Genius Twins Boy

Genius Twins Boy
Final Part 1


__ADS_3

Jared dan Diana baru saja selesai makan malam padahal waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Mereka berdua duduk di dekat jendela kaca besar dan hanya bisa melihat pekatnya malam dalam hutan. Suara geraman hewan buas sesekali terdengar hingga membuat Diana meremang.


"Jared, apa kau yakin di sini aman?" tanya Diana.


"Apa kau pikir aku akan mau mengorbankanmu hanya demi bisa bercinta di tempat ini, Di? Aku masih cukup waras untuk melakukan kegilaan," ujar Jared.


"Maafkan aku, Jangan tersinggung, aku hanya merasa ngeri dengan tempat yang gelap. Sesuatu bisa saja muncul dari balik hutan ini bukan?" Diana tak enak hati mendengar ucapan Jared barusan. Dia mengartikan jika Jared tersinggung dengan ucapannya.


Jared berdiri. Dia terseyum simpul pada Diana. mungkin jawabannya terdengar kasar hingga membuat wajah Diana terlihat takut padanya.


"Berdirilah," ujar Jared sembari mengulurkan tangannya pada Diana. Diana menyambut uluran tangan Jared. Dia berdiri menghadap Jared


"Apa kau tidak percaya jika aku bisa melindungimu?"


"Bukan begitu."


"Lalu apa yang kau takutkan, Baby? Aku ada di sini bersamamu, kau hanya perlu menikmati setiap detik dan menit yang terlewatkan, karena aku sudah berhari-hari memendam rindu padamu."


Diana tersenyum samar. Dia langsung memeluk Jared karena dia juga merindukan pria itu. Jared menyentuh dagu Diana hingga gadis itu mendongak menatapnya.


"I miss you, Di."


"Me too. I miss you so much. Aku khawatir saat kau jauh dariku, Jared." Jared tersenyum mendengar Diana juga merindukannya. Jared sekilas mengusap bibir Diana dan lalu Jared mengecup bibir Diana dengan lembut.

__ADS_1


Diana melingkarkan kedua tangannya di leher Jared, sekarang tanpa keraguan Diana membalas kecupan Jared dengan lum*tan.


Jared mengangkat Diana dan membawanya ke kamar. Diana masih mengalungkan tangannya di leher Jared. Sekarang Diana hanya bisa pasrah, mau melakukan malam pertama sekarang atau nanti, yang terpenting baginya adalah saat ini dia dan Jared sudah menikah.


Jared menurunkan Diana di ranjang besar. "Kau mau mandi dulu atau kita langsung ke bagian inti, Baby?"


wajah Diana sontak langsung memerah. Jared tertawa melihat wajah istrinya yang memerah itu. Sangat menyenangkan rupanya menggoda istri polosnya itu.


"Aku mau membersihkan diri dulu. Aku merasa tubuhku sangat bau. Celine mengerjaiku hampir seharian," keluh Diana. Jared tiba-tiba memajukan tubuhnya dan mengendus aroma Diana.


"Kau masih sangat wangi, Di, tapi jika memang kau mau mandi, aku akan menyiapkan air untukmu. Today is your day."


"Kenapa begitu?" tanya Diana heran.


"Ya karena aku ingin kau selalu mengingat malam ini. malam yang tidak akan pernah bisa kamu lupakan."


"Diabetes? Kenapa bisa? Apa hubungannya?"


"Ya karena kamu selalu memperlakukanku dengan manis," ujar Diana sambil tertawa. Jared tersenyum dan mengusap kepala Diana.


"Tunggulah di sini. Aku tidak akan lama." Jared benar-benar membuktikan ucapannya. Dia melayani Diana dengan perhatian dan kelembutan. Diana sedikit kaget melihat sisi manis suaminya.


Diana bersyukur bertemu dengan Jared. Meski pertemuannya dengan Jared terbilang singkat, Diana bisa merasakan ketulusan yang selalu Jared lakukan untuknya.

__ADS_1


"Airnya sudah siap, Baby. Kau mau mandi sendiri atau ditemani?" Diana berdiri dengan dibantu oleh suaminya. Bahkan tanpa diminta Jared membantu Diana menarik resleting gaunnya.


"Mandi sendiri? Sepertinya aku lebih suka mandi bersama. Apa kau mau bergabung?" Diana mengerling nakal ke arah Jared hingga membuat pria itu sejenak terpaku. Namun, tak lama Jared menyusul Diana yang telah berjalan terlebih dahulu masuk kamar mandi.


Diana tampak sudah masuk ke dalam bathtub. Tanpa banyak bicara lagi Jared melepas pakaiannya dan hanya menyisakan sangkar ularnya saja. Diana menggigit bibir bawahnya melihat tubuh atletis Jared. Mata Diana bahkan selalu tergelincir di bagian sangkar ular Jared.


"Ibarat sebuah film, ini adalah spoiler untukmu, Baby."


"Aku tidak suka spoiler, aku lebih suka menonton filmnya langsung. Jadi kemarilah!" Diana sudah tak terlalu malu lagi. Toh Jared kini telah menjadi suaminya.


Jared akhirnya ikut bergabung masuk ke dalam bathtub. Diana bersandar dengan tubuh polosnya. Jared mengusap kedua lengan Diana dengan lembut. Pria itu lantas mengecup bahu Diana.


"I love you, Di. Sekarang kau tidak perlu takut lagi saat keluar rumah. Aku sudah mengurus para pembunuh itu," ujar Jared.


Diana seketika berbalik dan menatap wajah Jared dengan serius. "Apa kau sudah menjebloskan mereka ke penjara?" tanya Diana penasaran.


Jared menggeleng dan tersenyum tipis. "Aku mengirim mereka untuk bertemu keluargamu."


"Ma-maksudmu, kau membunuh mereka?"


"Yes of course, baby. Aku membuat mereka membayar semuanya secara lunas."


Diana terdiam, dia speechless. Jared dengan gemas langsung memagut bibir Diana. Diana memejamkan matanya dan naik ke atas pangkuan Jared. Dia membalas ciuman Jared dengan rakus. Tubuh Diana rasanya seperti terbakar, darahnya berdesir saat tangan Jared dengan leluasa memberi pijatan lembut di dadanya. Diana melenguh dan mere*mas rambut Jared.

__ADS_1


Jared mengangkat Diana dari dalam bathtub. Jared membawa Diana berdiri dibawah shower untuk bilas. Sesekali bibir mereka kembali beradu. Jared mengambil handuk dan mengeringkan tubuh Diana. Meski ada sedikit rasa malu, tapi Diana membiarkan Jared melakukan apapun yang dia mau. Toh tubuhnya sudah menjadi milik Jared. Jadi Diana lebih meilih menikmati setiap perlakuan lembut Jared.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2