Genius Twins Boy

Genius Twins Boy
S2. Jadi Ingin Menciummu


__ADS_3

Matilda mengepalkan tangannya. Kenapa Diana selalu saja beruntung. Dulu saat bekerja di sini dia sangat di perhatikan oleh managernya. Dan sekarang ada pria tampan yang mau berlutut di depan Diana hanya untuk memakaikan sepatu untuknya.


"Sial, kenapa dia selalu saja beruntung. Diperhatikan oleh dua pria sekaligus." Matilda menggerutu dalam hatinya.


Jared tersenyum saat sepatu itu terpasang indah di kaki Diana.


"Kita ambil yang ini."


"Hmm, ya. Diana buru-buru melepas sepatu itu. Dia sungguh merasa tak enak hati diperlakukan seperti itu. Dia merasa tidak pantas mendapat perlakuan istimewa seperti tadi.


"Lalu sepatu mana lagi?" tanya Jared tak sabar karena Diana sejak tadi terus diam saja.


Mata Diana melirik ke kiri dan ke kanan mencari yang cocok. Dia lalu menunjuk sebuah sepatu berwarna putih tulang.


"Itu."


"Kau dengar apa yang Diana katakan bukan?" Jared menatap tajam Matilda, dia tak peduli dengan manager toko yang terus menerus menatap dirinya dan Diana.


"I_iya, Tuan." Matilda mengambilkan sampel untuk Diana coba.


"Matilda, maaf. Bisakah kau mencarikan ukuran yang sama seperti tadi. Ini terlalu sempit."


Meski kesal Matilda melakukan tugasnya dengan sebaik mungkin. Diana juga sudah memilih dua sepatu olahraga. Kini Jared dan Diana sedang menuju kasir. Saat hampir mencapai kasir, ponsel Jared bergetar.

__ADS_1


"Aku akan menerima telepon dulu. Kau selesaikan pembayarannya. Pin nya .... " Jared menyerahkan black card miliknya dan membisikkan sederet nomor pin kartu miliknya.


Diana menerima kartu itu dan berjalan ke arah kasir, sedangkan Jared menjauh untuk menerima panggilan dari Celine adiknya.


"Pintar juga kau mencari mangsa," ujar Matilda kini mulai kembali menunjukkan taringnya karena Jared tak ada di dekat Diana.


Diana tersenyum tipis. "Ya, aku memang sedang berburu pria kaya yang mau menghidupiku dan adikku."


Matilda terkekeh meski dalam hati dongkol bukan main mendengar jawaban Diana.


"Kau hanya akan dijadikan pemuas ranjang mereka saja, Diana. Jangan terlalu percaya diri. Tidak akan ada pria yang mau membiayai hidupmu dan adikmu dengan cuma-cuma."


"Apa aku perlu memanggil pak Rowland agar dia memberimu surat peringatan, Matilda? Aku bisa saja membatalkan pembelian ini dan memilih ke toko lain yang pelayanannya lebih ramah."


Jared baru saja selesai menerima telepon dari adiknya. Dia langsung mendatangi Diana dan menyentuh punggung gadis itu.


"Apa sudah selesai?" tanya Jared.


"Belum, sebentar lagi."


"Hmm, baiklah. Setelah ini kita ke toko baju olahraga. Kau butuh beberapa kostum untuk latihan besok."


"Tapi kasihan Felly, dia pasti menungguku dan belum makan malam."

__ADS_1


"Dia sudah makan bersama Celine dan tadi Celine meminta ijin katanya malam ini Felly akan tidur di kamarnya, jadi Celine memintaku untuk menemanimu tidur," kata Jared menggoda Diana. Dia sangat senang melihat respon kesal Diana dan benar saja, Diana langsung mendelik kesal ke arah Jared.


"Hei, jangan menatapku begitu," ujar Jared.


"Memangnya kenapa?"


"Aku jadi ingin menciummu, Di."


Diana menutup bibirnya seketika dan Jared tertawa melihatnya.


"Kau benar-benar lucu." Jared kembali menyentuh punggung Diana. Diana mematung. Tubuhnya terasa membeku saat Jared membelai punggungnya dengan lembut.


Usai menyelesaikan pembayaran, Diana dan Jared langsung menuju ke toko yang menjual pakaian olahraga. Namun, sebelum masuk ke sana, Diana menghentikan langkahnya.


"Bisakah kau tidak sembarangan menyentuhku?" tanya Diana.


"Tidak. Aku tidak bisa."


"Why? Orang-orang akan salah paham padaku."


"Biarkan saja, aku tidak peduli."


...****************...

__ADS_1


__ADS_2