponakannya. Dia pun langsung menyusul ke rumah sakit.
Giani dan Benjamin, langsung pulang ke Australia setelah mendengar kabar kelahiran cucu-cucunya.
"Aku tidak sabar melihat mereka, Sayang. Akhirnya kedua cucu kita lahir."
Giani benar-benar tampak sangat antusias untuk pulang. Dia bahkan meminta suaminya untuk mencari rute paling cepat agar bisa segera bertemu dengan kedua cucunya.
__ADS_1
***
Malam harinya, Kedua bayi Diana sudah dipindahkan ke kamar Diana. Diana sedang meny**ui bayi pertamanya, saat Celine datang bersama Felly adik Diana.
"Kakak."
"Kakak ipar."
Felly dan Celine berteriak bersamaan hingga mengejutkan bayi kedua. Bayi kedua menangis dengan keras. Felly dan Celine hanya nyengir kuda, mendapati tatapan tajam kakak laki-lakinya.
"Kalian pikir ini hutan?" Jared langsung mengambil bayi kedua dan mulai menimangnya. Jared sama sekali tidak terlihat kaku. Itu karena selama ini Jared telah berlatih bagaimana merawat anak. Jared benar-benar sangat menanti masa-masa ini. Dan kini dia senang, karena bisa mempraktekkan apa yang dia pelajari dulu.
"Kak, kau sangat hebat," puji Celine.
"Tentu saja," jawab Jared menyombongkan diri.
"Sudah, untuk bayi pertama aku memberinya nama Sean Alexander dan bayi kedua ku beri nama Beryl Alexander.
"Kenapa namanya sangat berbeda jauh?" protes Celine.
"Memang kenapa?"
"Ya, tidak apa-apa. Hanya aneh saja."
Setelah cukup lama berada di sana, Celine dan Felly pulang ke mansion kedua orangtua Celine. Rencananya besok mereka akan bersama-sama ke rumah sakit dengan kedua orangtua Celine.
Keesokan harinya, Celine dan Felly menjemput Giani dan Benjamin di bandara. Dari sana mereka akan langsung menuju rumah sakit.
__ADS_1
Giani memasuki ruang perawatan Diana dengan senyum sumringah. Giani mencuci tangan sebelum akhirnya mendekat dan memeluk menantunya.
"Terima kasih telah melahirkan cucu-cucu yang tampan untukku."
"Ibu .... "
Diana menangis tersedu, dia selalu emosional setiap dipeluk oleh Giani. Dia merasa seperti dipeluk oleh ibunya sendiri.
"Sudah jangan menangis. Bayi-bayimu lahir dengan sehat. Jangan bersedih." Giani menepuk nepuk tahu tangisan itu, tangisan yang selalu muncul setiap kali Diana merindukan ibunya.
Celine dan Felly juga ikut menangis haru. Mereka juga ikut merasakan kepahitan Diana.
"Sudah, jangan ada yang menangis lagi." tegas Giani.
Mereka semua kini mengerumuni dua bayi lucu Diana.
"Selamat bergabung dengan keluarga Alexander, Sean, Beryl." Giani mengusap kedua kening cucunya dengan sayang dan mengecupnya.
"I love you both."
...Tamat...
...****************...
Guys jangan lupa mampir di karya baruku, ya judulnya "Rahasia suami cacat Meizura."
__ADS_1