
Matilda semakin melebarkan mata mendengar perintah Jared pada Diana. Hatinya benar-benar terbakar melihat Diana kini bersama dengan pria tampan.
Rasa iri di hatinya seperti baru saja disirami hingga tumbuh semakin subur.
"Cobalah ke sana, aku akan menunggumu di sini."
"Hmm, baiklah. Berarti berapa sepatu yang harus aku coba?"
"Terserah minimal 4 pasang sepatu."
"Tapi bagaimana jika Celine tidak menyukai sepatu yang aku pilih?" Diana sepertinya masih enggan hanya berdua dengan Matilda. Dia seperti sedang berhadapan dengan dosen killer di sidang skripsi.
"Jika begitu kau harus memakainya."
"Kau bantu aku memilih saja, bagaimana?"
Jared tersenyum tipis dan mengusap rambut Diana dengan lembut. "Bilang saja jika kau tidak bisa jauh dariku, Di."
"Shut up, Jared. Aku mau segera pulang. Aku lelah."
"Oke, aku akan membantumu memilih."
__ADS_1
Jared menoleh ke arah Matilda, tapi rupanya wanita itu sedang menatap Diana dengan tatapan kebencian. Alis Jared bertaut. Dia tak menyukai cara Matilda menatap Diana.
"Apa ada pelayan lainnya?" tanya Jared dengan suara beratnya.
"Ti_tidak ada tuan," jawab Matilda gugup. Dia khawatir Jared tidak mau memakai jasanya karena Diana.
"Jika begitu, bersikaplah ramah pada pelanggan yang sedang kau layani. Aku tidak suka caramu memandang Diana. Atau kau mau aku menghubungi manager toko ini?"
"Ti_tidak, Tuan. Tolong maafkan aku."
"Baiklah, aku tidak akan mempermasalahkannya, tapi jika sekali lagi aku melihatmu memasang wajah menyebalkan di depan Diana, aku tidak akan segan-segan meminta manager toko ini untuk memecatmu," ujar Jared sembari memasukkan kedua tangannya ke saku celana.
Diana menggigit bibirnya. Kenapa Jared tiba-tiba bersikap seperti itu? Dia takut besar kepala nanti merasa di bela oleh anak majikannya itu.
"Berjalanlah dengan mengangkat kepalamu. Jika kau berjalan dengan menunduk, orang-orang akan meremehkanmu. Tunjukkan pada mereka kau juga berhak dihormati."
Jared menatap Diana dengan tatapan lembut. Entah mengapa Diana semakin merasa takut dekat dengan Jared. Bahkan sejak tadi pria itu terus menggandeng tangannya kemana pun.
Diana melepas genggaman tangan Jared dia maju mendekati etalase sepatu. Matilda menunduk di samping Diana, tapi dalam hati dia kesal setengah mati pada gadis itu.
"Matilda, bisa kau ambil sepatu yang di sisi itu." Diana menunjuk rak atas. Matilda berdecak kesal. Jared langsung melotot.
__ADS_1
"Ma_maafkan aku," kata Matilda, jangan sampai dia kehilangan pekerjaan gara-gara Diana. Matilda mengambil tangga dan mengambilkan sepatu yang Diana inginkan.
"Diana kau kah itu?" Seorang pria berpenampilan rapi menghampiri Diana dan Matilda. Matilda benar-benar tak suka dengan situasi ini.
"I_iya."
"Hei, kenapa kau sekaku itu padaku?" tanya pria itu lagi.
"Siapa dia, Di?"
"Di_dia manager toko ini."
"Oh." Jared hanya menatapnya sekilas lalu kembali fokus menatap sepatu pilihan Diana.
"Kau coba sepatu itu."
"I_iya." Diana duduk dan menatap sepatu yang dipilihnya. Dulu dia sering membeli sepatu seperti ini, tapi sekarang menyentuhnya pun dia khawatir akan merusaknya.
Diana menarik napas panjang. Tangannya sejak tadi menggantung tak segera menyentuh sepatu itu. Tanpa di duga, Jared menunduk mengambil sepatu itu dan mencoba memakaikannya di kaki Diana.
"Ja .... " Diana tampak terkejut dengan kelakuan Jared. Dia hendak menarik kakinya, tapi tangan Jared menahannya.
__ADS_1
"Sshh, diamlah."
...****************...