Genius Twins Boy

Genius Twins Boy
Bab 64. Terkuaknya Misteri


__ADS_3

Aluna mendatangi kantor Dawson. Dia ingin mengatakan pada pria itu jika dirinya kini sedang mengandung anaknya.


Aluna pikir dia bisa menguras harta Dawson dengan memakai anak dalam kandungannya. Dia akan mengancam Dawson dengan kehamilannya ini.


Meski sebenarnya Aluna masih mengharap pada Benjamin, tapi setelah dia pikir, Dawson juga tidak terlalu buruk.


Aluna mendatangi meja resepsionis, dia ingin meninggalkan kesan yang baik pada Dawson dengan bersikap sopan.


"Aku ingin bertemu dengan tuan Walters."


"Maaf nona, tuan sedang tidak ada di tempat."


"Kemana dia?"


"Saya kurang tahu, Nona. Anda bisa menemui asisten tuan Walters jika ada perlu yang mendesak."


"Oh tidak usah. Aku akan menemuinya lagi nanti."


Aluna pergi begitu saja dari sana. Dia sedikit kesal karena keinginannya untuk memeras Dawson harus tertunda.


"Si*alan seharusnya dari kemarin saja aku ke sini. Ini karena aku terlalu memikirkan kak Ben sampai aku melupakan yang lainnya," gerutu Aluna kesal.


Dia pulang dengan wajah kesal. Setibanya di rumah, saat Aluna membuka pintu, dia sudah disambut oleh Shena.


PLAK!!

__ADS_1


"DASAR JA*LANG! Kau merusak semua rencanaku, Aluna!" pekik Shena marah. Dia tak sengaja menemukan testpeck di kamar Aluna. Dia yakin jika itu adalah milih Aluna.


"Apa yang ibu lakukan?" teriak Aluna kesal.


"Katakan dengan bad*jingan mana kau hamil? Aku tidak mau tahu, kau harus gugurkan kandunganmu."


"Aku tidak mau dan aku tidak bisa. Aku tidak mau hidup dalam bayang-bayangmu lagi. Aku lelah dengan obsesimu itu, Bu!" Aluna berteriak meluapkan segala kemarahan yang selama ini dipendam oleh dirinya.


"Kau sudah berani melawan ibu? Jika bukan karena ibu kamu tidak akan menikmati segala kemewahan ini. Aku sudah berusaha untuk mencukupi semua kebutuhanmu, Aluna. Jangan lupakan itu."


"Aku tidak menginginkan semua itu, Bu! Kau yang iri dengan kekayaan yang dimiliki oleh saudara kembarmu hingga kau memilih menghabisinya dan mengantikan perannya dan lalu kau meninggalkanku dengan pria brengsek itu!"


"Aku melakukan itu semua demi kamu, Luna!"


"Demi kepuasanmu sendiri. Kau bahkan sudah bercinta dengan ayah Ben. Dia bahkan tidak tahu jika kau hanya orang lain. Kau bukan ibunya!" pekik Aluna.


PLAK!!


Shena kembali menampar Luna dengan keras. Dia sampai jatuh terpelanting.


"Aargh!" Aluna memegang perutnya yang terasa sakit.


Mereka berdua tak menyadari jika Ben sudah berdiri di depan pintu. Mereka terlalu fokus saling menyalahkan sampai-sampai mereka tak menyadari Ben telah mendengar segalanya.


Ben tanpa sengaja melihat Aluna di perusahaan Dawson. Karena penasaran Ben mengikuti Aluna. Mungkin karena Aluna terlalu memikirkan masalahnya dia sampai tidak tahu jika sedang dibuntuti oleh Ben.

__ADS_1


Ben melangkah masuk dan bertepuk tangan. Setelah sekian lama, Akhirnya dia tahu hal ini. Dia tidak pernah mengusik Shena karena dia pikir Shena adalah ibu kandungnya.


Tapi sekarang dia tak akan sungkan lagi untuk menghabisi wanita itu dan putrinya.


"B_ben. K_kau di sini?" tanya Shena gugup.


"Akhirnya sesuatu yang selalu ingin ku ketahui, tanpa sadar sudah kalian bongkar dengan sendirinya."


"B_Ben aku bisa menjelaskan semuanya."


"Telingaku masih belum tuli. Wanita iblis sepertimu lebih baik mati," ujar Ben penuh penekanan. Dia sudah menodongkan pistolnya ke arah Shena.


Sedangkan Aluna, dia masih terduduk di lantai memegangi perutnya. Dia bergetar karena takut melihat kemarahan Ben kali ini.


"Kalian benar-benar jahat. Kalian itu iblis."


"Aku ti_dak ikut campur. Ibu bertindak sendiri."


"Kau terlibat Luna. Kau tahu apa yang iblis ini lakukan, tetapi kau diam tak mengatakannya padaku."


"Ma_maaf kak, dia mengancam akan membunuhku," kata Luna tergagap.


"Kau licik Luna. Kau licik!" pekik Shena


DORR!!

__ADS_1


Ben menatap Shena yang terkapar penuh dengan kebencian.


...****************...


__ADS_2