
Diana benar-benar tak menyangka akan berada di tempat ini sekarang. Mereka semua menyambut Diana dengan suka cita. Diana tak lagi dapat berkata-kata. Dia hanya bisa menangis bahagia dipelukan Jared.
"Besok kita kunjungi makam orangtuamu, lalu setelah itu kita pulang ke Melbourne. Aku meminta Rocky untuk tetap tinggal di sini. Jordan juga akan ada di sini menemani Felly untuk mempelajari tentang perusahaan ini. Kelak Felly yang akan menjalankan bisnis ini."
"Tapi Felly masih terlalu kecil, Jared."
"Dia harus belajar. Semakin cepat dia menguasai ilmu untuk menjalankan bisnis ini, maka itu semakin baik. Kau tenang saja. Aku tidak akan melepaskan pengawasanku padanya. Kita bisa mengunjunginya sesekali."
"Tapi dia tidak pernah berpisah dariku, Jared."
"Felly sudah menyetujuinya, Baby. Kau tenang saja. Jangan terlalu membatasinya. Dia punya kemampuan."
Diana tak lagi menjawab baginya sekarang dia akan menuruti apapun yang Jared katakan karena Jared sudah melakukan banyak hal untuk dirinya.
Acara malam itu pun berakhir dengan sukses. Semuanya berjalan lancar tanpa hambatan. Diana dan Jared memilih menginap hotel. Diana masih belum siap tinggal di rumahnya lagi.
Keesokan harinya, Diana, Felly, Jared dan adk-adiknya pergi mengunjungi makan orang tua Diana. Air mata Diana sudah tak terbendung melihat pusara kedua orangtuanya dan juga keluarganya yang lain, yang turut menjadi korban dendam salah alamat Alexson.
Diana bersimpuh di depan akam kedua orangtuanya sembari mengusap nisan mereka.
"Mom, Dad. Maaf aku terlambat menemui kalian dan maaf aku terlalu pengecut menghadapi para pembunuh itu," ucap Diana lirih. Felly pun ikut berlutut di tengah-tengah pusara ibu dan ayahnya.
__ADS_1
Jared dan kedua adiknya hanya diam. Mereka membiarkan kedua kakak beradik itu menumpahkan segala emosinya pagi ini. Emosi yang telah mereka pendam selama ini.
Setelah puas menangis di depan pusara kedua orangtuanya, Felly berdiri begitu juga dengan Diana. Namun, tanpa disangka-sangka, saat Diana berdiri dari posisinya tiba-tiba dunianya terasa berputar hingga ia terhuyung dan tak sadarkan diri. Beruntung, Jared bisa menahan kepala Diana sebelum terhempas di rerumputan.
"KAKAK!" pekik Felly. Dia segera menekati sang kakak ipar. Akan tetapi, Jared sudah langsung bergegas membawa Diana masuk ke dalam mobil.
Celine dan Jordan menenangkan Felly. Mereka bertiga naik ke mobil lain dan menyusul mereka. Sementara itu, Jared terlihat sangat panik dan meminta supirnya untuk melaju lebih cepat lagi menuju rumah sakit.
"Baby, kau ini kenapa?" ujar Jared cemas.
Setibanya di rumah sakit, Jared meletakkan Diana di atas brankar. Tim medis membawa Diana masuk ke ruang Emergency. Jared menunggu di luar ruangan dengan wajah kalut. Kondisi Diana sejak kemarin tidak menunjukkan gelagat apapun, yang memperlihatkan jika dia sedang sakit.
Tak berapa lama seorang Dokter keluar dari ruang Emergency dan tersenyum menyapa Jared.
"Saya suaminya, Dok. Apa yang terjadi dengan istri saya?" tanya Jared tak sabaran.
"Oh, kalian menikah muda. JIka begitu saya ucapkan selamat pada anda. Istri anda sedang hamil."
"Ha_hamil?" ucap Jared mengulang kata yang barusan dia dengar.
"Ya, dia saat ini sedang mengandung."
__ADS_1
"Ta_pi bagaimana ...?"
Jared menghentikan pertanyaan konyolnya. Karena jelas-jelas malam itu dialah yang mengoyak mahkota berharga istrinya. Tapi bagaimana bisa? Pernikahan mereka bahkan belum genap 1 bulan.
melihat wajah bingung Jared, Dokter yang menanggani Diana mengernyit heran. "Ada apa? Anda tidak percaya jika istri anda sudah hamil?"
"Tidak, bukan begitu. Hanya saja aku dan dia baru menikah beberapa minggu yang lalu."
"Itu hal yang wajar dan normal. Kehamilan seorang wanita itu terhitung bukan dari kapan terakhir melakukan hubungan badn, tapi kapan terakhir dia menstruasi. Saat pemeriksaan tadi, kantung kehamilannya sudah terbentuk. Sebulan lagi kalian bisa kembali lagi untuk memastikan apakah janinnya sudah bisa terlihat atau belum," ucap dokter itu panjang lebar.
Setelah dokter berpamitan pergi, Jared bahkan tak menyahuti. Dia masih terlalu terkejut dengan berita ini. Dalam waktu yang sangat dekat dia langsung bisa mencetak keturunannya. Bukankah itu sebuah pencapaian yang sangat hebat?
Jared segera masuk ke ruang emergency unuk menemui Diana. Diana masih terpejam dengan sebuah jarum infus menancap di punggung tangannya.
tak lama Felly dan kedua adik Jared sampai ke rumah sakit. Felly segera berlari mencari keberadan saudara satu-satunya itu.
"Bagaimana keadaan kakakku, Kakak ipar?" tanya Felly.
"Kata dokter, kakakmu sedang hamil."
"What? Itu artinya aku akan punya keponakan?" Wajah Felly yang semula terlihat cemas kini berubah menjadi bahagia. Celine dan Jordan yang mengikuti Felly pun ikut bahagia mendengar kabar kehamilan kakak iparnya.
__ADS_1
...****************...