
Diana dan Jared baru saja mendarat di Brisbane. Tak mau menunggu lebih lama lagi, Diana mengajak Jared mendatangi rumah Diana. Tempat yang menjadi saksi peristiwa berdarah itu.
Saat mobil Jared berhenti di depan gerbang besar rumah Diana, tangan Diana seketika menjadi dingin. Kilasan masa lalu Diana kembali terlintas dan dalam benaknya. Di mana dia menyaksikan sendiri satu per satu keluarganya dihabisi dengan sangat kejam.
Diana sampai tak menyadari mobil Jared kembali berjalan semakin masuk ke dalam pelataran rumah Diana. Anak buah Jared sudah membersihkan rumah itu, rumah yang hampir 1 tahun ditinggalkan oleh Diana. Saat pintu mobil terbuka, Diana tersentak kaget.
"Apa kau baik-baik saja, Di?"
"Ya, aku baik-baik saja, jangan khawatir." Diana keluar dari mobil dengan langkah yang goyah. Jared merangkul bahu Diana. Dia tahu sebenarnya ini tidak mudah, tapi Jared ingin Diana juga sembuh dari traumanya.
Saat tiba di depan pintu rumah itu, Diana mengernyit bingung melihat penampakan rumahnya. Rumah itu terlihat bersih dan sangat terawat. Padahal Diana merasa sudah lama meninggalkan rumah itu.
"Ada apa? Kenapa kau berhenti, Sayang?" tanya Jared.
"Rumah ini .... "
__ADS_1
"Aku memerintahkan anak buahku untuk membersihkan tempat ini sebelum kita kemari," kata Jared. Diana memalingkan wajahnya pada Jared. Dia menatap Jared penuh haru.
Mereka masuk ke dalam mansion mewah itu, langkah Diana semakin gontai saat dia mulai melewati ruang keluarga. Tempat dimana seluruh keluarganya dihabisi.
"Ja_jared, a_aku tidak bisa." Diana menekan dadanya yang mulai terasa sesak. Jared melihat Diana yang mulai memucat. Jared mendudukkan Diana di sebuah kursi. Tatapan Diana tampak kosong dan terus menatap ke ruang keluarga.
"Hei, look at me, Di." Jared memegangi kedua pipi Diana dan memaksa Diana menatap ke arahnya.
"Aku bersamamu, Di. Jangan khawatir. Lihat aku jika kau merasa takut."
"Jika kau tidak kuat, kita keluar saja. Felly tidak mungkin berada di sini," kata Jared. Diana menggeleng. Dia ingin mengatasi traumanya. Dia berharap Jared mau membantunya.
"Bantu aku untuk menghilangkan trauma ini, Jared."
"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Jared.
__ADS_1
"Temani aku di sini sebentar saja." Diana mencoba berdiri dan menguatkan hatinya. Semoga saja dia tidak pingsan nanti. Diana melangkah ke ruang keluarga. Napasnya memburu. Namun, sekuat tenaga dia mencoba menahan untuk tidak jatuh pingsan.
Diana tak mendapati Sofa dan kursi yang mengelilingi ruangan itu. Mungkin orang suruhan Jared membuangnya karena ada bercak darah di sana.
Diana mengedarkan pandangannya. Dia menatap sendu foto keluarganya yang terpampang begitu besar di ruangan itu. Foto itu diambil beberapa waktu sebelum tragedi mengenaskan itu terjadi.
"Kau cantik seperti ibumu," ujar Jared.
"Ya, semua orang juga mengatakan hal itu, setiap daddy membawaku ke kantor untuk bertemu rekan bisnisnya, Mereka akan mengatakan aku seperti mommy saat masih muda," ujar Diana tersenyum getir.
"Rumah ini tampaknya sepi, Ayo kita cari Felly di tempat lain saja," kata Jared. Dia menggenggam jari tangan Diana dan membawa gadis itu pergi dari rumah mewah itu.
Mobil kembali berjalan meninggalkan rumah keluarga Diana. Kali ini tanpa bertanya, Jared akan membawa Diana ke sebuah tempat. Karena waktu semakin mepet. Jadi Jared sekarang sedang berpacu dengan waktu.
...****************...
__ADS_1