Genius Twins Boy

Genius Twins Boy
S2. Terlihat Menyedihkan


__ADS_3

Jared tersenyum miring saat mendengar Diana bergumam mengatakan jika dirinya adalah pria pemaksa.


"Ya, aku memang Pria pemaksa."


Mereka sudah berada di ruang Gym dan pada kenyataannya mereka hanya berdua saja di ruangan ini.


"Apa yang harus aku lakukan, Tuan?" Diana menatap sebuah ring kecil dengan alis berkerut.


"Kita akan berlatih boxing atau gulat mungkin."


"Ku harap kau tidak menyesali permintaanmu itu, Tuan."


"Kenapa? Apa kau bisa?"


"Let's see." Diana tersenyum tipis pada Jared. Pria itu terpaku melihat senyum Diana yang jarang dia lihat.


"Baiklah, ayo sekarang kita naik. Aku ingin tahu seberapa hebat kemampuan dirimu."


Diana mengangguk. Dia langsung naik ke atas Ring.


"Gulat atau boxing?"


"Terserah padamu, Tuan."

__ADS_1


"Panggil aku Jared. Aku bukan tuanmu." Jared melempar tatapan datar seperti biasanya. Akan tetapi kali ini Diana sama sekali tak merasa khawatir dan takut lagi.


"Baiklah, kita coba boxing dulu. Aku ingin mengukur seberapa kemampuanmu."


Diana mengangguk. Dia mengambil sarung tinju berwarna hitam dan memakainya tanpa kesulitan. Dari sana Jared bisa menilai jika Diana sepertinya pernah melakukan boxing.


"Kau siap?" tanya Jared. Dia juga sudah memakai sarung tinjunya.


Mereka kini berhadapan. "Kau bisa menganggapku sebagai apapun yang kau mau. Kau luapkan saja rasa marahmu padaku.


Diana sejenak terdiam. Dia menatap Jared dengan penuh tanya di hatinya. "Apa tujuanmu tu ... Jared?"


"Membuatmu melepas semua beban yang ada di hatimu. Aku tahu. Selama ini kau memendam kebencian pada dirimu sendiri. Kau seolah merasa tak berguna karena hanya bisa melihat pembunuh itu menghabisi keluargamu."


Air mata Diana mengalir begitu saja. Kenapa Jared bisa tahu apa yang dia pendam selama ini. Sorot mata Diana mulai terpancar penuh amarah.


Jared tersenyum. Inilah yang dia nantikan. Dengan mudah Jared menahan pukulan Diana. Tak berhenti sampai di sana. Saat Tangannya masih di tahan Jared, Diana menarik sebelah kakinya dengan gerakan cepat dan mengangkatnya tinggi, mengarah ke Jared. Jared langsung menghindar dengan cepat. Meski akhirnya tungkai kaki Diana berhasil mengenai bahunya.


"Good girl."


Diana seperti lupa jika yang ada di hadapannya adalah anak majikannya. Dia kembali menyerang Jared dengan brutal. *Jab, Hook, uppercut, semua gerakan Diana seperti seorang petinju profesional. Dia terus menyerang Jared. Namun, pria itu bisa menghindari semua serangan Diana tanpa melakukan perlawanan balik.


Merasa kesal karena pukulannya tak pernah mengenai sasaran. Diana akhirnya menggerakkan kakinya menjegal Jared. Pria itu tak menduga gerakan Diana hingga akhirnya tubuhnya roboh. Diana juga merebahkan tubuhnya di atas ring karena rasa lelah yang dia rasakan.

__ADS_1


"Bagaimana perasaanmu?"


"Sudah jauh lebih baik. Terima kasih dan maaf."


Jared menoleh menatap gadis cantik di sebelahnya. Ya, dia akui Diana adalah gadis yang cantik. Namun, bukan berarti dia akan langsung jatuh hati pada gadis itu. Karena dalam hidupnya, Jared tidak pernah merasakan getaran apapun saat dekati oleh teman-teman wanitanya dulu.


"Apa ada kotoran di wajahku? Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Diana.


"Apa kau sering melakukan olahraga ini?"


"Ya, dulu aku sering melakukannya karena saat usia 14 tahun, aku hampir menjadi korban pelecehan seksual. Sejak saat itu daddy menyuruhku untuk sering-sering berlatih beladiri apapun.


Tapi sejak kejadian itu, aku merasa apa yang telah aku pelajari hanya sesuatu yang sia-sia. Aku bahkan tidak bisa menyelamatkan satu orang pun. Aku terlalu pengecut."


Air mata Diana kembali mengalir. Jared bangkit dari posisinya dan mengusap air mata Diana yang terus menetes.


"Stop menyalahkan dirimu sendiri. Tidak semua masalah bisa kita atasi sesuai dengan keinginan kita."


"Aku tahu itu, itulah kenapa aku kecewa dengan diriku sendiri."


"Kau mau latihan menembak?" tanya Jared. Diana langsung menoleh.


"Kenapa kau melakukan ini padaku? Kau bisa pura-pura tak mempedulikan aku. Kenapa?"

__ADS_1


"Aku tidak tahu, mungkin karena kau terlihat menyedihkan."


...****************...


__ADS_2