
Jared mengambil sepasang sarung tangan yang bagian atasnya tertutup lapisan tembaga berbentuk duri-duri seperti buah durian. Ujung durinya tampak runcing dan berkilau.
Rocky sangat yakin, sekali saja tuannya mengayunkan tangannya ke wajah pria itu, sudah pasti wajahnya tidak akan selamat lagi. Jared meminta salah satu anak buahnya untuk menegakkan kepala Alexson agar Alexson bisa melihat apa yang akan Jared lakukan pada pembunuh itu.
Jared menyeringai. Ini akan menjadi tontonan yang sangat menegangkan untuk Alexson dan para pembunuh bayaran itu.
"Rocky, bagian mananya yang harus aku hancurkan terlebih dahulu?" tanya Jared bersiap. Dia sudah berdiri di depan pembunuh kedua orang tua Diana. Pria itu seketika langsung memucat melihat kedua tangan Jared yang sudah ditutupi sarung tangan berduri dan sewaktu-waktu bisa saja merobek wajah dan tubuhnya.
"Perut, Tuan."
"Perut? itu pilihan yang buruk, Rocky," kata Jared. Namun, tanpa ragu Jared langsung mengayunkan tinjunya ke perut pria itu. Sesaat semua yang menyaksikan kejadian itu diam. Alexson sampai menahan napasnya. Pria yang terkena pukulan Jared memekik dengan keras. Perutnya terasa sangat sakit karena duri-duri tajam itu menusuk perutnya.
Jared menarik tangannya dengan kasar dan langsung beralih menghajar wajah pria itu dengan kekuatan penuh. Rocky dan beberapa anak buah Ben meringis ngeri, pria tadi seketika tak bersuara lagi, Jared menyeringai mengerikan.
__ADS_1
(Maaf ya bisa terlalu jelas ya, takut kena review lama.)
"Who the next?" tanya Jared. Sisa 4 orang pembunuh dan kesemuanya tiba-tiba memberontak ketakutan. Jared tertawa. Ini benar-benar tontonan yang menarik.
"Jared ku mohon bunuh aku sekarang."
"Tidak. Kau akan menjadi yang paling akhir, karena kau adalah dalang di balik kasus itu."
"Serahkan saja aku pada polisi. Aku akan mengakui semuanya pada mereka," ucap Alexson memelas."
"Kalian habisi saja 4 orang itu. Setelah itu hancurkan tempat ini bersama pria itu. Aku ingin segera kembali. Secepatnya urus dan selesaikan masalah perusahaan itu." Jared berujar sembari kembali duduk di kursinya. Jared melepas sarung tangan yang sudah berlumur darah itu dan membantingnya sembarangan. Jared hanya menjadi penonton saja setelah puas membuat si pembunuh orang tua Diana terkapar.
"Kau tak ingin mencobanya, Rocky?"
__ADS_1
"Tidak, Tuan."
Jared hanya tersenyum miring, Dia mengambil kotak rokoknya dan menyalakan satu rokok lalu menghirupnya dalam-dalam dan menghembuskannya kasar. Wajah Jared sesaat seperti sedang berpikir dan entah mengapa dia semakin rindu pada Diana.
"Segera siapkan peledaknya," ucap Jared. Dia berubah pikiran dan dia ingin segera menyelesaikan semuanya secepatnya.
Jared mendekat ke arah Alexson, "Kau ingin cepat mati bukan? Maka akan aku kabulkan permintaanmu itu."
"Kau benar-benar jelmaan iblis Jared," desis Alexson.
"Aku memang raja iblis. Kau bukan tandingan yang sepadan bagi keturunan Alexander. Kau itu bagaikan alas kaki bagi kami. Sayangnya, aku baru saja bertemu dengan Diana. Andai saat kejadian itu aku sudah mengenalnya, sudah aku pastikan kau tidak akan pernah bisa melihat hari ini."
Jared berbalik dan pergi begitu saja. Sedangkan anak buahnya sudah menyiapkan peledak di setiap sudut rumah terbengkalai itu. Hari ini akan menjadi hari terakhir bagi Alexson dan komplotannya, lalu setelah ini Jared akan mengurus semua hak Diana dan Felly.
__ADS_1
...****************...