Genius Twins Boy

Genius Twins Boy
S2. Berasal Dari Mana?


__ADS_3

Usai makan siang, Jared masuk ke kamarnya. Diana juga mengantar Felly ke kamarnya, sebelum akhirnya dia menemui Giani.


"Aunty, apa tugasku?" tanya Diana. Kini dirinya dan Giani sedang ada di sebuah perpustakaan.


Diana sungguh takjub dengan isi Mansion besar itu. Dia bahkan mungkin belum ada seperempat bagian mengelilingi mansion itu karena mansion itu memiliki total 3 lantai. Itu yang Diana tahu.


"Duduklah, Di."


Diana langsung duduk di sofa tunggal. Pandangan matanya menyapu seluruh rak buku yang ada di tempat itu. Diana memperkirakan jika jumlah buku di sana bisa mencapai puluhan ribu.


"Tugasmu sangat mudah, Sayang. Kau hanya cukup menemaniku di sini. Aku butuh teman. Terkadang aku bosan membaca dan ingin ngobrol, tapi anak-anakku tidak punya waktu."


"Ta_tapi aunty, gajiku sangat besar. Apa itu sepadan?"


"Kau tidak usah pikirkan itu sepadan atau tidak. Cukup duduk dan temani aku. Nanti saat aku tidak sedang di sini. Kau boleh melakukan apapun. Kau boleh istirahat, kau boleh menemani Felly. Terserah."


Diana benar-benar tak tahu, dia harus bersyukur atau justru malah iba pada wanita paruh baya yang cantik itu. Wanita baik hati ini sampai harus membayar orang karena merasa kesepian.


"Sekarang, kau boleh mengambil buku apapun dan membacanya di sini bersamaku," lanjut Giani. Diana hanya bisa mengiyakan perintah Giani.

__ADS_1


Diana berkeliling sebentar dan mengambil satu buku secara acak. Diana kembali duduk dan membuka buku yang dia pilih.


Saat Diana hendak membaca buku yang dipilihnya, lalu ....


Jared memanggil Giani, "Mom."


"Ada apa Jared?" Jared duduk di samping ibunya. Lagi-lagi dia menatap tajam ke arah Diana.


"Apa yang mommy lakukan di sini?"


"Apa kau tidak punya pertanyaan berbobot lainnya, Jared? Mommy sekarang ada di perpustakaan, dan kau bertanya apa yang mommy lakukan?"


"Ehm, maksudku kenapa harus ada dia di sini?" Entah mengapa Jared masih merasa curiga pada Diana. Kehadiran gadis itu sedikit mengusik rasa penasaran Jared, karena mommynya jarang sekali membawa orang asing ke mansion. Atau bisa dikatakan hampir tidak pernah.


"Di mansion ini ada banyak orang, Mom. Kenapa harus dia? Dia orang asing, Mom?"


"Sekarang mommy tanya padamu. Kenapa bukan dia? Apa salahnya? Atau kau pernah dibuat patah hati olehnya?"


"Nonsense."

__ADS_1


"Jika begitu, Why not? Mommy suka Diana. Sejak awal bertemu dengannya, mommy langsung merasa cocok. Lagi pula mommy yang menggajinya. Bukan kamu. Sudah sana. Mengganggu mommy saja."


"Aku mau di sini."


Diana semakin dalam menundukkan kepalanya. Sumpah demi apapun dia merasa lututnya bergetar karena takut dengan tatapan Jared yang seolah bisa melumpuhkan syarafnya.


"Jangan pedulikan dia, Di. Kau di sini karena aunty yang menggaji. Kau tidak perlu takut dengannya."


Diana tak berani menyahut. Dia hanya menjawab dengan anggukan kepalanya.


"Diana, Felly lumpuh karena apa?"


"Kecelakaan mobil, Aunty dan itu karena kesalahanku."


"Kenapa? Maaf aunty hanya ingin tahu tentangmu saja, Sayang."


"Saat itu seharusnya aku menjemput Felly dari sekolah, tapi karena ada panggilan kerja, aku melupakannya. Felly yang kelamaan menunggu tak sabar pulang sendirian, saat dia menyebrang jalan, tiba-tiba ada mobil yang melaju kencang ke arahnya."


"Oh, ya Tuhan."

__ADS_1


"Memang kau berasal dari mana?" tanya Giani. Manik mata Diana bergerak gelisah. Dia diam sesaat. Jared masih terus mengamati gerak gerik Diana. Dia tahu ada sesuatu yang disembunyikan oleh gadis ini.


...****************...


__ADS_2