Genius Twins Boy

Genius Twins Boy
Final part 1


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian, Kandungan Diana sudah menginjak usia 27 minggu. Dokter mengatakan jika Diana hamil sepasang anak kembar berjenis kelamin laki-laki. Kebahagiaan ini semakin membuat Jared begitu protektif kepada Diana.


"Apa yang sedang kamu lakukan di sini, Sayang?"


Jared memeluk tubuh Diana yang kini tak lagi langsing. Namun, Jared tetap menyukainya. Menurutnya, Diana sangat cantik dengan tubuh yang berisi seperti ini.


"Aku sedang ingin melihat Zoro dan Zack."


"Bukankah kau takut dengannya?"


"Ya, tapi pagi ini aku ingin melihat mereka."


"Oh God. Nyidammu semakin aneh saja."


"Kau mengataiku aneh?" Wajah Diana langsung memerah dan matanya sudah berkaca kaca. Jared meremas rambutnya frustasi. Dia lebih memilih menghadapi musuh yang licik, ketimbang mood ibu hamil yang selalu berubah ubah ini.

__ADS_1


"Kau tidak aneh, Sayang. Hanya permintaanmu sedikit tidak biasa, tapi baiklah, aku akan meminta anak buahku untuk membawa mereka kemari."


Diana langsung tersenyum, dia duduk di kursi malas yang ada di dekat kolam renang. Saat melihat kolam renang, Diana kembali bicara.


"Sayang, kenapa kau tidak menambah koleksi hewan peliharaanmu?"


"Kau ingin apa?"


"Entah lah. mungkin sesuatu yang bisa hidup di air," kata Diana asal. Dia langsung berusaha berdiri ketika melihat dua binatang buas itu. Tidak ada ketakutan terlihat dari wajah Diana. Dia bergerak mendekati Zoro dan Zack. Wanita itu tanpa rasa takut membelai kepala dua harimau itu. Jared berdiri di belakang Diana. Dia bersiaga karena khawatir jika kedua hewan itu tiba-tiba menyerang Diana. Akan tetapi, saat cukup lama menunggu, tidak ada gerakan berbahaya apapun dari kedua hewan buas itu. Mereka justru memejamkan matanya karena keasyikan dielus oleh Diana.


"Sudah, kan? Sekarang ayo kita masuk, Hari sudah sore."


"Mommy besok akan menjenguk Jack dan Louisa. Kau mau ikut tidak?" tanya Jared. Diana menggeleng. Dia meringis dan menghentikan langkahnya saat anak-anak dalam kandungannya berseteru. Terkadang dia merasakan nyeri saat bayi-bayi dalam kandungannya bergerak sangat aktif.


Jared menuntun Diana dengan lembut dan membawanya duduk di sofa. "Apa mereka menyakitimu?" Jared mengusap usap perut Diana dengan lembut.

__ADS_1


"Tidak, mereka tidak menyakitiku. Hanya saja aku sering terkejut dengan gerakan mendadak mereka."


Saat tangan Jared berada di atas perut Diana, dia bisa merasakan gerakan kedua bayinya yang begitu aktif di perut Diana. Dia pun ikut meringis merasakan gerakan mereka. Jared tak habis pikir dari mana kekuatan wanita menahan rasa sakit saat mengandung. Ini pasti sangatlah tidak nyaman.


"Ini pasti sangat tidak nyaman?"


"Tidak juga. Ini tidak terlalu menyakitkan."


Jared mengambilkan segelas jus untuk Diana. Dia duduk menemani Diana karena memang hari ini dia libur. Jared mematikan ponselnya juga agar tidak diganggu saat quality time bersama Diana.


"Sayang, nanti malam aku ingin berjalan-jalan."


"Kenapa tidak sekarang saja?"


"Ini belum gelap. Aku ingin jalan-jalan nanti saat sudah gelap."

__ADS_1


"Baiklah," jawab Jared mengalah. Dia tak tahu kenapa istrinya semakin hari semakin aneh-aneh saja yang diminta. Namun, karena rasa cintanya pada Diana, Jared pun menuruti semua keinginan Diana, meski terkadang permintaannya di luar nalar. Demi kedua buah hatinya, Jared akan mengusahakan yang terbaik semampunya.


...****************...


__ADS_2