
Di mansion Ben, taman samping mansionnya sudah di sulap menjadi altar untuk Jared dan Diana untuk sumpah setia pernikahan mereka. Ben bahkan mendatangkan seorang pendeta. Jared sejak tadi merasa gugup. Dia khawatir Diana akan menolaknya. Ini benar-benar di luar rencananya, tapi Jared tak menampik rencana daddynya memang sangat luar biasa.
Giani juga sudah berdandan dengan sebuah gaun malam yang panjang. Wajahnya yang tak lagi muda. Namun, masih terlihat cantik itu mengulas senyum bahagia. Meski sebenarnya dia berharap pernikahan Jared bisa disaksikan oleh Jackson adiknya, tapi gara-gara suaminya, Pernikahan Jared hanya akan disaksikan oleh mereka yang ada di mansion itu saja.
Jared menghubungi adiknya dan kali ini panggilannya tersambung. Jared merasa lega adiknya sudah bisa dihubungi. Jared melakukan sambungan video call dengan adiknya itu.
"Hai, Jack where are you?"
"Aku ada di San Fransisco, Kak. Ada apa?"
"Malam ini aku akan menikah."
"Wow, are you serious?"
"Yes, Jack. Maaf ini terkesan buru-buru. Daddy yang merencanakan semuanya. Awalnya aku ingin membuat diner romantis, tapi daddy membuatnya menjadi pernikahan mendadak. Ku harap Diana tidak akan pingsan nanti."
"Aku ikut bahagia mendengarnya kak. Sudah saatnya kau mengakhiri kesendirianmu. Ku harap Diana menjadi istri yang bisa mengimbangimu," ucap Jack. Namun, belum juga Jack melanjutkan pembicaraannya terdengar suara pecahan kaca dengan keras.
"Aku akan menghubungimu lagi, Kak. Semoga semuanya lancar. Bye." Jack mematikan sambungannya sepihak. Jared langsung mengirimi pesan pada adik kembarnya itu.
Ada apa Jack, apa di sana kau sedang bermasalah?
***
__ADS_1
Sementara itu, Mobil Celine tiba di mansion. Diana mengernyit bingung saat melihat di taman samping tampak terang. Namun, semua tertutup kain putih yang melingkar. Diana tak menaruh curiga sama sekali. Anak buah Ben yang berjaga di depan sudah memberitahu Ben jika calon menantunya sudah tiba. Ben segera mengajak Jared dan Giani menyambut Diana.
Pintu mansion masih tertutup. Jared berdiri dengan cemas. Jujur dia benar-benar sangat gugup saat ini. Jared memakai setelan tuxedo berwarna putih dengan inner rompi hitam. Jared menggenggam sebuket bunga yang entah kapan itu disiapkan oleh ayahnya.
"Dad, ku harap Diana tidak pingsan nanti."
Ben tertawa sembari menepuk bahu Jared. "Ini adalah harimu. Bersiaplah, Jared. Hanya ini yang bisa daddy lakukan untukmu."
Saat pintu mansion dibuka, Diana terkejut mendapati Jared ada di sana. Jared bahkan berpenampilan seperti seorang pangeran yang akan melamar putri raja.
Entah mengapa, jantung Diana mendadak berdebar tak karuan. Diana menatap Jared tanpa mengeluarkan suara. Dia cukup terkejut dengan pemandangan di hadapannya saat ini. Sampai kemudian, Jared berjalan mendekati Diana dan mengulurkan buket bunga itu pada Diana.
Diana memundurkan langkahnya dan menutup mulutnya tak percaya. Dia menatap Ben dan Giani secara bergantian. Dia mencoba mencari jawaban dari kedua orangtua Jared. Giani mengangguk. Dia memberi isyarat agar Diana menerima bunga dari Jared. Diana mengambil buket bunga dari tangan Jared. Wajah Diana memerah saat tatapannya sejenak bertemu dengan tatapan mata Jared.
"Ini adalah pembuka dariku, Di," jawab Jared lirih. Dia berdehem untuk menetralkan kegugupannya. Jared lalu mengambil sebelah tangan Diana dan menggenggamnya.
"Diana, aku bukan pria romantis yang suka berkata-kata manis, tapi malam ini, disaksikan oleh kedua orangtuaku, adikku dan juga Felly, maukah kau menikah denganku?"
Bibir Diana seketika kelu, air matanya langsung mengembang memenuhi pelupuk matanya. Dia benar-benar tak menyangka Jared akan melakukan hal ini di depan keluarganya dan juga di depan Felly. Tidak ada keraguan lagi bagi Diana. Dia percaya Jared benar-benar tulus mencintainya.
Diana perlahan mengangguk. Dia tak kuasa menahan air matanya. Beruntung make up nya tidak luntur. Jared tersenyum senang dan langsung menarik Diana kedalam pelukannya. Celine dan Felly bertepuk tangan. Ben langsung merangkul bahu Giani, wanita paruh baya itu ikut terharu menyaksikan moment bahagia itu.
"Ok guys. Kita bawa calon pengantinnya ke taman. Pendeta sudah menunggu mereka," ujar Ben menghentikan adegan romantis Jared dan Diana.
__ADS_1
Diana mengernyit bingung. "Pendeta?" tanya gadis itu. Jared tersenyum. Tanpa banyak bicara atau menjawab pertanyaan Diana, Jared menggandeng tangan Diana dan membawanya ke taman di samping rumah mereka.
Diana terpaku dengan bibir setengah terbuka. Dia tak tahu jika saat dia menerima lamaran Jared, dia akan menikah saat itu juga.
"Kita akan menikah sekarang?" tanya Diana. Jared menoleh dan mengangguk dengan mantap.
"Ya, kita akan menikah sekarang. Apa kau keberatan, Diana?"
"Ta_tapi kenapa begitu cepat?"
"Agar kau tidak berubah pikiran. Ayo kita ke altar," jawab Jared dengan santai.
Diana menurut saat Jared membimbingnya menuju altar. Diana tak ragu lagi pada pria itu, Meski sebenarnya masih ada ganjalan di hatinya mengenai foto pembunuh kedua orangtuanya. Apa yang sudah Jared lakukan pada pria itu?
...****************...
Mampir juga yuk guys. Di kisah Celine.
Kalau kisah Jack baru otewe tapi bolehlah mampir juga save di rak dulu
__ADS_1